Bahasa Gaul

Apa Arti Klitih dalam Bahasa Jawa? Klitih Adalah Istilah yang Kini Salah Penafsiran

Apa Arti Klitih dalam bahasa Jawa kini sudah berubah makna dan penafsirannya. Tak sedikit yang tidak paham apa arti Klitih dalam bahasa Jawa .

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Instagram/@erixsoekamti
Apa Arti Klitih dalam Bahasa Jawa? Klitih Adalah Istilah yang Kini Salah Penafsiran 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Simak disini apa arti Klitih dalam bahasa Jawa yang banyak dipahami netizen.

Arti Klitih dalam bahasa Jawa kini sudah berubah makna dan penafsirannya.

Tak sedikit yang tidak paham apa arti Klitih dalam bahasa Jawa .

Meskipun identik dengan tindakan kriminal, makna asli klitih berbanding terbalik dari penafsirannya saat ini.

Dalam artikel ini kami sajikan makna asli apa arti Klitih dalam bahasa Jawa dan asal-usulnya apa itu klitih.

 Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Arie Sujito menuturkan, makna asli istilah klitih adalah kegiatan keluar rumah di malam hari untuk menghilangkan kepenatan.

“Klitih dulu sebetulnya hanya aktivitas orang keluar malam mencari kegiatan untuk mengatasi kepenatan,” terangnya saat dihubungi Kompas.com (5/4/2022).

Senada, sosiolog UGM Sunyoto Usman juga menyatakan bahwa makna klitih adalah mengisi waktu luang.

Tak ada konotasi negatif pada makna asli klitih. 

“Dulu klitih hanya bermakna mengisi waktu luang, seperti tanda kutip tidak ada pekerjaan kemudian nglitih,” terangnya. 

Asal kata klitih adalah bentuk kata ulang yaitu klithah-klithih yang bermakna jalan bolak-balik agak kebingungan.

Hal itu merujuk pada Kamus Bahasa Jawa SA Mangunsuwito, seperti diberitakan di Harian Kompas (18/12/2016).

Pakar bahasa Jawa sekaligus Guru Besar Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Pranowo menjelaskan, klithah-klithih masuk kategori dwilingga salin suara, atau kata ulang berubah bunyi.

Contoh kata serupa dalam bahasa Indonesia, seperti pontang-panting dan mondar-mandir.

Serupa, Pranowo mengartikan klithah-klithih sebagai keluyuran yang tak jelas arah. 

”Dulu, kata klithah-klithih sama sekali tidak ada unsur negatif, tapi sekarang dipakai untuk menunjuk aksi-aksi kekerasan dan kriminalitas.

Katanya pun hanya dipakai sebagian, menjadi klithih atau nglithih yang maknanya cenderung negatif,” kata Pranowo, dikutip dari Kompas.com. 

( Tribunpekanbaru.com / kompas )

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved