Kamis, 23 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Goresan Tinta Emas Pengabdian Sang Bhayangkara 

Selama 2,5 tahun memimpin Polda Riau, sudah banyak torehan prestasi dan keberhasilan yang dicatatkan Irjen Pol Mohammad Iqbal.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: FebriHendra
istimewa
Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kehadiran Irjen Pol Mohammad Iqbal, membawa perubahan besar bagi kemajuan institusi Korps Bhayangkara Bumi Lancang Kuning.

Selama lebih kurang 2,5 tahun memimpin Polda Riau, telah banyak torehan prestasi dan keberhasilan yang diraih.

Sejumlah kasus besar berhasil diungkap. Mulai dari narkoba, korupsi, judi online, dan beberapa tindak kriminalitas yang menjadi perhatian publik.

Termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), konflik sosial, dan lain sebagainya.

Menurut Irjen Iqbal, pengungkapan kasus adalah suatu suatu kebanggan. Namun tak kalah penting, pencegahan juga menjadi sebuah kemuliaan.

"Bahwa antisipasi dan pencegahan preventif, itu core business-nya tugas-tugas polisi. Kalau misalnya pencegahan maksimal, daya rusak tidak ada, korban tidak ada, pelaku sudah sadar, daya cegah ini polisi harus merangkul semua potensi yang ada, mulai dari tingkat rumah tangga, RT, RW kecamatan, semua dimaksimalkan untuk daya cegah ini, inilah konsep kepolisian di tengah masyarakat," ujarnya, Sabtu (29/6/2024).

Lanjut dia, maka dari itu, peran Bhabinkamtibmas sangat penting dan harus maksimal pula, demi kesuksesan metode antisipasi.

Jika upaya pemcegahan sudah maksimal, namun masih terjadi aksi kriminalitas, maka kata Irjen Iqbal, saatnya tim reserse yang bertindak.

Bahkan ia menegaskan kepada seluruh jajaran reserse agar dapat bekerja dengan baik. Ia meminta untuk menangkap semua pelaku yang bikin resah dan mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat.

"Alhamdulillah walaupun ada dinamika pelaku cepat ditangkap, dan dilakukan tindakan tegas, kalau membahayakan nyawa petugas dan sekaligus orang lain jangan sungkan-sungkan sikat habis saja," tegas jenderal polisi berpangkat bintang dua di pundak ini.

Kendati tegas ke pelaku kejahatan, Irjen Iqbal meminta kepada jajarannya untuk tetap humanis melayani masyarakat. Karena sejatinya, polisi adalah pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat.

Riau Jadi 'Idola' Event Nasional

Sejak Irjen Iqbal menjabat, banyak event-event berskala nasional yang pelaksanaannya dipusatkan di Riau. Seperti yang baru-baru ini digelar, yakni kegiatan Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang dipusatkan di Kota Dumai.

Sebelumnya, Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2024, yang dipimpin langsung Presiden Joko Widodo, digelar di Riau dan dipusatkan di Lapangan Garuda komplek Pertamina Hulu Rokan (PHR), juga di Kota Industri Dumai.

Artinya, stabilitas keamanan di Riau dinilai sangat baik. Sehingga, banyak agenda nasional yang mengambil lokasi pelaksanaan di Provinsi Riau.

Tak hanya berkontribusi bagi pemeliharaan Kamtibmas saja, Irjen Iqbal juga fokus pada peningkatan ekonomi. Salah satunya, lewat iven Riau Bhayangkara Run dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara.

Perputaran ekonomi di Riau, mengalami peningkatan berkat terselenggaranya Riau Bhayangkara Run. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya okupansi hotel dan penginapan, penjualan oleh-oleh atau produk UMKM lainnya, restoran atau tempat kuliner, wisata, dan masih banyak lagi.

Setelah sukses diselenggarakan pada tahun 2023 lalu, tahun 2024, iven olahraga lari terbesar di Pulau Sumatera itu kembali diadakan untuk kedua kalinya. Bahkan, peminatnya lebih tinggi lagi. Dimana, pesertanya tembus 10 ribu orang.

Masyarakat Berperan Atas Keberhasilan Kinerja Polisi

Kekuatan Polda Riau dan jajaran, tidak berarti apa-apa tanpa bantuan dan dukungan masyarakat.

Baik itu dari unsur para ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama, mahasiswa, wartawan dan seluruh elemen masyarakat.

Tak hanya itu, tanpa sinergitas dengan jajaran TNI, pemerintah daerah, dan stake holder terkait, pelaksanaan tugas di lapangan juga tak akan berjalan mulus.

"Kita tak ada apa-apa dibanding masyarakat. Maka di Hari Bhayangkara ke-78 ini, saya selaku Kapolda Riau sangat berharap masyarakat dapat terus mengawal kami, kuatkan kami, terus juga koreksi kami, masih banyak salah, demi kerja perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat," papar jenderal jebolan Akpol 1991 ini.

Ia pun berkomitmen untuk melaksanakan penegakan hukum yang berkeadilan, untuk memelihara Kamtibmas. Karena hulu dari kemajuan sebuah daerah, tentu bermula dari stabilitas keamanan yang baik.

Irjen Iqbal menambahkan, selama lebih kurang 2,5 tahun bertugas sebagai Kapolda Riau, banyak kesan yang ia dapat.

Ia merasa, dirinya banyak dibantu oleh seluruh masyarakat. Apalagi, Riau bukan daerah asing bagi dirinya.

Kepada keluarga besar Polda Riau, terlebih di momentum Hari Bhayangkara ini, tidak ada yang lebih tepat selain sebagai anggota polisi, harus memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

"Saya sering katakan bahwa polisi yang paling mulia itu polisi yang dicintai masyarakatnya, polisi yang dikenang oleh masyarakatnya karena kerja-kerja polisi yang beriorientasi pada perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat," jelasnya.

"Berikan yang terbaik, do the best untuk keamanan, perlindungan, dan pelayanan masyarakat yang nanti muara kepada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Nanti insyaallah Riau maju melenting jauh meninggalkan provinsi lain, Ketika stabilitas politik, ekonomi yang kita tahu patokannya stabitas keamanan," imbuhnya.

Ia berharap, masyarakat dapat terus mendoakan dan mendukung tugas-tugas kepolisian di Riau agar berjalan dengan maksimal dan baik.

Isi Dengan Kegiatan Sosial Kemanusiaan

Jajaran Kepolisian Daerah Riau, sudah melakukan berbagai rangkaian kegiatan, yang menitikberatkan pada agenda sosial kemanusiaan.

Mulai dari donor darah, penyaluran bantuan sembako, pengobatan massal, sunatan massal, operasi bibir sumbing dan katarak, vaksinasi massal, dan kegiatan anjangsana ke tempat purnawirawan Polri.

Umur 78 tahun bagi sebuah organisasi, tentu akan berbeda jika dilihat dari kacamata orang perorangan.

Sebuah organisasi, dengan bertambahnya umur, tentu memiliki tanggungjawab lebih dan harus memiliki suatu hal 'besar' yang harus ditunjukkan. Manfaat kehadiran Polri selama 78 tahun ini, sudah sejauh mana.

Lalu, apakah organisasi ini semakin matang atau sebaliknya. Ukurannya berada pada kebermanfaatan. Selanjutnya, seberapa besar masyarakat akan berharap pada Polri.

Memasuki usia 78 tahun, tentunya ini bukan sekedar angka. Tapi harus ada yang perlu dimaknai. Mengenal Bhayangkara saat ini, erat kaitannya dengan Program Presisi yang dicanangkan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Presisi bukan sekedar singkatan dari Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan. Namun dalam 3 makna itu, ada hal yang harus dikerjakan.

Polri dewasa ini, telah berselaras dengan kemajuan zaman. Teknologi dan data, hal yang tak dapat dipisahkan dan harus dikuasai Polri. Hal ini juga menjadi implementasi dari Polri yang modern dan prediktif.

Bersempena Hari Bhayangkara Ke-78 ini, Irjen Iqbal mengajak seluruh anggota polisi, agar bisa meningkatkan sinergi dengan stake holder dan masyarakat. Saling berpegangan tangan dan bekerjasama dalam menuntaskan segala bentuk permasalahan yang ada dalam dinamika bermasyarakat.

“Saya mengajak semua polisi yang ada di Riau, kita tidak bisa bekerja sendiri, kita harus bekerja sama dengan para tokoh-tokoh penting di setiap wilayah,” sebut Irjen Iqbal.

Selaku Kapolda, dirinya bukan hanya memerintahkan, tetapi juga turun langsung guna menunjukkan bagaimana menjaga sinergitas dan soliditas itu. Baik di instansi Polri sendiri, maupun dengan pihak lainnya.

“Karena kita harus bisa menjadi tauladan bagi personel dan masyarakat,” ungkap Irjen Iqbal.

Karena itu ia memaparkan, sosok polisi harus hadir dalam melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat.

Menurutnya, pemimpin harus menjadi contoh bagi personelnya. Selain memberikan warna untuk anggota, juga memberikan warna untuk masyarakat.

Dijabarkan Irjen Iqbal, Provinsi Riau memiliki potensi yang kaya. Baik itu sumber daya alam maupun sumber daya manusianya.

"Kita contohkan saja seperti minyak bumi, kelapa sawit dan lain-lain. Provinsi Riau yang bertetangga, secara geografis dengan negara luar seperti Malaysia dan Singapura. Otomatis karena kondisi geografis ini, menjadi pintu masuk. Secara positif ekonomi. Negatifnya, masuk barang terlarang, termasuk narkoba," ucapnya.

Ia menyatakan, polisi di Riau harus melakukan pengelolaan kamtibmas secara profesional dan modern.

"Saya mengajak polisi di Riau, pertama kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus selalu bekerjasama dengan seluruh stake holder. Polisi harus mendekat ke masyarakat, tokoh adat, agama, tokoh masyarakat, termasuk tokoh pemuda. Walaupun adek-adek itu umurnya jauh dibawah kita, mereka adalah regenerasi kita," jabar Irjen Iqbal.

"Saya pun selaku kapolda tidak hanya memerintah saja. Saya akan tunjukkan. Saya mendekat ke masyarakat. Ketika pimpinan melakukan strategi seperti itu menjadi tauladan, maka secara otomatis kebawah akan ikut. Saya juga meminta seluruh personel Polda Riau, kita harus memberdayakan semua sumber daya yang dipunya," tambahnya.

Irjen Iqbal meminta, semua anggota Polri harus maksimal dalam melayani mengayomi dan melindungi masyarakat. 

"Saya hadir disini dengan style saya bersahabat dengan masyarakat, bersahabat dengan tim saya. Pertama, sekalipun saya jenderal, saya tidak ingin menjaga jarak dengan mereka," tegasnya.

Ia memaparkan, semua anggota Polri harus berjuang memberi sesuatu yang terbaik pada masyarakat. Menurutnya, efek dari polisi yang mendekat ke masyarakat, pasti akan menciptakan situasi kamtibmas yang baik pula.

"Kita harus maksimal, humanis ke masyarakat. Artinya, saya ingin mengajak dengan maksimal betul. Jadi masyarakat akan rindu dengan petugas berbaju cokelat ini. Bahkan ketika melihat sosok polisi, event kapolda, masyarakat akan berkata itu sahabat kita. Pelayan dan pelindung kita, pengayom kita. Sosoknya dirindukan karena itu," papar Kapolda Riau.

"Lain dengan pelaku kejahatan. Apalagi dengan gembong narkoba. Kita harus jadi musuh paling ditakuti. Dengan apa? senjata hukum. Saya tidak main-main soal ini. Saya tekankan kepada bawahan, lakukan penegakan hukum yang tegas dan terukur kepada para pelaku. Bahkan bila mengancam nyawa petugas dan nyawa masyarakat, jangan takut menghentikan pelaku tersebut. Bila harus menghilangkan nyawa mereka. Saya minta harus tegas dan terukur," lontar Irjen Iqbal tegas.

Kapolda Riau menjelaskan, dalam menegakkan hukum, jajarannya menekan upaya preventive strike dan preemtif strike. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved