Kakek Nenek Tewas di Jonggol
Opa Oma di Jonggol Itu Bertahan Hidup dengan Bantuan Tetangga dan Gereja Hingga Tewas Membusuk
Adiknya dan tetangga serta jemaat gereja lah yang peduli mengurus Hans dan Rita hingga bisa bertahan hidup.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Sepasang lansia ditemukan tewas dengan kondisi jasad yang mulai membusuk.
Lansia yang bertempat tinggal di Jonggol itu kini menjadi sorotan publik.
Sebab, sehari-hari mereka bertahan hidup mengandalkan bantuan orang lain.
Sementara ketiga anaknya hingga kini belum muncul.
Publik pun mempertanyakan bagaimana kedua lansia pasutri tersebut bisa bertahan hidup tanpa diurus anak-anaknya.
Kini, terungkap cara bertahan hidup lansia pasutri bernama Hans Tomasoa dan Rota Tomasoa tersebut tanpa bantuan ketiga anaknya.
Hans Tomasoa merupakan mantan pelaut, usianya 83 tahun.
Sedangkan istrinya, Rita Tomasoa Wattimena adalah mantan penyiar radio RRI.
Baca juga: Viral, Banyak Mahasiswa yang Terjaring Razia Polda Riau di Angels Wing Pekanbaru Kamis Dini Hari
Baca juga: Warga di Riau Tewas Diterkam Harimau: Tahun 2019 Ada Kisah Petani Selamat Meski Sudah Bertatapan
Hans dan Rita ditemukan tewas dalam kamar rumahnya di Perumahan Citra Indah Bukit Raflesia, Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor pada Selasa (16/7/2024).
Informasinya, Rita Tomasoa mengalami stroke.
Hans Tomasoa lah yang selalu merawatnya.
"Diduga dalam keadaan sakit," kata Kapolsek Jonggol Kompol Wagiman.
Padahal Hans dan Rita memiliki 3 orang anak laki-laki.
"Keterangan saksi demikina, sudah lama dia tingga di situ, berdua saja," kata Kompol Wagiman.
Sayangnya hingga kini polisi masih belum menemukan kejelasan atas keberadaan anak-anak Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa.
"Kita nyari informasi juga belum ketemu," kata Kompol Wagiman.
Menurut Kompol Wagiman, Hans dan Rita masih memiliki seorang adik yang sering menjenguk ke Jonggol.
Baca juga: Usul Foto Pegi Dipajang di Seluruh Polres, Eks Wakapolri: Supaya Tidak Terjadi Lagi Salah Tangkap
Baca juga: DETIK-DETIK Yosania Zega Diserang Harimau di Siak Riau: Kondisi Jasad Korban Mengenaskan
"Dia punya adik, tinggal di Jakarta," katanya.
Bahkan jenazah Hans Romasoa dan Rita diurus oleh orang lain.
"Pemakaman dari pihak gereja sama adiknya," katanya.
Selama hidup berdua tanpa diurus anak, Hans Tomasoa dan Rita mampu bertahan hidup.
Adiknya dan tetangga serta jemaat gereja lah yang peduli mengurus Hans dan Rita hingga bisa bertahan hidup.
"Pihak gereja kadang menengok ke situ," katanya.
Dia Dede Ronawati bercerita, biasanya jika memerlukan sesuatu Hans Tomasoa selalu menelepon.
"Biasanya Opa akan menelepon gereja kalau memerlukan sesuatu. Tetapi kali ini tidak ada telepon," katanya di postingan Facebook.
Hans dan Rita biasanya menerima makanan dari warga dan jemaat gereja.
"Pernah bergantian mengantarkan makanan antar warga dan Presbiter SP3, sebelum akhirnya keluarga menyerahkan ke tetangga untuk memasakkan makanan untuk Oma dan Opa," jelasnya.
Tak hanya membantu kebutuhan sehari-hari saja, pihak gereja juga sampai membersihkan rumah Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa.
"Kami sudah berupaya yang terbaik dalam memperhatikan dan menjaga oma dan Opa termasuk membersihkan rumah beliau. Mungkin minggu kemaren adalah waktu Tuhan bagi Oma dan Opa," katanya.
(TRIBUNPEKANBARU.COM)
Bantah Telantarkan Orangtua, Anak Kakek Nenek Tewas di Jonggol Sebut Sering Rebutan Urus Orangtua |
![]() |
---|
Putra Sulung Hans Tomasoa Jawab Isu Anak Tak Berbakti: Singgung Hak Waris Rumah |
![]() |
---|
Anak Sulung Hans Tomasoa & Rita Klarifikasi, Tuding Ada Persekongkolan Jahat Terkait Isu Beredar |
![]() |
---|
Anak Pertama Opa Hans dan Oma Rita Bantah Telantarkan Orangtua Hingga Tewas Membusuk |
![]() |
---|
Curhatan Anak Opa Oma yang Tewas di Jonggol, Ungkap Masalah Keluarga Hingga Telantarkan Orangtua |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.