Rabu, 29 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Citizen Journaslism

Padukan Peran Keluarga dan Nilai Religi Cegah Bahaya Narkoba

Peran keluarga sebagai benteng yang bertanggung jawab menyelamatkan dan menjaga keluarga dari bahaya narkoba.

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: M Iqbal
istimewa
Dosen Fakultas Hukum, Dr. Zulkarnaini Umar, SH, S.Ag, MIS 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Memadukan peran keluarga dan nilai-nilai religius dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba, untuk itu pentingnya pengawasan dari orang tua dalam memberikan bimbingan agama.

Tausiah itu berlangsung pada bulan november, dalam pengajian Ibu-Ibu di Masjid Nurul Huda Dusun 1 Ps. Buah, Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar oleh Dosen Fakultas Hukum, Dr. Zulkarnaini Umar, SH, S.Ag, MIS memberikan nilai-nilai “Edukasi Hukum dan Pencegahan Bahaya Narkoba Melalui Penguatan Peran Keluarga”.

Disampaikannya peran keluarga sebagai benteng yang bertanggung jawab menyelamatkan dan menjaga keluarga dari bahaya narkoba.

Dalam fiman Allah, yang artinya,“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.(Qs. At-Tahrim: 6).

Bahaya narkoba bisa berdampak pada kesehatan fisik dan mental, juga bisa berujung pada hilangnya ingatan. Peran orang tua dan pencegahan, melalui pendidikan agama sangat penting, agar akhlak generasi muda berakhlak karimah dalam menjalani hidup ini.

Zulkarnaini menuturkan, dalam perkembangan yang serba online, banyak situs-situs yang dapat mempengaruhi jiwa dan keperibadian anak, sehingga bisa menjerumuskan generasi penerus bangsa dalam perbuatan-perbuatan yang di larang oleh Allah, kalau hal ini kita biarkan satu generasi akan hilang.

Narkoba (narkotika, psikotropika, dan obat terlarang), telah marak beredar dan banyak menjadi kasus-kasus yang terjadi di masyarakat, yang sulit di hentikan.

Zulkarnaini mengatakan ini merupakan hal yang diharamkan dalam ajaran agama. Bukan hanya menkonsumsi, mengedarkan, memproduksi juga haram hukumnya, yang paling ironis narkoba menyerang anak-anak kita, karena itu tidak berlebihan, menghancurkan generasi muda dengan berbagai cara, termasuk minuman keras, judi online dan sebagainya.

Bisa kita bayangkan bahayanya lebih besar dari manfaatnya, bisa menghancurkan kehidupan sosial di masyarakat kita.

Benda-benda haram ini tersebut merupakan zat yang dapat mengubah kondisi mental dan fisik seseorang, juga dapat memengaruhi cara kerja otak, perasaan dan perilaku, pemahaman, dan indra seseorang.

Sebagai ujud kontribusi dan edukasi kepada keluarga guna menjauhi penyalahgunaan narkoba dengan selektif dalam pergaulan, dan membentengi diri dengan agama. Agama menjadi pondasi dasar yang kuat dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Sementara itu menurut Dr. Muhibuddin Zaini, S.Ag., M.H, pengertian narkoba tertuang pada Undang-Undang Narkotika pasal satu ayat satu, menyatakan narkotika merupakan zat buatan atau berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan.

]Dampak dan Bahaya Narkoba pada Kesehatan bisa meningkatkan gangguan jantung.

Menurut studi dalam jurnal Heart berjudul Young at Heart? Drugs of Abuse Cause Early On Set Cardiovascular Disease in The Young, penggunaan narkoba dapat mempercepat penuaan pembuluh darah dan berkontribusi dalam memicu gangguan jantung sejak dini. Lalu gangguan kesuburan.

Dia mengatakan penggunaan ganja juga dapat memicu gangguan kesuburan, baik pada pria maupun wanita.

Hal tersebut terdapat dalam jurnal Reproductive Biology and Endocrinology dengan judul Smoke, Alcohol and Drug Addiction and Male Fertility.

Pada pria, penggunaan narkoba dapat menyebabkan gangguan proses pembentukan sel sperma hingga kualitas sperma. Salah satunya pengkonsumsi ganja.

Penggunaan ganja pada pria dapat menyebabkan dampak negatif pada sumbu hipotalamus-hipofisis-gonad dan fungsi sperma. Sumbu hipotalamus-hipofisis-gonad sendiri merupakan bagian yang bertanggung jawab dalam mengatur aktivitas reproduksi, dan pelepasan hormon ovarium pada manusia.

Sedangkan pada wanita, penggunaan narkoba dapat menyebabkan penurunan kualitas sel telur. Kokain dan amfetamin dapat memicu dampak buruk pada arteri dan pembuluh darah. Contohnya, seperti meningkatkan risiko tekanan darah, vasospasme akut, dan penyakit kardiovaskular aterosklerotik. Selain itu, metamfetamin juga berisiko menyebabkan aritmia dan gangguan jantung.

Bahaya kematian dapat mengintai jika penggunanya terus menggunakan narkoba dalam dosis yang berlebihan. Sebuah penelitian dalam Journal of Forensic Science dengan judul Causes of Death in Hospitalized Intravenous Drug Abusers, melakukan penelitian untuk memastikan bahaya narkoba.

Para peneliti mengkaji penyebab kematian 274 pasien dengan bukti penyalahgunaan obat-obatan terlarang melalui otopsi pada rumah sakit.

Hasilnya, 127 pasien meninggal karena penyakit yang tidak berhubungan dengan narkoba. 41 persen alkoholisme kronis dan 11 persen akibat penyalahgunaan narkoba. Peneliti menemukan bahwa kematian pada orang yang melakukan penyalahgunaan narkoba terjadi akibat overdosis.

Namun, ada beberapa kondisi lainnya yang memicu kematian, seperti AIDS dan penggunaan alkohol berlebihan.

Lanjutnya, turunnya kesadaran, bahkan hilang ingatan. Efek obat terlarang ini bersifat sedatif, yang artinya dapat menimbulkan gejala seperti kebingungan, hilang ingatan, perubahan perilaku, penurunan kesadaran dan gangguan koordinasi tubuh.

Dampak lain bagi kesehatan yaitu dehidrasi yang terjadi akibat ketidakseimbangan elektrolit. Hal tersebut dapat menyebabkan penggunanya mengalami serangan panik, sakit pada dada, halusinasi, bahkan kejang. Jika tanpa penanganan, efek tersebut dapat berujung pada kerusakan pada otak.

Mitakhul Mukharrom, S.Pd.I., M.H dalam kesempatan ini, dia mengatakan Narkoba dapat sebabkan kerusakan otak permanen. Bahaya narkoba yang satu ini bisa muncul saat seseorang menggunakannya dalam jangka panjang.

Penggunaan dalam dosis tinggi juga memicu bahaya kerusakan otak permanen. Efek ini terjadi karena narkoba memaksa otak untuk bekerja lebih cepat dan menekan saraf pusat untuk menimbulkan efek ketenangan.
Lalu, perubahan sel otak mengganggu komunikasi antar sel saraf.

Hal tersebut mengakibatkan otak mengalami kerusakan secara permanen. Saat pengobatan penyembuhannya membutuhkan waktu lama, meski penggunanya berhenti mengonsumsi obat terlarang ini. Hal yang dikhawatirkan, katanya, efek kecanduan obat terlarang ini bisa berlangsung seumur hidup.

Penggunaan narkoba bisa juga, terganggunya kualitas hidupmu. Sebab, kecanduan akan terus membuat penggunanya untuk menambahkan dosis.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved