Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Mari Membaca Al Quran

Al-Qur'an Digital: Surat As-Saffat Ayat 41-80 Beserta Terjemahannya

Keutamaan membaca Al-Quran khususnya Surat As-Saffat menjadi penyelamat di hari kiamat kelak, berikut Surat As-Saffat ayat 41-80.

Editor: FebriHendra
istimewa
Surat As-Saffat Ayat 41-80 Beserta Terjemahannya 

37. Surat As-Saffat
Ayat 41 - 80
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اُولٰٓٮِٕكَ لَهُمۡ رِزۡقٌ مَّعۡلُوۡمٌۙ‏

Ulaaa'ika lahum rizqum ma'luum

41. mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,

فَوَاكِهُ‌ۚ وَهُمۡ مُّكۡرَمُوۡنَۙ

Fa waakihu wa hum mukramuun

42. (yaitu) buah-buahan. Dan mereka orang yang dimuliakan,

فِىۡ جَنّٰتِ النَّعِيۡمِۙ

Fii jannaatin Na'iim

43. di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan,

عَلٰى سُرُرٍ مُّتَقٰبِلِيۡنَ

'Alaa sururim mutaqoo biliin

44. (mereka duduk) berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.

يُطَافُ عَلَيۡهِمۡ بِكَاۡسٍ مِّنۡ مَّعِيۡنٍۢ

Yutaafu 'alaihim bikaasim mim ma'iin

45. Kepada mereka diedarkan gelas (yang berisi air) dari mata air (surga),

بَيۡضَآءَ لَذَّةٍ لِّلشّٰرِبِيۡنَ‌

Baidaaa'a laz zatil lish shaaribiin

46. (warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.

لَا فِيۡهَا غَوۡلٌ وَّلَا هُمۡ عَنۡهَا يُنۡزَفُوۡنَ

Laa fiihaa ghawlunw wa laa hum 'anhaa yunzafuun

47. Tidak ada di dalamnya (unsur) yang memabukkan dan mereka tidak mabuk karenanya.

وَعِنۡدَهُمۡ قٰصِرٰتُ الطَّرۡفِ عِيۡنٌۙ‏

Wa 'indahum qoosiraatut tarfi 'iin

48. Dan di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah, dan membatasi pandangannya,

كَاَنَّهُنَّ بَيۡضٌ مَّكۡنُوۡنٌ

Ka annahunna baidum maknuun

49. seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik.

فَاَقۡبَلَ بَعۡضُهُمۡ عَلٰى بَعۡضٍ يَّتَسَآءَلُوۡنَ‏

Fa aqbala ba'duhum 'alaa badiny yatasaaa 'aluun

50. Lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap.

قَالَ قَآٮِٕلٌ مِّنۡهُمۡ اِنِّىۡ كَانَ لِىۡ قَرِيۡنٌۙ

Qoola qooa'ilum minhum innii kaana lii qariin

51. Berkatalah salah seorang di antara mereka, "Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) pernah mempunyai seorang teman,

يَقُوۡلُ اَءِ نَّكَ لَمِنَ الۡمُصَدِّقِيۡنَ

Yaquulu a'innnaka laminal musaddiqiin

52. yang berkata, "Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?

ءَاِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَدِيۡنُوۡنَ

'A-izaa mitnaa wa kunnaa turaabanw wa 'izaaman 'ainnaa lamadiinuun

53. Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?"

قَالَ هَلۡ اَنۡتُمۡ مُّطَّلِعُوۡنَ

Qoola hal antum muttali'uun

54. Dia berkata, "Maukah kamu meninjau (temanku itu)?"

فَاطَّلَعَ فَرَاٰهُ فِىۡ سَوَآءِ الۡجَحِيۡمِ

Fattala'a fara aahu fii sawaaa'il Jahiim

55. Maka dia meninjaunya, lalu dia melihat (teman)nya itu di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.

قَالَ تَاللّٰهِ اِنۡ كِدْتَّ لَـتُرۡدِيۡنِۙ

Qoola tallaahi in kitta laturdiin

56. Dia berkata, "Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku,

وَلَوۡلَا نِعۡمَةُ رَبِّىۡ لَـكُنۡتُ مِنَ الۡمُحۡضَرِيۡنَ

Wa law laa ni'matu Rabbii lakuntu minal muhdariin

57. dan sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka)."

اَفَمَا نَحۡنُ بِمَيِّتِيۡنَۙ

Afamaa nahnu bimaiyitiin

58. Maka apakah kita tidak akan mati?

اِلَّا مَوۡتَتَـنَا الۡاُوۡلٰى وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِيۡنَ

Illa mawtatanal uula wa maa nahnu bimu'azzabiin

59. Kecuali kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan diazab (di akhirat ini)?"

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الۡفَوۡزُ الۡعَظِيۡمُ

Inna haazaa falya'ma lil'aamiluun

60. Sungguh, ini benar-benar kemenangan yang agung.

لِمِثۡلِ هٰذَا فَلۡيَعۡمَلِ الۡعٰمِلُوۡنَ

Limisli haaza falya'ma lil 'aamiluun

61. Untuk (kemenangan) serupa ini, hendaklah beramal orang-orang yang mampu beramal.

اَذٰ لِكَ خَيۡرٌ نُّزُلًا اَمۡ شَجَرَةُ الزَّقُّوۡمِ

Azaalika khairun nuzulan am shajaratuz Zaqqom

62. Apakah (makanan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum.

اِنَّا جَعَلۡنٰهَا فِتۡنَةً لِّلظّٰلِمِيۡنَ

Innaa ja'alnaahaa fitnatal lizzaalimiin

63. Sungguh, Kami menjadikannya (pohon zaqqum itu) sebagai azab bagi orang-orang zhalim.

اِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخۡرُجُ فِىۡۤ اَصۡلِ الۡجَحِيۡمِۙ

Innahaa shajaratun takhruju fiii aslil Jahiim

64. Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim,

طَلۡعُهَا كَاَنَّهٗ رُءُوۡسُ الشَّيٰطِيۡنِ

Tal'uhaa ka annahuu ru'uusush Shayaatiin

65. Mayangnya seperti kepala-kepala setan.

فَاِنَّهُمۡ لَاٰكِلُوۡنَ مِنۡهَا فَمٰلِــُٔــوۡنَ مِنۡهَا الۡبُطُوۡنَ

Fa innahum la aakiluuna minhaa famaali'uuna minhal butuun

66. Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum).

ثُمَّ اِنَّ لَهُمۡ عَلَيۡهَا لَشَوۡبًا مِّنۡ حَمِيۡمٍ‌ۚ

Summa inna lahum 'alaihaa lashawbam min hamiim

67. Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas.

ثُمَّ اِنَّ مَرۡجِعَهُمۡ لَا۟اِلَى الۡجَحِيۡمِ

Summa inna marji'ahum la ilal Jahiim

68. Kemudian pasti tempat kembali mereka ke neraka Jahim.

اِنَّهُمۡ اَلۡفَوۡا اٰبَآءَهُمۡ ضَآلِّيۡنَۙ‏

Innahum alfaw aabaaa'ahum daaalliin

69. Sesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat,

فَهُمۡ عَلٰٓى اٰثٰرِهِمۡ يُهۡرَعُوۡنَ‏

Fahum 'alaa aasaarihim yuhra'uun

70. lalu mereka tergesa-gesa mengikuti jejak (nenek moyang) mereka.

وَلَـقَدۡ ضَلَّ قَبۡلَهُمۡ اَكۡثَرُ الۡاَوَّلِيۡنَۙ‏

Wa laqad dalla qablahum aksarul awwaliin

71. Dan sungguh, sebelum mereka (Suku Quraisy), telah sesat sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,

وَلَقَدۡ اَرۡسَلۡنَا فِيۡهِمۡ مُّنۡذِرِيۡنَ‏

Wa laqad arsalnaa fiihim munziriin

72. dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul) pemberi peringatan di kalangan mereka.

فَانْظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَاقِبَةُ الۡمُنۡذَرِيۡنَۙ

Fanzur kaifa kaana 'aaqibatul munzariin

73. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu,

اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الۡمُخۡلَصِيۡنَ

Illaa 'ibaadal laahil mukhlasiin

74. kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa).

وَلَقَدۡ نَادٰٮنَا نُوۡحٌ فَلَنِعۡمَ الۡمُجِيۡبُوۡنَ

Wa laqad naadaanaa Nuuhun falani'mal mujiibuun

75. Dan sungguh, Nuh telah berdoa kepada Kami, maka sungguh, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa.

وَنَجَّيۡنٰهُ وَاَهۡلَهٗ مِنَ الۡكَرۡبِ الۡعَظِيۡمِ

Wa jajainaahu wa ahlahuu minal karbil 'aziim

76. Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar.

وَجَعَلۡنَا ذُرِّيَّتَهٗ هُمُ الۡبٰقِيۡنَ

Wa ja'alnaa zurriyyatahuu hummul baaqiin

77. Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.

وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِى الۡاٰخِرِيۡنَ

Wa taraknaa 'alaihi fil aakhiriin

78. Dan Kami abadikan untuk Nuh (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;

سَلٰمٌ عَلٰى نُوۡحٍ فِى الۡعٰلَمِيۡنَ

Salaamun 'alaa Nuuhin fil 'aalamiin

79. "Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di seluruh alam."

اِنَّا كَذٰلِكَ نَجۡزِى الۡمُحۡسِنِيۡنَ

Innaa kazaalika najzil muhsiniin

80. Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Keutamaan membaca Al-Quran khususnya Surat As-Saffat, di antaranya:

  • Menjauhkan dan melindungi diri kita dari godaan setan yang terkutuk.
  • Para malaikat yang mendengar hamba Allah rutin membaca surat ini akan bersaksi bahwa hamba tersebut mengimani Allah dan Rasul-Nya.
  • Menjadi penyelamat di hari kiamat kelak.

Inilah beberapa keutamaan membaca Surat As-Saffat ayat 41-80 dan semoga bisa diamalkan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved