Selasa, 19 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Pekanbaru

Harga Cabai Rawit di Pekanbaru Terus Meroket, Tembus Rp 100 Ribu per Kg

Harga cabai rawit di pasar tradisional Pekanbaru terus mengalami kenaikan. Pada hari Senin, harga cabai rawit mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

Tayang:
Penulis: Dodi Vladimir | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir
Harga cabai rawit di pasar tradisional Pekanbaru terus mengalami kenaikan. Pada hari Senin, harga cabai rawit mencapai Rp 100 ribu per kilogram. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Harga cabai rawit di pasar tradisional Pekanbaru terus mengalami kenaikan.

Pada hari Senin (19/2/2024), harga cabai rawit mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

Berdasarkan pantauan di Pasar Tradisional Agus Salim, Pekanbaru, harga cabai rawit mengalami kenaikan dari Rp 95 ribu per kilogram pada hari Sabtu (17/2/2024) menjadi Rp 100 ribu per kilogram pada hari Senin ini.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai rawit hijau, tetapi juga cabai rawit merah asal Pulau Jawa yang dikenal dengan cabai rawit setan.

Harga cabai rawit merah saat ini juga mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

Menurut Yolanda, salah seorang pedagang cabai, kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak lima hari yang lalu.

Kenaikan ini dipicu oleh terbatasnya stok cabai dari daerah asal.

"Stok cabai dari Jawa berkurang, jadi harganya naik," kata Yolanda.

Yolanda menambahkan, akibat kenaikan harga tersebut, jumlah pembeli cabai menurun hingga 20 persen.

"Pembeli banyak yang mengeluh karena harga cabai terlalu mahal," ujarnya.

Selain cabai rawit, harga cabai merah juga mengalami kenaikan.

Saat ini, harga cabai merah mencapai Rp 80 ribu per kilogram dari harga normalnya Rp 40 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga tomat masih tergolong tinggi, yaitu Rp 20 ribu per kilogram.

Meskipun demikian, harga tomat sudah mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 24 ribu per kilogram.

Kenaikan harga cabai dan tomat diprediksi akan terus terjadi hingga beberapa minggu ke depan.

Hal ini disebabkan oleh faktor cuaca dan musim tanam yang tidak menentu. (Tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir).

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved