Senin, 20 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pelajaran Sekolah

Kunci Jawaban Soal Esai Mapel BMR Kelas 9 SMP/MTs Bab 1 dan Bab 2

Kunci Jawaban soal Esai Mata Pelajaran Budaya Melayu Riau (BMR) Kelas 9 (IV) Bab 1: Saunjana Bandar-bandar Lama, dan Bab 2: Tradisi Tunjuk Ajar Melayu

Tribunpekanbaru.com
Kunci Jawaban soal Esai BMR Kelas 9 (IV) Bab 1: Saunjana Bandar-bandar Lama, dan Bab 2: Tradisi Tunjuk Ajar Melayu 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Berikut ini adalah Kunci Jawaban soal Esai Mata Pelajaran Budaya Melayu Riau (BMR) Kelas 9 (IV) Bab 1 dan Bab 2.

Pada Bab 1 mempelajari tentang Saunjana Bandar-bandar Lama.

Sementara Bab 2 tentang Tradisi Tunjuk Ajar Melayu.

Simak selengkapnya disini kunci jawaban sebagai pedoman belajar kalian.

Sebelum ke kunci jawaban, kerjakan soal secara mandiri lebih dulu.

Selanjutnya bandingkan jawaban kalian dengan kunci jawaban BMR Kelas 9 Bab 1 dan Bab 2 yang ada disini.

Inilah kunci jawaban soal Esai BMR Kelas 9 Bab 1 dan Bab 2.

Bab 1: Saunjana Bandar-bandar Lama

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar dan ringkas!

1. Keberadaan bandar-bandar lama selalu berada di tepi laut atau sungai. Jelaskan menurut pemahamanmu alasannya!
2. Jelaskan tiga lanskap sosial sebagai tempat hidup Orang Melayu!
3. Jelaskan unsur-unsur apa-apa saja yang terdapat di bandar!
4. Sebut tiga istana di Riau peninggalan pada zaman kerajaan!
5. Jelaskan fungsi pelabuhan atau dermaga di bandar!

Jawaban

1. Alasan Keberadaan Bandar-bandar Lama di Tepi Laut atau Sungai

Keberadaan bandar-bandar lama di tepi laut atau sungai memiliki beberapa alasan, yaitu:

- Akses transportasi: Sungai dan laut merupakan jalur transportasi utama pada masa lampau. Membangun bandar di tepi sungai dan laut memudahkan akses perdagangan dan pertukaran barang antar wilayah.

- Sumber daya alam: Sungai dan laut menyediakan sumber daya alam yang melimpah, seperti air, ikan, dan garam. Hal ini penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung kegiatan ekonomi di bandar.

- Keamanan: Sungai dan laut dapat menjadi benteng alami untuk melindungi bandar dari serangan musuh.

- Perkembangan budaya: Sungai dan laut merupakan jalur penyebaran budaya dan agama. Membangun bandar di tepi sungai dan laut memudahkan interaksi antar masyarakat dan penyebaran budaya.

2. Tiga Lanskap Sosial sebagai Tempat Hidup Orang Melayu

Tiga lanskap sosial sebagai tempat hidup Orang Melayu adalah:

- Pedalaman (hulu): Wilayah di hulu sungai, biasanya dikelilingi oleh hutan dan pegunungan. Masyarakat di hulu umumnya bercocok tanam dan mencari hasil hutan.

- Kampung: Perkampungan yang terletak di tepi sungai atau pesisir laut. Masyarakat di kampung umumnya bermata pencaharian sebagai petani, nelayan, dan pedagang.

- Bandar: Kota yang merupakan pusat perdagangan, politik, dan budaya. Masyarakat di bandar umumnya bekerja di berbagai sektor, seperti perdagangan, pemerintahan, dan jasa.

3. Unsur-unsur Bandar

Unsur-unsur yang terdapat di bandar adalah:

- Istana: Tempat tinggal raja atau pemimpin bandar.

- Pasar: Tempat jual beli barang dan jasa.

- Masjid: Tempat ibadah umat Islam.

- Pelabuhan: Tempat berlabuh kapal dan pusat perdagangan maritim.

- Benteng: Tempat pertahanan bandar dari serangan musuh.

- Komplek pemakaman raja-raja: Tempat pemakaman raja atau pemimpin bandar dan keluarganya.

- Rumah adat: Rumah tradisional yang menunjukkan identitas budaya.

- Jalan dan jembatan: Sarana transportasi darat di bandar.

- Sekolah dan rumah sakit: Fasilitas pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat.

4. Tiga Istana di Riau Peninggalan Zaman Kerajaan

Tiga istana di Riau peninggalan zaman kerajaan adalah:

- Istana Sultan Siak: Istana Kesultanan Siak Sri Indrapura yang terletak di Kota Siak Sri Indrapura.

- Istana Sayap Pelalawan: Istana Kesultanan Pelalawan yang terletak di Kabupaten Pelalawan.

- Istana Kerajaan Rokan: Istana Kesultanan Rokan yang terletak di Kabupaten Rokan Hulu.

5. Fungsi Pelabuhan atau Dermaga di Bandar

Pelabuhan atau dermaga di bandar memiliki beberapa fungsi, yaitu:

- Tempat berlabuh kapal: Pelabuhan menyediakan tempat yang aman bagi kapal untuk berlabuh dan bersandar.

- Memuat dan membongkar muatan: Pelabuhan menjadi tempat untuk memuat dan membongkar muatan barang dari kapal.

Menaikkan dan menurunkan penumpang: Pelabuhan menjadi tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang dari kapal.

- Pusat perdagangan maritim: Pelabuhan menjadi pusat perdagangan maritim, tempat jual beli barang dan jasa antar wilayah.
Pintu gerbang bandar: Pelabuhan menjadi pintu gerbang bandar, tempat keluar masuknya orang dan barang.

Bab 2: Tradisi Tunjuk Ajar Melayu

Inilah pertanyaan esai Mata Pelajaran Budaya Melayu Riau (BMR), Kelas 9 SMP/MTs Bab 2 tentang Tradisi Tunjuk Ajar Melayu.

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar dan ringkas!
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tunjuk ajar Melayu!
2. Sebutkan apa saja fungsi tunjuk ajar dalam arti luas!
3. Secara tradisional, tunjuk ajar disebarkan dan diwariskan dengan menggunakan dua cara, jelaskan!
4. Tunjuk ajar Melayu bersarang dalam tradisi lisan. Sebutkan genre tradisi tersebut!
5. Jelaskan maksud penyebaran tunjuk ajar melalui peristiwa- peristiwa lisan sehari-hari!

Jawaban

1. Apa yang dimaksud dengan tunjuk ajar Melayu?

Tunjuk ajar Melayu adalah segala jenis petuah, petunjuk, nasihat, amanah, pengajaran, dan contoh teladan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dalam arti seluas-luasnya. Ini merupakan warisan budaya Melayu yang berisi nilai-nilai luhur, moral, dan etika yang ditujukan untuk membimbing manusia ke jalan yang benar dan hidup yang lebih baik.   

2. Fungsi tunjuk ajar dalam arti luas:

Fungsi tunjuk ajar sangatlah luas, antara lain:

- Pendidikan karakter: Menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang baik.

- Pedoman hidup: Memberikan panduan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

- Penguatan identitas budaya: Mempertahankan dan melestarikan budaya Melayu.

- Pemersatu masyarakat: Menciptakan rasa persatuan dan kesatuan dalam masyarakat.

- Pelestarian lingkungan: Mengajarkan pentingnya menjaga kelestarian alam.

3. Cara penyebaran dan pewarisan tunjuk ajar secara tradisional:

Secara tradisional, tunjuk ajar disebarluaskan melalui dua cara:

- Lisan-verbal: Tunjuk ajar disampaikan secara lisan melalui percakapan sehari-hari, dongeng, pantun, gurindam, dan bentuk sastra lainnya.

- Suri teladan: Orang tua, tokoh masyarakat, dan guru menjadi contoh langsung dalam penerapan nilai-nilai tunjuk ajar.

4. Genre tradisi lisan dalam tunjuk ajar Melayu:

Tunjuk ajar Melayu bersarang dalam berbagai genre tradisi lisan, seperti:

- Pantun: Puisi berangkap dua baris yang biasanya mengandung nasihat atau sindiran.

- Gurindam: Puisi berbait dua yang berisi perbandingan antara dua hal yang berbeda.

- Dongeng: Cerita rakyat yang mengandung nilai-nilai moral.

- Pepatah: Ungkapan singkat yang mengandung makna bijak.

- Syair: Puisi ber韵律 yang biasanya menceritakan kisah atau peristiwa.

5. Penyebaran tunjuk ajar melalui peristiwa lisan sehari-hari:

Penyebaran tunjuk ajar melalui peristiwa lisan sehari-hari berarti nilai-nilai luhur dan nasihat disampaikan secara informal dalam percakapan sehari-hari. Misalnya, ketika seorang anak melakukan kesalahan, orang tua akan memberikan nasihat atau petuah agar anak tersebut tidak mengulangi kesalahannya. Selain itu, dalam acara adat atau pertemuan keluarga, seringkali disampaikan nasehat atau petuah yang berkaitan dengan kehidupan.

Catatan:

Jawaban di atas merupakan panduan umum. Kalian bisa mengembangkan jawaban kalian dengan lebih detail dan sesuai dengan pemahamanmu tentang materi. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan guru jika masih ada yang kurang jelas.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved