Senin, 13 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Finalis Didi Meimei Diberikan Pembekalan Karakter dan Budaya Melayu Riau

12 pasang peserta pemilihan Didi Meimei Riau 2025 yang terdiri dari anak-anak berusia 7 hingga 16 tahun antusias mengikuti pembekalan

|
Penulis: Alex | Editor: M Iqbal
istimewa
Peserta dan pemateri foto bersama usai pembekalan 12 pasang Didi Meimei 2025, di Sekretariat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau, Minggu (12/1/2025). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Sebanyak 14 pasang peserta pemilihan Didi Meimei yang terdiri dari anak-anak berusia 7 hingga 16 tahun antusias mengikuti pembekalan, yang diselenggarakan di Sekretariat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau, Minggu (12/1/2025).

Ketua pelaksana acara, Cecilia Huang, menjelaskan bahwa pemilihan Didi Meimei bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Tionghoa sejak dini, sembari mempererat hubungan dengan budaya Melayu Riau. 


"Kami ingin anak-anak ini tidak hanya mengenal budaya Tionghoa, tetapi juga peduli dengan budaya Melayu Riau yang menjadi bagian dari provinsi ini, kata Cecilia.


Peserta tidak hanya mendapatkan materi tentang budaya Melayu dan Tionghoa, tetapi juga pelatihan-pelatihan seperti public speaking, pembentukan karakter, hingga kelas kecantikan. "Rangkaian ini akan mencapai puncaknya pada 18-19 Januari, di mana para peserta akan menampilkan berbagai pertunjukan dalam grand final," tambah Cecilia.


Salah satu pembekalan lainnya diberikan oleh disampaikan oleh Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR, Datuk Jonaidi Dasa.


Datuk Jonaidi Dasa mengapresiasi langkah PSMTI Riau yang menghadirkan nuansa Melayu dalam ajang ini. Menurutnya, kolaborasi budaya seperti ini mencerminkan pepatah Melayu, "Di mana air disauk, di situ ranting dipatahkan. Sangat penting pendidikan nilai-nilai adat yang mendidik anak-anak untuk menjadi manusia beradab dan berakhlak mulia," ujarnya. 


"Nilai-nilai yang disampaikan ini membawa pada kebaikan. Jika adab dan akhlak dibentuk sejak dini, maka akan menjadi bekal yang berguna hingga dewasa," imbuhnya.


Sementara itu, Humas PSMTI Riau, Ketjing, menyatakan bahwa pihaknya berharap ajang ini dapat menjadi jembatan untuk memupuk rasa cinta terhadap budaya lokal sekaligus mempererat hubungan lintas budaya di Riau.


Fungsional Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Alfiandi SST, turut memberikan dukungan terhadap acara ini. "Kami menyampaikan beberapa materi terkait budaya Tionghoa, seperti tradisi Bakar Tongkang di Rokan Hilir dan Perang Air di Kepulauan Meranti," imbuhnya.


Alfiandi juga mengapresiasi kreativitas para peserta muda yang masih berada di bangku sekolah. Ia berharap, dengan aktivitas seperti ini, anak-anak dapat berkontribusi positif terhadap sektor pariwisata di Riau. 


Grand final pemilihan Didi Meimei pada 18-19 Januari 2025 akan menjadi ajang puncak untuk menampilkan kreativitas dan kemampuan para peserta. Acara ini diharapkan tidak hanya melahirkan generasi muda yang mencintai budaya, tetapi juga mampu mempromosikan pariwisata Riau melalui kolaborasi lintas budaya.

(Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved