Kamis, 16 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Mari Membaca Al Quran

Al-Qur'an Digital: Surat Taha Ayat 41-60 Beserta Terjemahannya

Membaca Al-Quran khususnya Surat Taha melembutkan hati, berikut ayat 41,42,43,44,45,46,47,48,49,50,51,52,53,54,55,56,57,58,59,60.

Editor: FebriHendra
istimewa
Surat Taha Ayat 41-60 Beserta Terjemahannya 

20. Surat Taha
Ayat 41 - 60
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

 

وَاصۡطَنَعۡتُكَ لِنَفۡسِى‌ۚ

Wastana' tuka linafsii

41. dan Aku telah memilihmu (menjadi rasul) untuk diri-Ku.

اِذۡهَبۡ اَنۡتَ وَاَخُوۡكَ بِاٰيٰتِىۡ وَلَا تَنِيَا فِىۡ ذِكۡرِى‌ۚ

Izhab anta wa akhuuka bi Aayaatii wa laa taniyaa fii zikrii

42. Pergilah engkau beserta saudaramu dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan)-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai mengingat-Ku;

اِذۡهَبَاۤ اِلٰى فِرۡعَوۡنَ اِنَّهٗ طَغٰى‌

Izhabaaa ilaa Fir'awna innahuu taghaa

43. pergilah kamu berdua kepada Fir‘aun, karena dia benar-benar telah melampaui batas;

فَقُوۡلَا لَهٗ قَوۡلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوۡ يَخۡشٰى

Faquulaa lahuu qawlal laiyinal la allahuu yatazakkkaru 'aw yakhshaa

44. maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.

قَالَا رَبَّنَاۤ اِنَّـنَا نَخَافُ اَنۡ يَّفۡرُطَ عَلَيۡنَاۤ اَوۡ اَنۡ يَّطۡغٰى

Qoolaa Rabbanaaa innanaa nakhaafu ai yafruta 'alainaaa aw ai yatghaa

45. Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, sungguh, kami khawatir dia akan segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas,"

قَالَ لَا تَخَافَآ‌ اِنَّنِىۡ مَعَكُمَاۤ اَسۡمَعُ وَاَرٰى

Qoola laa takhaafaaa innanii ma'akumaa asma'u wa araa

46. Dia (Allah) berfirman, "Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.

فَاۡتِيٰهُ فَقُوۡلَاۤ اِنَّا رَسُوۡلَا رَبِّكَ فَاَرۡسِلۡ مَعَنَا بَنِىۡۤ اِسۡرَآءِيۡلَ وَلَا تُعَذِّبۡهُمۡ‌ ؕ قَدۡ جِئۡنٰكَ بِاٰيَةٍ مِّنۡ رَّبِّكَ‌ ؕ وَالسَّلٰمُ عَلٰى مَنِ اتَّبَعَ الۡهُدٰى

Faatiyaahu faquulaaa innaa Rasuulaa Rabbika fa arsil ma'anaa Banii Israaa'iila wa laa tu'azzibhum qad ji'naaka bi Aayatim mir Rabbika wassa laamu 'alaa manit taba'al hudaa

47. Maka pergilah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dan katakanlah, "Sungguh, kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka. Sungguh, kami datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.

اِنَّا قَدۡ اُوۡحِىَ اِلَـيۡنَاۤ اَنَّ الۡعَذَابَ عَلٰى مَنۡ كَذَّبَ وَتَوَلّٰى

Innaa qad uuhiya ilainaaa annnal 'azaaba 'alaa man kaz zaba wa tawalla

48. Sungguh, telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) pada siapa pun yang mendustakan (ajaran agama yang kami bawa) dan berpaling (tidak mempedulikannya)."

قَالَ فَمَنۡ رَّبُّكُمَا يٰمُوۡسٰى‏

Qoola famar Rabbu kumaa yaa Muusa

49. Dia (Fir‘aun) berkata, "Siapakah Tuhanmu berdua, wahai Musa?"

قَالَ رَبُّنَا الَّذِىۡۤ اَعۡطٰـى كُلَّ شَىۡءٍ خَلۡقَهٗ ثُمَّ هَدٰى

Qoola Rabbunal laziii a'taa kulla shai'in khalqahuu summa hadaa

50. Dia (Musa) menjawab, "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk."

قَالَ فَمَا بَالُ الۡقُرُوۡنِ الۡاُوۡلٰى‏

Qoola famaa baalul quruunil uulaa

51. Dia (Fir‘aun) berkata, "Jadi bagaimana keadaan umat-umat yang dahulu?"

قَالَ عِلۡمُهَا عِنۡدَ رَبِّىۡ فِىۡ كِتٰبٍ‌‌ۚ لَا يَضِلُّ رَبِّىۡ وَلَا يَنۡسَى

Qoola 'ilmuhaa 'inda Rabii fii kitaab, laa yadillu Rabbii wa laa yansaa

52. Dia (Musa) menjawab, "Pengetahuan tentang itu ada pada Tuhanku, di dalam sebuah Kitab (Lauh Mahfuzh), Tuhanku tidak akan salah ataupun lupa;

الَّذِىۡ جَعَلَ لَـكُمُ الۡاَرۡضَ مَهۡدًا وَّسَلَكَ لَـكُمۡ فِيۡهَا سُبُلًا وَّ اَنۡزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً ؕ فَاَخۡرَجۡنَا بِهٖۤ اَزۡوَاجًا مِّنۡ نَّبَاتٍ شَتّٰى

Allazii ja'ala lakumul arda mahdanw wa salaka lakum fiihaa subulanw wa anzala minas samaaa'i maaa'an fa akhrajnaa bihiii azwaajam min nabaatin shatta

53. (Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu, dan yang menurunkan air (hujan) dari langit." Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan.

كُلُوۡا وَارۡعَوۡا اَنۡعَامَكُمۡ‌ ؕ اِنَّ فِىۡ ذٰ لِكَ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الـنُّهٰى

Kuluu war'aw an'aamakum; inna fii zaalika la Aayaatil li ulin nuhaa

54. Makanlah dan gembalakanlah hewan-hewanmu. Sungguh, pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.

مِنۡهَا خَلَقۡنٰكُمۡ وَفِيۡهَا نُعِيۡدُكُمۡ وَمِنۡهَا نُخۡرِجُكُمۡ تَارَةً اُخۡرٰى‏

Minhaa khalaqnaakum wa fiihaa nu'iidukum wa minhaa nukhrijukum taaratan ukhraa

55. Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain.

وَلَـقَدۡ اَرَيۡنٰهُ اٰيٰتِنَا كُلَّهَا فَكَذَّبَ وَاَبٰى

Wa laqad arainaahu Aayaatinaa kullahaa fakaz zaba wa abaa

56. Dan sungguh, Kami telah memperlihatkan kepadanya (Fir‘aun) tanda-tanda (kebesaran) Kami semuanya, ternyata dia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran).

قَالَ اَجِئۡتَنَا لِتُخۡرِجَنَا مِنۡ اَرۡضِنَا بِسِحۡرِكَ يٰمُوۡسٰى‏

Qoola aji'tanaa litukhri janaa min ardinaa bisihrika yaa Muusa

57. Dia (Fir‘aun) berkata, "Apakah engkau datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami dengan sihirmu, wahai Musa?

فَلَنَاۡتِيَنَّكَ بِسِحۡرٍ مِّثۡلِهٖ فَاجۡعَلۡ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَكَ مَوۡعِدًا لَّا نُخۡلِفُهٗ نَحۡنُ وَلَاۤ اَنۡتَ مَكَانًـا سُوًى

Falanaatiyannaka bisihrim mislihii faj'al bainanaa wa bainaka maw'idal laa nukhlifuhuu nahnu wa laaa anta makaanan suwaa

58. Maka kami pun pasti akan mendatangkan sihir semacam itu kepadamu, maka buatlah suatu perjanjian untuk pertemuan antara kami dan engkau yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak (pula) engkau, di suatu tempat yang terbuka."

قَالَ مَوۡعِدُكُمۡ يَوۡمُ الزِّيۡنَةِ وَاَنۡ يُّحۡشَرَ النَّاسُ ضُحًى‏

Qoola maw'idukum yawmuz ziinati wa ai yuhsharan naasu duhaa

59. Dia (Musa) berkata, "(Perjanjian) waktu (untuk pertemuan kami dengan kamu itu) ialah pada hari raya dan hendaklah orang-orang dikumpulkan pada pagi hari (dhuha)."

فَتَوَلّٰى فِرۡعَوۡنُ فَجَمَعَ كَيۡدَهٗ ثُمَّ اَتٰى

Fatawallaa Fir'awnu fajjama'a kaidahuu summa ataa

60. Maka Fir‘aun meninggalkan (tempat itu), lalu mengatur tipu dayanya, kemudian dia datang kembali (pada hari yang ditentukan).

Keutamaan membaca Al-Quran khususnya Surat Taha, di antaranya:

  • Diberikan catatan amal perbuatan dengan tangan kanan dan tidak dihisap atas apa yang dilakukan.
  • Mengandung al-ismul a’dzam (nama Allah yang paling agung), jika berdoa dengannya akan dikabulkan (insya Allah).
  • Wasilah doa agar melembutkan hati.

Inilah beberapa keutamaan membaca Surat Taha dan semoga bisa diamalkan, ayat 41, 42, 43,44, 45, 46, 47, 48, 49, 50, 51, 52, 53, 54, 55, 56, 57,58, 59, dan 60. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved