Rabu, 29 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Debit Waduk di Kampar Naik karena Hujan, Tetapi Pembangkitan Listrik Belum Optimal

Curah hujan yang tinggi membuat debit waduk di Kampar naik. Tetapi belum begitu mempengaruhi kerja turbin pembangkit. 

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com/Fernando
Curah hujan yang tinggi membuat debit waduk di Kampar naik. Tetapi belum begitu mempengaruhi kerja turbin pembangkit.  

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Curah hujan yang tinggi membuat debit waduk di Kampar naik.

Curah hujan meningkat di wilayah Kampar dalam beberapa hari belakangan. Tetapi belum begitu mempengaruhi kerja turbin pembangkit. 

Ada tiga unit turbin di Waduk PLTA Koto Panjang Desa Merangin Kecamatan Kuok. Masing-masing dapat menghasilkan listrik berkapasitas 38 Megawatt (MW). 

Berdasarkan data yang diterima Tribunpekanbaru.com dari Manajer Unit Layanan Pembangkit Listrik Tenaga Air (ULPLTA) Koto Panjang, Dhani Irwansyah, volume air masuk (inflow) ke waduk meningkat pada Oktober 2024. 

Pada September 2024, inflow lebih kecil dari volume air keluar (outflow). Besar outflow yakni buangan waduk melalui turbin. 

Inflow waduk rata-rata selama September sebesar 137,89 meter kubik per detik (m3/det).

Sedangkan outflow rata-rata 250,06 m3/det.

Selama 10 hari di bulan Oktober, inflow rata-rata menjadi lebih besar dari outflow. Inflow 235,95 m3/det, sedangkan outflow 221,65 m3/det.

Meski begitu, masih ada pembatasan operasional turbin. Dhani mengatakan, pengoperasian tiga turbin bersamaan hanya pada saat Waktu Beban Puncak (WBP). 

Pembatasan itu berupa penyesuaian pola operasi.

"(Turbin) masih bisa (beroperasi) ke tiga unit. Cuma ada penyesuaian pola operasi dari awalnya," katanya kepada Tribunpekanbaru.com.

Ia mengatakan, satu unit turbin dioperasikan satu atau dua unit saat Luar Waktu Beban Puncak (LWBP). Satu turbin menghasilkan 20 MW (3x20 MW). 

Sedangkan pada WBP, tiga turbin diperasikan bersamaan. Tetapi dengan hasil 30 MW per turbin (3x30 MW). Tak sampai kapasitas maksimal 38 MW. 

Menurut dia, penyesuaian pola pengoperasian ini dipengaruhi volume waduk. "Sebab elevasi masih cenderung terus menurun," ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/Fernando Sihombing)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved