Apa itu Stockholm Sindrom yang Dialami Warga Israel yang Disandera Hamas
Baru-baru ini, arti Stockholm Sindrom menjadi trending topik di media sosial, seperti Twitter dan TikTok.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Baru-baru ini, arti Stockholm Syndrome menjadi trending topik di media sosial, seperti Twitter dan TikTok.
Istilah tockholm Sindrom viral seiring peristiwa pembebasan warga Israel yang disandera oleh Hamas.
Semua warganet menilai sikap pejuang Hamas telah menarik simpati para sanderanya.
Hal itu terlihat dengan tatapan mata dan juga bahasa tubuh para sandera terhadap pejuang Hamas.
Sikap antara sandera dengan Hamas pun menjadi sorotan netizen.
Netizen menduga bahwa para sandera Israel sedang mengalami Stockholm Syndrome.
Lantas apa itu Stockholm Syndrome?
Stockholm Syndrome adalah gangguan psikologis pada korban penyanderaan yang membuat mereka merasa simpati atau bahkan menyayangi pelaku.
Sandera bahkan menolak bersaksi di pengadilan dan justru mengumpulkan dana bantuan hukum untuk membela pelaku.
Dalam suatu penyanderaan, para sandera umumnya akan merasa benci dan takut karena pelaku atau penculik kerap berlaku kasar, bahkan kejam.
Namun, dalam kasus Stockholm Syndromee, hal yang terjadi justru sebaliknya. Para korban justru merasa simpati terhadap pelaku.
Ada beberapa faktor yang mendasari munculnya Stockholm syndrome, di antaranya:
- Para penyandera dan korban berada di dalam ruangan dan tekanan situasi yang sama
- Situasi penyanderaan berlangsung cukup lama, bahkan hingga beberapa minggu.
- Penyandera menunjukkan kebaikan kepada para sandera atau setidaknya menahan diri untuk tidak melukai mereka
Bagaimanapun, sikap Hamas terhadap sanderanya mendapat pujian netizen karena tidak menyiksa dan melecehkan para sandera yanbg merupakan warga Israel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Apa-itu-Stockholm-Syndrome-yang-dialami-warga-Israel-yang-disandera.jpg)