Minggu, 3 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Arti Kata

INILAH 10 Kata dalam Istilah Dry Text yang Sering Dikirim Lewat Telegram dan WhastApp

Inilah 10 kata yang sering dikirim lewat pesan Telegram dan WhatsApp yang bikin obrolan jadi singkat dan dan padat . Saiapa yang pernah pakai

Tayang:
Penulis: Sesri | Editor: Budi Rahmat
Pixabay
Inilah 10 kata dalam istilah Drytext yang sering dikirim lewat telegram dan WhartsApp 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Inilah 10 kata yang sering digunakan di percakapan WhatsApp dan telegram menjawab obrolan yang singkat dan padat .

Kata-lata ini memang menjadi kata yang sering digunakan dalam istilah Dry Text . Karena katanya yang singkat dan membuat lawan bicara jadi tidak begitu respon lagi .

Tentu saja ini kata yanjg bisa dipakai untuk mempersingkat obrolan karena memang banyaki yang mencoba menjawab komuniaksi dengan cara yang singkat .

Nah , bagi yang ingin tahu , berikut ini 10 kata yang dipakai dalam istilah Drytext dalam komunikasi Telegram dan WhatsApp .

Contoh-contoh Dry Text yang sering dikirim Lewat telegram dan WhatsApp

Baik

Nanti aja

Tentu

Oke

Ya

Bagus

Sip

Wkwk

Haha

Apa kabar

Apa itu Dry Text ?

Istilah "Dry Text" adalah sesuatu yang baru dalam percakapan online.

Ini merujuk pada orang-orang yang hanya menjawab dengan satu kata atau tidak melanjutkan percakapan dengan cara yang menarik.

Mereka mungkin hanya mengirim pesan singkat seperti "wyd”, “ha ha”, “ya,” dan lainnya tanpa menambahkan lebih banyak detail. Hal ini bisa membuat penerima merasa bosan.

Tak hanya itu Dry Text kerap dianggap sebagai tanda bahwa pengirim pesan kurang tertarik dengan pembahasan yang sedang dibahas.

Kendati demikian tak semata-mata seseorang mengirim Dry Text kepada Anda karena tidak tertarik pembahasan.

Dilansir dari TextGod, hal ini bisa jadi karena berbagai faktor, mulai dari pengguna yang sibuk sehingga hanya menjawab seadanya, lelah atau sedang malas memberikan jawaban panjang lebar, atau sedang berada di suasana hati tidak baik.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa Dry Text dapat mencakup berbagai situasi, mulai dari pesan yang terlalu singkat dan formal hingga pesan yang kurang memiliki nuansa emosional atau keceriaan.

Pernahkah Anda saat melakukan obrolan online (chatting) di WhatsApp atau Telegram dengan seseorang terasa sangat membosankan? Hal ini bisa jadi karena berbagai faktor.

Salah satunya lawan bicara chatting Anda membalas pesan dengan kata-kata singkat dan ringkas.

Kata-kata ini biasanya tidak diikuti kalimat lain atau hanya berupa balasan akronim.

Misalnya saja “OK” dibalas dengan “K” atau Anda yang sedang panjang lebar mengirim isi chatting namun dibalas dengan jawaban singkat “Iya/Ya”.

Bagi sebagian orang hal ini cukup sensitif. Pasalnya balasan singkat padat tersebut bisa jadi mengindikasikan emosi atau menggambarkan ketidaktertarikan seseorang.

Kata-kata tersebut biasanya disebut oleh para pengguna media sosial dengan istilah Dry Text.
Penting untuk diingat bahwa konteks dan hubungan antarindividu dapat mempengaruhi bagaimana pesan diterima.

Terkadang, penggunaan kata-kata singkat ini disesuaikan pada situasi atau pembicaraan yang sedang berlangsung.

Cara Komunikasi yang Baik

Tunjukkan Respect

Respect atau rasa hormat merupakan karakteristik ketiga dari komunikasi yang baik. Respect artinya Anda memperlakukan orang lain dengan sikap yang baik, peduli, dan menghormati, bahkan meskipun Anda merasa frustasi dan kesal.

Sebaliknya, pada komunikasi yang buruk, Anda memperlakukan orang lain sebagai lawan, merasa rendah diri, atau merasa sedang bersaing.

Orang lain dianggap sebagai musuh, sehingga Anda ingin mengalahkan atau mempermalukannya. Tiga karakteristik komunikasi yang baik tersebut dapat dipelajari dan dilatih agar kita lebih terampil untuk melakukan komunikasi yang baik dengan orang lain.

Komunikasi yang baik akan membuat hubungan kita dengan orang lain menjadi lebih baik, lebih hangat, dan penyelesaian konflik menjadi lebih cepat tanpa munculnya konflik baru

Tunjukkan Empati

Empati merupakan komponen pertama dari komunikasi yang baik. Empati artinya Anda mendengar dan berusaha melihat dunia dari sudut pandang orang lain.

Anda menemukan beberapa hal yang benar dari perkataan orang lain, bahkan ketika ia memberikan kritik pada Anda secara tidak adil atau sudut pandangnya berbeda dari sudut pandang Anda.

Anda jg memahami bagaimana ia berpikir dan apa yang mungkin ia rasakan sehingga membuatnya berkata seperti itu pada Anda.

Sebagian besar orang tidak menguasai keterampilan ini dengan baik. Ketika mereka marah, mereka tidak dapat memahami bagaimana pikiran dan perasaan orang lain, atau berusaha mencari hal yang benar dari perkataan orang tersebut.

Sebaliknya mereka membela diri dan berusaha mengatakan bahwa orang lain yang salah.

Tunjukkan Asertif

Asertif merupakan komponen kedua dari komunikasi yang baik. Anda mengekspresikan perasaan Anda secara langsung dan terbuka dengan menggunakan kalimat "aku merasa...", misalnya, "aku merasa sedikit tidak nyaman saat ini" atau "aku merasa sedih".

Penyampaian pesan ini dilakukan dengan bijaksana, sehingga orang lain tidak merasa dikecilkan, diserang, maupun direndahkan.

Sebaliknya, pada komunikasi yang buruk, Anda berusaha menyembunyikan perasaan negatif atau menampakkannya secara agresif. Contohnya, Anda mengata-ngatai atau mencaci orang lain dengan mengatakan, "Dasar tolol! Kayak gitu aja gak becus!".

Meskipun kalimat tersebut merupakan ungkapan kemarahan, akan tetapi tidak termasuk dalam kalimat "Aku merasa.." karena terdengar sebagai kalimat yang memicu permusuhan.

Kalimat tadi, termasuk kalimat "kamu..", yang membuat Anda seperti memasang tembok tinggi dan menyerang orang lain. Jenis kalimat "kamu..." memicu lebih banyak konflik dan pertikaian.

Demikianlah informasi 10 kata yang sering dikirim lewat pesan telegram dan WhatsApp . (*)

( Tribunpekanbaru.com )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved