Ada 1.834 Kasus, Pemkab Rohil Segera Tetapkan Status Bencana Non Alam Malaria
Dinas Kesehatan Kabupaten Rohil sudah mengajukan Surat Permohonan Penetapan Status Bencana Non Alam Malaria ke BPBD Kabupaten Rohil.
Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: Sesri
TRIBUNPEKANBARU.COM, ROHIL - Tingginya kasus malaria di Rokan Hilir (Rohil), pemerintah Kabupaten Rohil akan menetapkan bencana non alam.
Dinas Kesehatan Kabupaten Rohil sudah mengajukan Surat Permohonan Penetapan Status Bencana Non Alam Malaria ke BPBD Kabupaten Rohil.
Pengajuan surat permohonan penetapan status Bencama Non Alam Malaria ini tertanggal 7 Oktober 2024.
Sekretaris BPBD Rohil Edo Rendra melalui Penata Penanggulangan Bencana BPBD Rohil, Devita Trimaily, Kamis (10/10/2024) membenarkan pengajuan permohonan tersebut.
"Iya benar Dinas Kesehatan Kabupaten Rohil telah mengajukan penetapan status Bencana Non Alam Malaria di Rohil," ungkapnya.
Menurutnya penetapan status ini didorong oleh tingginya kasus Malaria di Rohil.
Baca juga: Tangani Wabah Malaria di Riau, Kemenkes Akan Kirim 6.000 Dosis Obat DHP ke Inhil dan Rohil
Baca juga: Mencapai 82 Kasus, Kasus Positif Malaria di Inhil Terus Meningkat
Berdasarkan data yang disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Rohil kepeda BPBD Rohil, per 7 Oktober 2024 ada sebanyak 1.834 kasus Malaria di Rohil.
Daerah dengan kasus tertinggi terjadi di Kecamatan Pasir Limau Kapas dan Kecamatan Kubu Babussalam.
Menurut Devita bahwa dalam waktu dekat Status Bencana Non Alam Malaria akan segera ditetapkan.
Devita mengatakan bencana banjir yang melanda saat ini dapat menjadi pendorong bertambahnya jumlah kasus Malaria.
Meski demikian, tidak hanya itu saja yang diwaspadai, pergerakan orang terjangkit Malaria dan pola hidup masyrakat juga jadi antisipasi.
( Tribunpekanbaru.com / Ikhwanul Rubby).
| Cegah Penyebaran Malaria di Rohil, Petugas Semprot Rumah Warga dan Edukasi Pelajar |
|
|---|
| Angka DBD di Rohul Diperkirakan Meningkat Pada April Ini |
|
|---|
| Polemik Tunjangan Dokter Spesialis di Siak Berlanjut, Eks Kadinkes Minta Direktur RS Jadi Penengah |
|
|---|
| Ibu Guru Ini Adukan Suami, Sebut Selingkuh dengan Teman Kantor Sesama PPPK di Dinkes Kampar |
|
|---|
| Kepala Puskesmas Rokan IV Koto II Akhirnya Diganti, Buntut Layanan Puskesmas Tutup di Jam Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Nyamuk-Malaria-Anopheles.jpg)