PT RAPP
Tekan Prevalensi Stunting, Program RAPP Dipuji Ketua Apindo, Inovatif dan Berkelanjutan
Ketua Apindo Shinta Widjaja puji inisiatif dan kerja nyata yang dilakukan PT RAPP dalam menekan angka prevalensi stunting di wilayah operasionalny
TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Program stunting yang dijalankan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), APRIL Group mendapat apresiasi positif dari Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani.
Shinta memuji inisiatif dan kerja nyata yang telah dilakukan oleh PT RAPP dalam upaya menekan angka prevalensi stunting di wilayah operasionalnya.
Dalam kunjungannya ke Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Rabu (28/2/2024), Shinta melihat langsung dan menerima penjelasan upaya RAPP dalam penanganan stunting.
Mulai dari advokasi kebijakan dan penganggaran, penguatan peran lembaga penyelenggara kesehatan, dan mobilisasi institusi tingkat masyarakat.
" Saya melihat sendiri upaya APRIL Group menerapkan upaya penanganan stunting dengan program terintegrasi,”ungkap Shinta yang berkesempatan mengunjungi Rumah Anak Sigap (RAS) Posyandu Kamboja di Pangkalan Kerinci Timur.
“Tidak hanya segi komunikasi dan edukasi, tapi juga terintegrasi dengan Posyandu dan Puskesmas," imbuhnya.
Shinta mengatakan, Apindo sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan RAPP, seperti keberadaan RAS.
RAS menjadi pusat layanan pengasuhan bersama keluarga anak di bawah tiga tahun (Batita), menjadi media informasi dan ruang literasi dan wahana komunikasi dan edukasi.
Khususnya bidang pendidikan melalui stimulasi psikososial, kesehatan, dan gizi bagi keluarga anak.
Dia juga percaya sinergi dan kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah merupakan kunci utama dalam mengatasi risiko penurunan kualitas SDM seperti stunting.
"Sinergisitas pemerintah daerah dan APRIL Group luar biasa dan bisa jadi model percontohan untuk diterapkan di daerah lain. Inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan," pujinya.
Wakil Bupati Siak Husni Merza, mengatakan RAPP telah memberi andil besar dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Siak.
Berdasarkan Survei Standar Gizi Indonesia (SGI) yang dirilis Februari 2023, angka prevalensi stunting di Siak adalah 22 persen.
"Siak adalah satu daerah yang banyak menerima manfaat dari keberadaan RAPP. Termasuk dalam upaya penanganan stunting. Pemerintah dan RAPP berkolaborasi baik dalam hal teknis maupun advokasi, guna menekan angka prevalensi stunting," jelasnya saat memberi pemaparan program penanganan stunting di hadapan Shinta, di RGE Technology Center, Riau Kompleks.
Senada dengan itu, Bupati Pelalawan H Zukri, saat menerima kunjungan Shinta mengatakan, peran RAPP sangat berpengaruh pada upaya dan pencapaian target Pemkab Pelalawan dalam penanggulangan stunting.
Shinta didampingi Direktur Utama RAPP Sihol Aritonang, Direktur RAPP Mulia Nauli, dan rombongan saat bertemu Bupati Zukri.
"Berkat dukungan RAPP, upaya kita berjalan baik dalam penanganan stunting. Terima kasih untuk RAPP dan Tanoto Foundation yang sudah memberikan pendampingan yang luar biasa untuk Pelalawan. RAS akan jadi pilot project bagi kita dalam penanganan stunting," jelasnya.
Bupati menuturkan, pada awal tahun 2024 ini angka stunting di Pelalawan menjadi 11,2 persen.
Angka tersebut sudah jauh di bawah target nasional sebesar 14 persen untuk tahun 2024.
Ke depan, dia berharap akan lebih banyak lagi RAS di Pelalawan. RAS menyediakan berbagai layanan untuk mencegah prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas pengembangan dan pendidikan anak usia dini.
"Kita juga minta bantuan Apindo wujudkan Pelalawan zero stunting. Terimakasih atas dukungan RAPP dan Apindo. Bersama-sama kita mendorong tercapainya target pemerintah pusat dalam menekan angka prevalensi stunting," tutupnya.
Sementara itu, Sihol Aritonang mengatakan, sejak tahun 2020, APRIL Group meluncurkan komitmen berkelanjutan APRIL2030.
Satu di antara komitmen RAPP untuk mewujudkannya adalah menurunkan prevalensi stunting di Riau hingga 50 persen.
Kini angka stunting di Provinsi Riau berada pada 17 persen.
"Hal ini sejalan dengan prioritas pemerintah. Kita sangat berkomitmen menjalankan program penanggulangan stunting,” ucap Sihol.
“ Mulai dari yang bersifat advokasi hingga kegiatan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat di lapangan," lanjutnya.
Sihol menuturkan, Apindo juga mempunyai komitmen untuk memobilisasi dan melibatkan para pengusaha Apindo untuk penanggulangan stunting.
Diberi nama gerakan 1.000 pengusaha gotong royong dengan program 'Gerakan Anak Sehat Kolaborasi Inklusif Pengusaha Indonesia Atasi Stunting (Gas-Kipas)'.
Gerakan ini dalam rangka menjalankan komitmen kolaboratif untuk melawan stunting dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda Indonesia.
Sebagai tambahan, diantara aksi nyata produsen pulp dan kertas terintegrasi ini dalam penanggulangan stunting antara lain menyalurkan bantuan alat-alat kesehatan (alkes) hingga 809 item.
Alkes diserahkan kepada Puskesmas di Kabupaten Siak, Kuantan Singingi, dan Pelalawan.
Bantuan itu diberikan dalam kurun waktu tahun 2023 hingga 2024.
Selain itu, PT RAPP juga memfasilitasi pelatihan 145 tenaga kesehatan di tiga daerah tersebut, tentang integrasi layanan primer (ILP) dan penggunaan alkes. (Rls/adv)
Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar Raih Penghargaan Tribun Pekanbaru Award 2025 |
![]() |
---|
PTPN IV PalmCo Raih Penghargaan Tribun Pekanbaru Award 2025 Atas Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan |
![]() |
---|
Tribun Pekanbaru Award 2025, Pertamina Gas Operation Rokan Area Raih Penghargaan CSR Terbaik |
![]() |
---|
Malam Puncak Anugerah Tribun Pekanbaru Award 2025 Meriah, Ini Daftar Penerima Penghargaan |
![]() |
---|
Malam Puncak Tribun Pekanbaru Award 2025 Berlangsung Meriah, Ini Penghargaan yang Diberikan |
![]() |
---|