Kamis, 23 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

PDF Buku

Link PDF Buku Dalihan Na Tolu, Buku Adat dan Budaya Batak Toba

Buku Dalihan Na Tolu memuat filosofis atau wawasan sosial-kultural yang menyangkut masyarakat dan budaya Batak.

Istimewa
Link PDF Buku Dalihan Na Tolu, Buku Adat dan Budaya Batak Toba 

TRIBUNPEKANBARU.COM - PDF buku Dalihan Na Tolu yang ditulis oleh Harvina, Fariani, Hotli Simanjuntak, Deni Sihotang, Dharma Kelana Putera adalah buku yang memuat filosofis atau wawasan sosial-kultural yang menyangkut masyarakat dan budaya Batak.

Sebagai orang Batak perlu memiliki buku ini sebagai pegangan dalam melestarikan adat dan budayanya.

PDF buku ini juga sangat penting bagi mahasiswa yang sedang mempelajari hukuk adat Batak.

Dalihan Na Tolu menjadi kerangka yang meliputi hubungan-hubungan kerabat darah dan hubungan perkawinan yang mempertalikan satu kelompok.

Dalam adat batak, Dalihan Na Tolu ditentukan dengan adanya tiga kedudukan fungsional sebagai suatu konstruksi sosial yang terdiri dari tiga hal yang menjadi dasar bersama. Ketiga tungku tersebut adalah:

1. Somba marhulahula (sikap sembah/hormat kepada keluarga pihak pemberi istri/ibu)

2. Elek marboru (sikap membujuk/mengayomi anak perempuan dan pihak yang menerima anak perempuan )

3. Manat mardongan tubu (sikap berhati-hati kepada teman semarga)

Dalihan Na Tolu memiliki arti "tungku yang berkaki tiga", bukan berkaki empat atau lima.

Tungku yang berkaki tiga sangat membutuhkan keseimbangan yang mutlak.

Jika satu dari ketiga kaki tersebut rusak, maka tungku tidak dapat digunakan.

Kalau kaki lima, jika satu kaki rusak masih dapat digunakan dengan sedikit penyesuaian meletakkan beban, begitu juga dengan tungku berkaki empat.

Tetapi untuk tungku berkaki tiga, itu tidak mungkin terjadi.

Inilah yang dipilih leluhur suku Batak sebagai falsafah hidup dalam tatanan kekerabatan antara sesama yang bersaudara, dengan hulahula dan boru.

Perlu keseimbangan yang absolut dalam tatanan hidup antara tiga unsur.

Untuk menjaga keseimbangan tersebut kita harus menyadari bahwa semua orang akan pernah menjadi hula-hula, pernah menjadi boru, dan pernah menjadi dongan tubu.

LINK PDF Buku Dalihan Na Tolu

(Tribunpekanbaru.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved