Keharmonisan Keluarga Turut Berdampak Terhadap Risiko Kanker Anak
Dokter spesialis anak RSUD Arifin Achmad dr Elmi mengatakan banyak anak penderita kanker berasal dari keluarga yang bermasalah.
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Banyaknya kasus kanker anak yang ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad menjadikan persoalan ini membutuhkan perhatian dan penanganan khusus.
Dokter Spesialis Anak di RSUD Arifin Achmad, Dr dr Elmi Ridar SpA(K) mengungkapkan, selain faktor genetik dan lingkungan, ada satu faktor penting yang sering kali terabaikan, yakni keharmonisan keluarga.
Dari pengalamannya sebagai dokter anak, dikatakan dr Elmi banyak anak penderita kanker berasal dari keluarga yang bermasalah.
Baca juga: Pola Makan Hingga Kebersihan Harus Diperhatikan untuk Cegah Kanker pada Anak
"Pengalaman saya selama ini menunjukkan bahwa anak-anak yang berasal dari keluarga dengan konflik atau masalah internal cenderung lebih rentan terhadap kanker," kata dr Elmi kepada Tribun, Minggu (21/7/2024).
Dikatakannya, stres dan ketidakstabilan emosional dalam keluarga bisa berdampak negatif pada kesehatan anak secara keseluruhan.
"Kondisi psikologis anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarganya. Stres yang berkepanjangan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat anak lebih rentan terhadap penyakit, termasuk kanker," imbuhnya.
Tidak hanya itu, anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang harmonis dikatakannya cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat. "Hubungan yang baik antar anggota keluarga, komunikasi yang sehat, dan dukungan emosional dapat membantu meningkatkan ketahanan anak terhadap berbagai penyakit. Karena itu, penting bagi orangtua untuk menciptakan lingkungan rumah yang positif dan penuh kasih sayang," jelasnya.
Selain dukungan emosional, keharmonisan keluarga dikatakannya juga berkontribusi dalam memastikan kebutuhan gizi dan kesehatan anak lebih terperhatikan. Pola makan yang sehat, kaya akan nutrisi, sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka.
"Dalam keluarga yang harmonis, perhatian terhadap pola makan anak biasanya lebih baik. Orangtua lebih memperhatikan asupan gizi yang seimbang, memastikan anak mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi," tambah dr Elmi.
Ia juga menjelaskan, keluarga yang harmonis cenderung lebih proaktif dalam menjaga kesehatan anak secara keseluruhan.
Selain faktor emosional dan gizi, dr Elmi juga mengingatkan pentingnya kebersihan dan aktivitas fisik dalam keluarga. "Pola hidup sehat yang mencakup kebersihan dan aktivitas fisik yang cukup juga berperan dalam menjaga kesehatan anak," ujarnya.
Dalam upaya menekan angka kejadian kanker pada anak, dr Elmi berharap agar masyarakat semakin menyadari pentingnya peran keluarga yang harmonis. "Kesehatan anak tidak hanya bergantung pada faktor medis, tetapi juga pada dukungan dan keharmonisan dalam keluarga. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat dan penuh kasih sayang untuk anak-anak kita," tuturnya.
( Tribunpekanbaru.com /Alexander)
| VIRAL Video Warga di Kampar Turun ke Lokasi Menolak Galian C di Sungai, Ini Penjelasan Polisi |
|
|---|
| Ombudsman Riau Sorot Perilaku Istri Anggota DPRD Kampar yang Diduga Ancam Ibu Murid PAUD |
|
|---|
| 3 Ekor Harimau Lalu Lalang Dekat Pemukiman Warga di Pelalawan, Tim Gabungan Pasang 2 Kamera Trap |
|
|---|
| Viral di Medsos, Remaja di Pekanbaru Meninggal Dunia Usai Diduga Jadi Korban Pengeroyokan |
|
|---|
| Sengkarut Tunjangan Dokter RSUD Bangkinang Kampar, Tak Dibahas di DPRD, Penyelesaian Buntu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Hampir-Separuh-Pasien-Anak-di-RSUD-Arifin-Achmad-Menderita-Penyakit-Kanker.jpg)