Rabu, 22 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kabinet Prabowo Gibran

Ternyata Ini Jabatan Baru Luhut Panjaitan, Punya Peran Strategis

Luhut mencontohkan soft revenue seperti e-catalog, Simbara Nikel, Simbara kelapa sawit dan juga government technology.

IG Luhut Pandjaitan
Luhut Pandjaitan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Teka-teki jabatan baru Luhut Binsar Pandjaitan pada era kepemimpinan Prabowo-Gibran terjawan sudah.

Luhut Binsar Pandjaitan ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN). 

Penunjukan Luhut terbilang mengejutkan. Pasalnya nama Luhut belum pernah sama sekali disinggung terkait Kabinet Prabowo-Gibran.

Luhut pun hadir dalam pelantikan sebagai Ketua DEN, di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10/2024). 

Pelantikan Luhut berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 139/P Tahun 2024 tentang Pengangkatan Ketua Dewan Ekonomi Nasional.

Luhut mengatakan dia diminta oleh Prabowo untuk membantu tata kelola ekonomi, utamanya yang berkaitan dengan digitalisasi.

"Presiden Prabowo meminta membantu untuk tata kelola kita lebih baik karena tata kelola itu dengan digitalisasi saya kira itu bisa membuat kita lebih efisien," kata Luhut usai pelantikan.

Luhut mencontohkan soft revenue seperti e-catalog, Simbara Nikel, Simbara kelapa sawit dan juga government technology.

"Itu menjadi target Presiden Prabowo. Saya pikir kita lakukan," katanya.

Luhut mengatakan apabila dikerjakan bersama-sama maka soft revenue tersebut akan signifikan.

"Saya kira e-catalog versi 6 saya kira sudah dilanjutkan oleh beliau segera," pungkasnya.

Baca juga: Masih Fasih Berbahasa Kuansing Kepribadian Raja Juli Antoni, Putra Riau Jadi Menteri Prabowo

Baca juga: DETIK-DETIK Istri Siram Air Panas ke Alat Vital Suami hingga Tewas: Berawal dari Cemburu

Jawaban Luhut Usai Prabowo Dilantik

Sebelumnya, Mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa

dirinya siap menjadi penasihat untuk membantu Prabowo Subianto selaku calon presiden terpilih dalam Pemilu 2024.

“Saya siap membantu sesuai permintaan beliau sebagai penasihat, kalau (bantuan) itu masih diminta,” ujar Luhut di Bali dikutip dari Antara, Minggu (19/5/2024).

Luhut mengungkapkan bahwa sebelumnya Prabowo sudah meminta kepada dirinya

untuk menjadi menteri dalam kabinet yang sedang dibentuk oleh Prabowo.

Akan tetapi, Luhut menolak permintaan tersebut.

“Beliau (Prabowo) sudah meminta (Luhut menjadi menteri). Saya, ya, saya tidak (lanjut jadi menteri),” kata Luhut.

Baca juga: Mayor Teddy Dulu Ajudan Kini Sekretaris Kabinet Termuda, Berikut Daftar Seskab Sepanjang Masa RI

Baca juga: Irish Bella Menikah Lagi, Ammar Zoni Minta Aksesnya Bertemu Anak Tidak Dipersulit

Dalam kesempatan tersebut, Luhut meyakini bahwa Prabowo akan melanjutkan program-program yang telah dirintis sejak periode kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi).

“Beliau akan meneruskan (program Jokowi). Tentu mungkin di sana-sini ada penyesuaian,

tapi saya pikir apa yang sudah diletakkan oleh Pak Joko Widodo adalah suatu fondasi yang sangat-sangat baik,” kata Luhut.

Sebelumnya, Luhut berpesan kepada Prabowo untuk tidak membawa orang toxic atau bermasalah ke kabinetnya.

Pesan tersebut Luhut sampaikan menyambung pelajaran yang ia peroleh setelah bekerja dalam kabinet Presiden Joko Widodo selama 10 tahun terakhir.

Luhut menyampaikan pesan tersebut terkait dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang telah menetapkan

pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai pasangan calon (paslon) terpilih pada Pilpres 2024.

Penetapan tersebut tertuang dalam berita acara nomor 252/PL.01.9-BA/05/2024 tentang Penetapan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih dalam Pemilihan Umum Tahun 2024.

(TRIBUNPEKANBARU.COM)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved