Kasus Malaria di Riau
11 Tahun Lebih Eliminasi Malaria, Kuansing Zero Kasus Malaria
Sudah 11 tahun lebih Dinas Kesehatan Kabupaten Kuansing telah berkontribusi dalam eliminasi kasus malaria.
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: M Iqbal
TRIBUNPEKANBARU.COM, KUANSING - Kabupaten Kuantan Singingi berhasil menghentikan menghentikan penularan malaria.
Bahkan sudah 11 tahun lebih Dinas Kesehatan Kabupaten Kuansing telah berkontribusi dalam eliminasi kasus malaria.
Padahal kabupaten yang topografi perbukitan yang dipenuhi hutan dan perkebunan serta sungai dan anak sungai menjadi habitat alami nyamuk Anopheles yang merupakan vektor malaria.
Kabupaten ini pernah menjadi salah satu penyumbang kasus malaria pada masa dulunya, namun penularan itu terhenti sejak 2013 silam.
"Untuk Kuansing sudah eliminasi malaria sejak tahun 2013. Sejak saat itu hingga sekarang kita bebas malaria," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuansing Dr Trian Zulhadi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Helma Muliani, Senin (14/10/2024).
Baca juga: Antisipasi Penyebaran Malaria di Inhil dan Rohil, Kemenkes Kirim 500 Lembar Kelambu
Helma Muliani menjelaskan Kabupaten berhasil mendapatkan status sebagai Kabupaten Eliminasi Malaria karena tiga tahun berturut-turut tidak ditemukan kasus malaria.
Pada tahun 2013 lalu, Kabupaten Kuansing pun mendapat status kabupaten Eliminasi Malaria.
"Sampai sekarang tidak kasus malaria yang kita temukan. Untuk laporan 3 bulan terakhir kita juga tidak ada laporan kasus malaria dari 25 Puskesmas yang ada," ujar Helma.
Meskipun Kuansing sudah mencapai kemajuan yang signifikan dalam menghentikan penularan malaria, Dinkes terus mencegah penularan kasus malaria impor dari daerah endemis ke daerah reseptif dan non-reseptif.
Untuk mempertahankan zero malaria, Helma mengatakan bahwa Dinkes selalu meningkatkan penyuluhan ke masyarakat.
Hasilnya, para kades hingga kelompok masyarakat memahami dan mendukung upaya Dinkes dalam mencegah kasus malaria.
Dinkes juga kata Helma, rutin melakukan pengendalian vektor serta memastikan ketersediaan logistik penunjang malaria di setiap Puskesmas.
Selain itu, Puskesmas selalu melaksanakan skrining malaria di wilayah kerjanya masing-masing.
"Puskesmas harus membuat laporan rutin, Dinkes terus melakukan pengawasan terhadap pelaporan tersebut," ungkap Helma.
(Tribunpekanbaru.com/Guruh Budi Wibowo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Petugas-kesehatan-Kuansing-skrining-malaria.jpg)