Senin, 13 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Heboh Pusaran Angin di Kampar

Pusaran Angin di Kampar yang Bikin Heboh Bukan Puting Beliung, Begini Penjelasan BMKG

Fenomena yang terjadi di Desa Sungai Pinang Kecamatan Tambang itu bukan Puting Beliung, fenomena itu adalah Dush Devil.

|
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Sesri
Istimewa
Video tiupan angin yang membentuk pusaran cukup menghebohkan dunia maya. Warganet menyebutnya Puting Beliung.  

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Fenomena pusaran angin yang mirip puting beliung di tengah cuaca panas, bikin heboh.

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Riau memberi penjelasan tentang fenomena tersebut.

Kepala Stasiun Klimatologi pada Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Riau, Viktor Edwar Hasiholan Sibuea menyatakan fenomena yang terjadi di Desa Sungai Pinang Kecamatan Tambang itu bukan Puting Beliung. 

Ia mengatakan, fenomena itu adalah Dust Devil.

"Dust Devil berbeda dengam Puting Beliung," ungkapnya kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (28/10/2024).

Ia menjelaskan, Dust devil merupakan pusaran udara kecil yang kuat. Terjadi saat udara kering yang sangat panas dan tidak stabil di permukaan tanah ataupun aspal.

"Udara naik dengan cepat melalui udara yang lebih dingin di atasnya," ujarnya.

Proses tersebut membentuk aliran udara beripa pusaran dan membawa debu, serpihan, atau puing-puing di sekitarnya.

Menurut dia, Dust Devil terbentuk karena kondisi cuaca panas.

Baca juga: Heboh Pusaran Angin Saat Cuaca Panas di Kampar, Warganet Sebut Puting Beliung

Baca juga: Apa itu Tropical Cyclone Kong Rey yang Pengaruhi Cuaca Panas di Riau? Ini Penjelasan BMKG

 

Sedangkan Puting Beliung terjadi karena gesekan arus udara yang berada dalam awan Cumulonimbus (CB). 

"Puting Beliung terjadi saat kondisi basah," pungkasnya. 

Sebelumnya, video tiupan angin yang membentuk pusaran cukup menghebohkan dunia maya. Warganet menyebutnya Puting Beliung. 

Angin yang berputar membentuk pusaran itu tampak menerbangkan material pasir putih. Sehingga pusaran angin terlihat sangat jelas.  

Pusaran angin itu menjulang tinggi dari permukaan tanah.

 Bahkan jauh lebih tinggi dari bangunan dan tiang listrik yang ada di sekitar lokasi.

Fenomena itu terjadi saat cuaca sangat cerah, Minggu (27/10/2024) jelang siang.

Di bawah teriknya sinar matahari yang terasa begitu panas.

( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sihombing)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved