Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Yordania Tahan Dubes Israel dan Tarik Dubes Mereka dari Yerusalem

Kementerian juga mengatakan telah mulai mengevakuasi warganya dari Gaza melalui penyeberangan Rafah berkoordinasi dengan Mesir.

newarab
Yordania Tahan Dubes Israel dan Tarik Dubes Mereka dari Yerusalem 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Yordania mengumumkan akan segera menarik duta besarnya untuk Israel sebagai tanggapan atas serangan tanpa pandang bulu di Jalur Gaza, yang menewaskan lebih dari 8.700 warga Palestina dalam tiga minggu terakhir.

“Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi memutuskan untuk segera memanggil kembali duta besar Yordania untuk Israel,” kata kementerian luar negeri, seraya menambahkan bahwa langkah tersebut adalah “untuk mengutuk perang Israel yang menewaskan orang-orang tak berdosa di Gaza.”

Negara tersebut juga menolak membiarkan utusan Israel kembali ke Amman 'sebagai kecaman atas perang di Gaza.

Kementerian juga mengatakan telah mulai mengevakuasi warganya dari Gaza melalui penyeberangan Rafah berkoordinasi dengan Mesir.

“Melalui Pusat Operasi dan Kedutaan Besar Kerajaan di Mesir, mereka bekerja sepanjang waktu untuk memastikan perpindahan warga Yordania dengan aman,” kata pernyataan kementerian.

Dikatakan proses evakuasi diperkirakan memakan waktu beberapa hari.

“Sebuah tim dari Kedutaan Besar Yordania di Kairo dikirim ke penyeberangan Rafah sisi Mesir untuk mengamankan bus bagi warga Yordania yang meninggalkan Gaza untuk diangkut ke Kerajaan secepat mungkin,” kata pernyataan itu.

Kementerian Luar Negeri Yordania tidak merinci jumlah warga Yordania yang hadir di Gaza.

Puluhan warga asing dan warga Palestina dengan kewarganegaraan ganda berkumpul di penyeberangan Rafah sisi Palestina sejak dini hari untuk meninggalkan Jalur Gaza.

“Sekitar 110 pemegang paspor asing meninggalkan Jalur Gaza,” Wael Abu Mohsen, direktur media penyeberangan perbatasan Rafah, mengatakan kepada Anadolu.

Tentara Israel telah memperluas serangan udara dan daratnya ke Jalur Gaza, yang telah mengalami serangan udara tanpa henti sejak serangan mendadak oleh kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober.

Lebih dari 10.300 orang tewas dalam konflik tersebut, termasuk sedikitnya 8.796 warga Palestina dan lebih dari 1.538 warga Israel.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved