Banjir di Sumbar

Uli Terisak Mengais Lumpur, Cari Adiknya yang Hilang Digulung Banjir Bandang Bukik Batabuah, Sumbar

Korban banjir bandang di Bukik Batabuah,, Kabupaten Agam, masih terus dicari. Banjir di Sumbar menyisakan sejumlah korban tewas

Penulis: Alex | Editor: Rinal Maradjo
Tribunpekanbaru.com
sejumlah rumah hancur di Bukik Batabuah (Senin/13/5/2024) akibat dihantam banjir bandang di Sumbar 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Uli terisak menangis berdiri di hadapan rumah di kampungnya yang sudah hancur, Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, yang dilanda longsor lahar dingin.

Adiknya, Halimah Tusyadiah yang dinyatakan hilang belum kunjung ditemukan hingga Senin (13/5/2024) malam.

Sembari terus menangis, Uli yang baru sampai dari Medan kemudian mendekati bagian tengah rumah yang sudah tak berbentuk.

Baru hari Kamis (9/5/2024) pekan lalu ia datang ke rumah kelahirannya tersebut karena ibunya meninggal dunia.

Kini, ia kembali ke rumah itu dalam kondisi yang sudah berbeda, dan luka yang semakin pilu, apalagi 2 ponakannya yang terseret banjir sudah ditemukan dan dinyatakan meninggal dunia dalam bencana itu.

Adik bungsunya, Izul mendampingi kakaknya sembari memeluk kakaknya yang tampak lemas dan tak berdaya.

Baca juga: Detik-detik Banjir Bandang di Sumbar, Kami Dengar Dentuman dari Langit, Seketika Terjadi Galodo 

Baca juga: 71 Rumah Hilang Akibat Longsor dan Banjir di Sumbar, 44 Meninggal Dunia

Baca juga: Saat Pencarian, Warga Temukan Potongan Paha Korban Bencana Banjir Bandang di Sumbar

Mereka juga menyisiri ke bagian belakang rumah, ke dekat lokasi keponakan mereka yang yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, seperti ingin memastikan keberadaan adiknya yang belum kunjung ditemukan.

Di tempat itu, Uli mengais-ngais lumpur, mencoba mencari jasad adiknya.

"Kakak saya dari Medan, baru saja sampai. Padahal kemaren beliau juga dari sini, karena ibu meninggal hari Kamis lalu," kata Izul kepada Tribunpekanbaru.com.

Hari semakin gelap, pencarian korban hilang juga dihentikan sementara, dan dijadwalkan akan dilanjutkan pada Selasa (14/5/2024) pagi.

Masyarakat tampak sibuk membersihkan ruas jalan yang sebelumnya penuh dengan lumpur, batu, kayu dan pohon-pohon tumbang.

Sejumlah alat berat juga sudah sampai di lokasi, untuk bersiap melakukan pencarian korban hilang dan melanjutkan pembersihan lokasi bencana. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved