Karhutla di Pelalawan
Satu Hektar Lahan di Desa Kemang Pelalawan Riau Terbakar,Diduga dari Api yang Ditinggalkan Pemancing
Dugaan api yang berasal dari aktivitas pemancing yang kerap mencari ikan di Sungai Kampar berdasarkan keterangan dari masyarakat sekitar.
TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) muncul di Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan pada Jumat (12/7/2024) sore pekan lalu.
Karhutla diduga berasal dari api yang ditinggalkan oleh pemancing yang sedang mencari ikan.
Lokasi Karhutla tidak jauh dari Sungai Kampar yang mengalir di sepanjang Kecamatan Pangkalan Kerinci dan Pangkalan Kuras.
Api yang sebelumnya kecil kian membesar akibat tiupan angin hingga membakar semakin belukar yang ada di sekitarnya.
"Langsung berhasil dipadamkan sore itu juga. Diperkirakan satu hektar lahan yang terbakar," tutur Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (14/7/2024).
Dugaan api yang berasal dari aktivitas pemancing yang kerap mencari ikan di Sungai Kampar berdasarkan keterangan dari masyarakat sekitar.
Saat petugas gabungan dari berbagai instansi turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman, warga setempat bercerita terkait pemancing yang sering menghidupkan api untuk kepentingan tertentu.
Namun diperkirakan bara api belum padam saat ditinggalkan oleh pemancing.
Baca juga: Karhutla di Riau, Titik Api Terlacak Tak Jauh dari Pusat Ibukota Kampar
Baca juga: Nihil Karhutla, Operasi TMC di Riau Tetap Berjalan
"Kami mengimbau masyarakat yang hobi memancing agar tidak meninggalkan api atau bara yang masih hidup. Kalau boleh jangan melakukan pembakaran di areal lahan kering," katanya.
Selain itu, lanjut Zulfan, api Karhutla terpantau di areal Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui.
Titik api itu terdeteksi oleh petugas dari BPBD Riau yang melakukan patroli udara ke wilayah TNTN. Saat titi api dan asap terlihat, Satgas Udara BPBD Riau langsung menerjunkan helikopter Water Boombing dan menyirami api hingga padam.
"Karena lokasinya jauh, jadi hanya Helikopter WB saja. Petugas darat tidak diturunkan," tandas Zulfan.
Berdasarkan data milik BPBD, luas lahan yang telah hangus dilalap api sepanjang tahun 2024 ini mencapai 118 hektar.
Jumlah lahan yang terbakar itu terhitung sejak 1 Januari hingga 21 Juni 2024. Lahan yang gosong itu tersebar di lima desa di dua kecamatan yang memang menjadi langganan Karhutla.
Terluas ada di Kecamatan Teluk Meranti 102 hektar dengan rincian Desa Pulau Muda 29 ha, Gambut Mutiara 60 ha, dan Pangkalan Terap 13 ha.
Terakhir di Kecamatan Kuala Kampar dengan total 16 ha yakni Desa Sungai Upih 2 ha dan Teluk Beringin 14 ha. Jumlah itu akan bertambah dengan kasus Karhutla di Pangkalan Kerinci dan wilayah TNTN dalam sepakan ini.
( Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)
| Ini Besaran Luas Lahan Gambut Terbakar di Gambut Mutiara dan Pangkalan Terap Pelalawan |
|
|---|
| Karhutla di Desa Gambut Mutiara Akhirnya Padam Total, BPBD Sebut Pelalawan Zero Firespot |
|
|---|
| Masih Ada Titik Asap, Karhutla di Desa Gambut Mutiara Pelalawan Ditargetkan Tuntas Hari Ini |
|
|---|
| Api Karhutla di Desa Gambut Mutiara Pelalawan Padam, Tim Lanjutkan Pendinginan |
|
|---|
| Api Karhutla di Gambut Mutiara Pelalawan Mulai Terkendali, Tim Lanjutkan Pendinginan Hilangkan Asap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Karhutla-yang-muncul-di-Desa-Kemang-Kecamatan-Pangkalan-Kuras.jpg)