PDF Buku

Link Download PDF Buku Kisah 1001 Malam Abu Nawas & PDF Buku 85 Kisah Abu Nawas - Biografi Abu Nawas

link download PDF buku berjudul Kisah 1001 Malam Abu Nawas dan PDF buku berjudul 85 Kisah Abu Nawas serta biografi Abu Nawas dari lahir hingga wafat

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Ilustrasi
Link Download PDF Buku Kisah 1001 Malam Abu Nawas & PDF Buku 85 Kisah Abu Nawas - Biografi Abu Nawas 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Berikut link download PDF buku berjudul Kisah 1001 Malam Abu Nawas dan PDF buku berjudul 85 Kisah Abu Nawas serta biografi Abu Nawas dari lahir hingga wafat.

A. Buku Kisah 1001 Malam Abu Nawas

Buku berjudul Kisah 1001 Malam Abu Nawas - Sang Penggeli Hati adalah buku karangan MB. Rahimsyah.

Buku Kisah 1001 Malam Abu Nawas - Sang Penggeli Hati berisi 27 Kisah Abu Nawas yakni :

  1. Pesan Bagi Para Hakim
  2. Abu Nawas Mendemo Tuan Kadi
  3. Membalas Perbuatan Raja4.
  4. Mengecoh Raja
  5. Debat Kusir Tentang Ayam
  6. Mengecoh Monyet Sirkus
  7. Pekerjaan Yang Mustahi
  8. Botol Ajaib
  9. Ibu Sejati
  10. Hadiah Bagi Tebakan Jitu
  11. Pintu Akhirat
  12. Tetap Bisa Cari Solusi
  13. Menipu Tuhan
  14. Raja Dijadikan Budak
  15. Abu Nawas Mati
  16. Taruhan Yang Berbahaya
  17. Ketenangan Hati
  18. Manusia Bertelur
  19. Peringatan Aneh
  20. Asmara Memang Aneh
  21. Cara Memilih Jalan
  22. Strategi Maling
  23. Menjebak Pencuri
  24. Tipu Dibalas Tipu
  25. Tugas Yang Mustahil
  26. Orang-Orang Kanibal
  27. Lolos Dari Maut

Klik di SINI untuk download PDF buku berjudul Kisah 1001 Malam Abu Nawas - Sang Penggeli Hati.

B. Buku Kisah Abu Nawas

Buku Kisah Abu Nawas ini berisi 85 cerita tentang Abu Nawas yakni :

  1. Uang Krincingan
  2. Telur dan Ayam
  3. Robohkan Saja
  4. Abu Nawas Paling Kaya
  5. Memindahkan Istana Ke Awan
  6. Abu Nawas dan Majikannya
  7. Menjaga Pintu
  8. Abu Nawas Memecahkan Masalah
  9. Konsisten
  10. Kecerdikan Abu Nawas
  11. Kalahkan Tuan Tanah Pelit
  12. Menang Dolar
  13. Cium Pantat Ayam
  14. B.A.B Di Kamar Tidur
  15. Menang Lomba Berburu
  16. Baginda Menjadi Budak
  17. Tipuan Bodoh Kalahkan Tuan Tanah Pelit
  18. Abu Nawas Paling Kaya Raya
  19. Abu Nawas Diusir Dari Kota
  20. Baginda Meminta Mahkota Dari Surga
  21. Memecahkan Masalah Sahabat
  22. Hadiah Bagi Tebakan Jitu
  23. Abu Nawas Pengawal Raja
  24. Ibu Sejati
  25. Pekerjaan Yang Mustahil
  26. Abu Nawas dan Kisah Enam Ekor Lembu Yang Pandai Bicara
  27. Abu Nawas dan Pengemis Yang Kedinginan Dalam Kolam
  28. Abu Nawas dan Menteri Yang Zalim
  29. Cara Abu Nawas Merayu Tuhan
  30. Abunanawas dan Gajah
  31. Abu Nawas Menangkap Angin
  32. Abu Nawas dan Kambing
  33. Abu Nawas Mati
  34. Telur Beranak : Menipu Balik Tuan Tanah
  35. Abu Nawas Mengecoh Raja
  36. Hukum Berdasarkan Mimpi
  37. Abu Nawas Tugas Mustahil
  38. Istana Raja Hancur Karena Lalat
  39. Abu Nawas Tipu Menipu
  40. Mengobati Sakit Dengan Telur Unta
  41. Abu Nawas Tetap Bisa Cari Solusi
  42. Abu Nawas Dua Kali Terbebas Dari Kematian
  43. Abu Nawas Taruhan Berbahaya
  44. Sayembara Menaklukkan Gajah Berhadiah
  45. Abu Nawas Strategi Maling
  46. Cara Berkebun Abu Nawas
  47. Abu Nawas Raja Jadi Budak
  48. Sindiran Abu Nawas Kepada Pejabat Pemerintah
  49. Abu Nawas Pintu Akhirat
  50. Cara Menyadarkan Pengemis
  51. Abu Nawas Pesan Bagi Hakim
  52. Abu Nawas Akan Dihukum Pancung
  53. Abu Nawas Selamat Dari Amarah Istri
  54. Abu Nawas Peringatan Aneh
  55. Membalas Tipuan Sang Hakim
  56. Abu Nawas Pekerjaan Mustahil
  57. Raja Disuruh Mencium Pantat Ayam
  58. Abu Nawas Orang Kanibal
  59. Menipu Komandan Kerajaan
  60. Abu Nawas Menjebak Pencuri
  61. Memilih Jalan Ke Hutan Yang Indah
  62. Abu Nawas Manusia Bertelur
  63. Lomba Mimpi Di Bulan Ramadan
  64. Abu Nawas Ketenangan Hati
  65. Raja Nyaris Terbunuh
  66. Abu Nawas Ibu Sejati
  67. Tertipu Sandal Ajaib
  68. Selamatkan Raja Dengan Sorban Usang
  69. Abu Nawas Asmara Memang Aneh
  70. Tertipu Obat Ajaib
  71. Abu Nawas Mendemo Tuan Kadi
  72. Cara Membagi Hukuman
  73. Abu Nawas Mengecoh Monyet
  74. Membalas Tipuan Raja
  75. Abu Nawas Debat Kusir Tentang Ayam
  76. Siasat Menaklukkan Monyet
  77. Abu Nawas Basuh Tangan 120 Kali
  78. Menampar Pipi Raja
  79. Abu Nawas Hamil dan Melahirkan
  80. Abu Nawas Menduduki Singgasana Raja
  81. Abu Nawas dan Pukulan Jadi Dinar
  82. Abu Nawas dan Enam Lembu Pandai Bicara
  83. Menghitung Kematian Tahanan
  84. Abu Nawas Tidak Mau Hadiah
  85. Abu Nawas Tidak Berdusta

Link Download PDF buku 85 Kisah Abu Nawas klik di SINI

C. Biografi Abu Nawas

Dilansir dari buku Kisah Abu Nawas, berikut biografi Abu Nawas :

Nama asli Abu Nawas adalah Abu Ali al-Hasan bin Hani al-Hakami. Dia dilahirkan pada 145 H (747 M) di kota Ahvaz di negeri Persia (Iran sekarang), dengan darah dari ayah Arab dan ibu Persia mengalir di tubuhnya.

Abu Nawas merupakan seorang pujangga Arab dan dianggap sebagai satu di antara penyair terbesar sastra Arab klasik. Abu Nawas juga muncul beberapa kali dalam kisah Seribu Satu Malam.

Ayahnya, Hani al-Hakam, merupakan anggota legiun militer Marwan II. Sementara ibunya bernama Jalban, wanita Persia yang bekerja sebagai pencuci kain wol.

Sejak kecil ia sudah yatim. Sang ibu kemudian membawanya ke Bashrah, Irak. Di kota inilah Abu Nawas belajar berbagai ilmu pengetahuan.

Masa mudanya penuh perilaku kontroversial yang membuat Abu Nawas tampil sebagai tokoh yang unik dalam khazanah sastra Arab Islam.

Meski begitu, sajak-sajaknya juga sarat dengan nilai spritual, di samping cita rasa kemanusiaan dan keadilan.

Abu Nawas belajar sastra Arab kepada Abu Zaid al-Anshari dan Abu Ubaidah. Ia juga belajar Al-Quran kepada Ya'qub al-Hadrami.

Sementara dalam Ilmu Hadis, ia belajar kepada Abu Walid bin Ziyad, Muktamir bin Sulaiman, Yahyabin Said al-Qattan, dan Azhar bin Sa'ad as-Samman.

Pertemuannya dengan penyair dari Kufah, Walibah bin Habab al-Asadi, telah memperhalus gaya bahasanya dan membawanya ke puncak kesusastraan Arab.

Walibah sangat tertarik pada bakat Abu Nawas yang kemudian membawanya kembali ke Ahwaz, lalu ke Kufah. Di Kufah bakat Abu Nawas digembleng.

Ahmar menyuruh Abu Nawas berdiam di pedalaman, hidup bersama orang-orang Arab Badui untuk memperdalam dan memperhalus bahasa Arab.

Kemudian ia pindah ke Baghdad. Di pusat peradaban Dinasti Abbasyiah inilah ia berkumpul dengan para penyair. Berkat kehebatannya menulis puisi, Abu Nawas dapat berkenalan dengan para bangsawan.

Namun karena kedekatannya dengan para bangsawan inilah puisi-puisinya pada masa itu berubah, yakni cenderung memuja dan menjilat penguasa.

Dalam Al-Wasith fil Adabil 'Arabi wa Tarikhihi, Abu Nawas digambarkan sebagai penyair multivisi, penuh canda, berlidah tajam, pengkhayal ulung, dan tokoh terkemuka sastrawan angkatan baru.

Namun sayang, karya-karya ilmiahnya justru jarang dikenal di dunia intelektual. Ia hanya dipandang sebagai orang yang suka bertingkah lucu dan tidak lazim.

Kepandaiannya menulis puisi menarik perhatian Khalifah Harun al-Rasyid. Melalui musikus istana, Ishaq al-Wawsuli, Abu Nawas dipanggil untuk menjadi penyair istana (sya'irul bilad).

Sikapnya yang jenaka menjadikan perjalanan hidupnya benar-benar penuh warna. Kegemarannya bermain kata-kata dengan selera humor yang tinggi seakan menjadi legenda tersendiri dalam khazanah peradaban dunia.

Kedekatannya dengan kekuasaan juga pernah menjerumuskannya ke dalam penjara. Pasalnya, suatu ketika Abu Nawas membaca puisi Kafilah Bani Mudhar yang dianggap menyinggung Khalifah.

Tentu saja Khalifah murka, lantas memenjarakannya. Setelah bebas, ia berpaling dari Khalifah dan mengabdi kepada Perdana Menteri Barmak.

Ia meninggalkan Baghdad setelah keluarga Barmak jatuh pada tahun 803 M. Setelah itu ia pergi ke Mesir dan menggubah puisi untuk Gubernur Mesir, Khasib bin Abdul Hamid al-Ajami.

Tetapi, ia kembali lagi ke Baghdad setelah Harun al-Rasyid meninggal dan digantikan oleh Al-Amin.

Sejak mendekam di penjara, syair-syair Abu Nawas berubah, menjadi religius.

Jika sebelumnya ia sangat pongah dengan kehidupan duniawi yang penuh glamor dan hura-hura, kini ia lebih pasrah kepada kekuasaan Allah.

Memang, pencapaiannya dalam menulis puisi diilhami kegemarannya melakukan maksiat. Tetapi, justru di jalan gelap itulah, Abu Nawas menemukan nilai-nilai ketuhanan.

ajak-sajak tobatnya bisa ditafisrkan sebagai jalan panjang menuju Tuhan. Meski dekat dengan Sultan Harun al-Rasyid, Abu Nawas tak selamanya hidup dalam kegemerlapan duniawi.

Ia pernah hidup dalam kegelapan tetapi yang justru membawa keberkahan tersendiri. 

Seorang sahabatnya, Abu Hifan bin Yusuf bin Dayah, memberi kesaksian, akhir hayat Abu Nawas sangat diwarnai dengan kegiatan ibadah.

Beberapa sajaknya menguatkan hal itu. Salah satu bait puisinya yang sangat indah merupakan ungkapan rasa sesal yang amat dalam akan masa lalunya.

Mengenai tahun meninggalnya, banyak versi yang saling berbeda.

Ada yangmenyebutkan tahun 190 H/806 M, ada pula yang 195 H/810 M, atau 196 H/811M.

Sementara yang lain tahun 198 H/813 M dan tahun 199 H/814 M.

Konon AbuNawas meninggal karena dianiaya oleh seseorang yang disuruh oleh keluarga Nawbakhti yang menaruh dendam kepadanya.

Abu Nawas dimakamkan di Syunizi di jantung Kota Baghdad.

Demikian link download PDF buku berjudul Kisah 1001 Malam Abu Nawas dan PDF buku berjudul 85 Kisah Abu Nawas serta biografi Abu Nawas dari lahir hingga wafat .

( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved