Minggu, 10 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Siak

Skywalk Tengku Buwang Asmara Jadi Pilot Project Penerapan SMKK

Pembangunan Skywalk Tengku Buwang Asmara di Kecamatan Mempura menjadi pilot project penerapan Sistem Manajemen Kesematam Konstruksi (SMKK).

Tayang:
Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Ditjen Bina Marga wilayah Riau, T Yuliansyah (kanan) dan Kepala Balai Jasa Konstruksi Ditjen Bina Konstruksi wilayah Aceh Muhammad Hilal (hitam), Kepala Dinas PU Tarukim Siak Irving Kahar dan Kabid Destinasi Dispar Siak Paula Chandra (kiri) berkunjung ke skywalk Tengku Buwang Asmara, Mempura, Selasa (26/9/2023). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Masyarakat Siak patut berbangga. Pembangunan Skywalk Tengku Buwang Asmara di Kecamatan Mempura menjadi pilot project penerapan Sistem Manajemen Kesematam Konstruksi (SMKK).

Direktorat Jendral (Ditjen) Bina Marga dan Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR bersama perwakilan Dinas PU se -Provinsi Riau berkunjung ke proyek Skywalk ini, Selasa (26/9/2023).

Hadir Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Ditjen Bina Marga wilayah Riau, T Yuliansyah dan Kepala Balai Jasa Konstruksi Ditjen Bina Konstruksi wilayah Aceh Muhammad Hilal, Ahli SMKK sekaligus nara sumber Ir Lazuardi Nurdin dan Lyana AT Sihombing.

“Skywalk ini menjadi pilot project untuk penerapan SMKK, sehingga Lokus kunjungan kita dalam pendampingan teknis SMKK untuk PU se Provinsi Riau ke proyek skywalk ini,” kata T Yuliansyah kepada Tribunpekanbaru.com di sela-sela kunjungannya.

Ia menjelaskan, BPJN merupakan perpanjangan tangan kementerian PUPR bertanggungjawab atas kegiatan proyek-peoyek yang dikelola oleh PU Kabupaten kota dan provinsi. Selain itu juga bertangggungjawab untuk pendampingan penerapan SMKK.

“Kita melihat Skywalk Tengku Buwang Asmara Siak sangat kompleks dan bentuk yang kongkret dalam penerapan SMKK,” tambahnya.

T Yuliansyah dan Muhammad Hilal juga menikmati suasana di skywalk pada pembangunan tahap I. Mereka disampingi Kepala Dinas PU Tarukim Siak Irving Kahar. Mereka tampak takjub dengan penerapan SMKK, konstruksi bangunan hingga pemanfaatannya untuk menambah PAD.

“Ya, proyek Skywalk sebagai pilot project penerapan SMKK memang sudah tepat. Salain kompleks, ide
Pemkab Siak untuk menarik wisatawan seperti ini sangat bagus dan harus diapresiasi,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan Skywalk dianggap lebih kompleks, termasuk untuk dokumennya. Terbukti pada pekerjaan yang ditinjau dinilai sangat rapi.

“Saya terus terang, senang dengan ide kabupaten Siak untuk mengelola potensi heritage, karena banyak sisa peninggalan sejarah. Ini terobosan baik yang bisa ditiru oleh kabupaten lain,” katanya.

Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah Aceh Ditjen Bina Konstruksi Kemen PUPR, Muhammad Hilal juga mengatakan hal demikian. Kunjungan pertamanya ke Siak membuatnya terkesan melihat sejumlah bangunan bersejarah dan bangunan baru dengan konstruksi yang kokoh.

“Ya, kita bersamaan dengan BPJN melakukan Monev ke Siak. Kita lihat penerapan SMKK sampai sejauh mana, kita menilai seperti apa penerapannya untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja maupun masyarakat lingkungan,” katanya.

Menurutnya, Siak layak menjadi contoh untuk tingkat keselamatan di provinsi Riau. Proyek Skywalk menjadi Lokus karena dianggap sangat bagus dan bisa menjadi contoh.

“Setiap proyek yang dibangun harus berbasiskan keselamatan. Jangan hanya membangun tapi risikonya tidak dipikirkan. Makanya kami berinisiatif berkunjung kemari,” katanya.

Tidak hanya itu, Hilal menilai pembangunan skywalk Tengku Buwang Asmara terbaik di Sumatra sejauh ini. Apalagi pembangunan menggunakan APBD.

“Di Sumatra ini juga skywalk terpanjang yang dibayai APBD. Pengelolaan APBD yang membuat proyek ini bisa diwujudkan, ini sangat luar biasa,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas PU Tarukim Siak Irvin Kahar Arifin didampingi Kepala
Bidang Bina Marga, Arif Adhitya memperkenalkan pembangunan Skywalk. Pembangunan itu terinspirasi dari skywalk Gentala Arasy Jambi.

“Di Jambi melintasi sungai, dan kita mengembangkannya di Siak dengan menyusur sungai,” katanya.

Pada prinsipnya proyek ini untuk menunjang heritage dan wisata Siak. Karena itu pembangunan dimulai dari rumah peninggalan Datuk Pesisir. Makam Datuk Pesisir dan sejumlah tokoh beserta pohon durian yang sudah berusia ratusan tahun berada di lokasi ini.

“Panjang skywalk ini 1076 meter yang terbentang dari rumah Datuk Pesisir hingga ke Tangsi Belanda. Pembangunannya bertahap,” katanya.

Pembangunan tahap pertama sepanjang 274 meter selesai pada Desember 2022. Kemudian pembangunan terus disambung pada tahap kedua, 2023 sepanjang 420 meter dan tahap ketiga tahun 2024 sepanjang 360 meter.

Sejak Januari 2023 warga kabupaten Siak sudah menikmati pembangunan tahap pertama. Warga tidak perlu menunggu selama tiga tahun untuk dapat menikmati skywalk ini. Skywalk yang dibangun ini juga tidak kalah menarik dibanding di kota -kota besar lainnya. Secara spesifik skywalk Mempura ini menggunakan ornamen ”Dancing Light”, ada Spot Tempered Glass untuk lantai dan pagar yang sangat dekoratif.

Pembangunan ini memberikan sentuhan yang berarti bagi masa depan pariwisata Siak. Dinas PU Tarukim Siak menyadari kabupaten ini merupakan destinasi wisata sejarah utama di Provinsi Riau.

Sangat banyak ikon pariwisata yang menjadi tujuan favorit wisatawan saat berkunjung ke Siak Sri Indrapura, antara lain Istana Asserayyah Hasyimiah, jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, Mesjid Sultan Syarif Hasyim, Water Front City, Tangsi Belanda, dan beberapa tempat lainnya. Sebagian besar destinasi wisata yang disebutkan itu berada di wilayah Kecamatan Siak.

Sedangkan Kota Siak Sri Indrapura merupakan salah satu Kota Pusaka di Indonesia tidak hanya meliputi Kecamatan Siak, tetapi meliputi kawasan Kecamatan Mempura.

Ihwal itu menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Siak bagaimana mengembangkan kawasan wisata Siak Sri Indrapura menjadi lebih seimbang dan merata. Mau tidak mau, harus dilakukan pengembangan dan pembangunan destinasi wisata baru di kawasan Kecamatan Mempura.

Tujuannya memang untuk meningkatkan geliat pariwisata yang pada akhirnya juga akan meningkatkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat setempat.

Kenapa harus skywalk? Rupanya Bupati Siak Drs H Alfedri MSi bersama kepada Dinas PU Tarukim Siak Ir Irving Kahar Arifin ME ingin memadukan destinasi sejarah yang telah dimiliki Siak dengan destinasi futuristik. Skywalk merupakan destinasi yang bakal digandrungi wisatawan, karena memberikan sentuhan kekinian, instragrameble, maju dan elegan.

“Saya tidak mau ini hanya menjadi pembangunan monumental, tapi harus fungsional. Di tengah ada bentangan kaca dan dancing light, ini pertunjukannya memang malam, supaya wisatawan kita meginap di Siak,” katanya.

Pada libur lebaran Idul Fitri 1444 H kemarin, tingkat kunjungan sangat tinggi. Dalam 4 hari libur bisa menghasilkan PAD Pariwisata Rp 420 juta. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved