KKB Papua

Tak Menyangka , Dari Anggota Polri , Kini jadi Pimpinan KKB di Papua , Sosok AM Diburu Satgas

Sosok Aske Mabel kini diburu Satgas setelah ia berafiliasi dengan KKB di Papua. Padahal ia adalah anggota Polri yang telah dididik ketat dengan NKRI

Editor: Budi Rahmat
tangkap layar/ Tribun Papua
Sosok Aske Mabel yang dicari karena ikut KKB 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Sungguh, tak ada yang menyangka . Sosok Aske Mabel yang adalah personel Polres Yalimo, Papua kini mendeklarasikan diri sebagai pimpinan Kelompok Bersenjata ( KKB ) Yalimo .

Semua kecewa dan tentu saaja pimpinan POlri dan TNI . Entah bagaimana sosok Aske Mabel tercuci otaknya untuk berada di psosi berlawanan dengan NKRI .

Akibatnya , kini ia jadi buruan nomor satu Satgas Operasi Damai Cartenz 2024. ia diburu , Aske Mabel dicari .

Baca juga: Kronologi Pilot Susi Air Philip Mark Martein Dibebaskan KKB, Dijemput Gabungan TNI/Polri di Nduga

Karena tak hanya hilang NKRINya , namun ia beringas dengan mencuri sejumlah senjata api dan puluan butir peluru .

Itu membahayakan , tak hanya bagi Aske Mabel namun juga rakyat Papua secara umum . 

Dan melalui sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang pria yang tengah mendeklarasikan diri sebagai Panglima Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Yalimo.

Adapun orang dalam video itu, diduga kuat merupakan mantan anggota Polres Yalimo, Aske Mabel.

Terkait itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2024, Brigjen Faizal Ramadhani menyebut pihaknya kini akan melakukan penegakan hukum soal video diduga Aske Mabel.

"Sosok dalam video yang beredar ini diduga kuat memiliki kemiripan dengan mantan anggota Polri Polres Yalimo, Aske Mabel. Karena itu, upaya penegakan hukum akan kami lakukan," kata Faizal dalam keterangannya, Sabtu (9/11/2024).

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024, Kombes Bayu Suseno mengatakan pihaknya masih melakukan investigasi soal dugaan keterlibatan Aske Mabel dalam kelompok bersenjata Papua tersebut.

Baca juga: Kekuatan KKB Papua Melemah setelah Danis Murib Tewas Ditembak dalam Operasi Perburuan OPM

"Saat ini, investigasi tengah kami lakukan, dan Aske Mabel akan menjadi target utama dalam penegakan hukum oleh Operasi Damai Cartenz-2024 serta berlanjut pada Operasi Damai Cartenz-2025 mendatang," ucap Bayu.

Dalam video itu, Aske Mabel menyatakan dirinya telah diangkat menjadi Panglima TPNPB-OPM Kodap Balim Timur Yali-Yalimo.

Resep ini turunkan gula tinggi! Berhasil di usia 72!

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom membantah keberadaan Kodap Balim Timur Yali-Yalimo dan tidak mengakui posisi Aske Mabel.

Hal tersebut didasari karena Aske Mabel diangkat Panglima Kodap oleh TPNPB-OPM versi Jeffrey Pagawak.

Pernah Curi Senjata

Dikutip dari TribunPapua.com, seorang anggota polisi bernama Bripda Aske Mabel (23) mencuri empat pucuk senjata api laras panjang jenis AK China serta 60 butir amunisi dari Markas Polres Yalimo di Provinsi Papua Pegunungan.

Baca juga: Detik-detik Sopir Angkot Ditembak KKB Papua, Sempat Menelpon Mengaku Terancam, Korban Disangka Intel

Bripda AM (23) membawa kabur senjata tersebut pada Minggu (9/6/2024) pukul 04.00 WIT, sesaat dirinya dalam kondisi mabuk, lalu berpura-pura untuk mengecas HP di makasnya.

Sebelum merampas senjata, pelaku mendatangi Mapolres Yalimo di Elelim dengan mengenakan pakaian preman.

Pelaku yang dalam keadaan mabuk kemudian membawa ransel besar dan mendatangi ruangan tempat penyimpanan senjata api.

Bripda AM lalu memasukkan tiga pucuk senjata ke dalam tas rangsel serta satu pucuk dipegang.

Pada saat ditegur oleh anggota yang jaga, dia langsung mengokang senjata hingga mengarahkan ke petugas piket.

Baca juga: KRONOLOGI Baku Tembak Prajurit TNI saat Kuasai Markas OPM/KKB di Hutan Papua Barat Daya

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan, saksi merasa terancam dan lari menyelamatkan diri.

"Setelah beberapa saat keluar dengan membawa tas ransel,” ujar Kombes Benny melalui keterangan tertulis, Minggu (9/6/2024).

Bripda AM masuk ke salah ruangan SPKT dengan dalih mengisi daya handphone.

Kapolres Yalimo, Kompol Rudolof Yabansabra, mengatakan saat ini dirinya telah memerintahkan anggotanya untuk memburu pelaku.

“Yang bersangkutan masih dalam pengejaran dan pencarian oleh anggota Polres Yalimo,” pungkasnya.(*)

( Tribunpekanbaru.com )

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved