Dibangun Dekat SD dan Perkampungan, PKS di Kuansing Resahkan Sebagian Warga Singingi
Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit yang dibangun dekat pemukiman warga di Kabupaten Kuansing menuai pro dan kontra
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Theo Rizky
TRIBUNPEKANBARU.COM, KUANSING - Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang terletak sangat dekat dengan perkampungan dan sekolah di Desa Logas Hilir, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.
Mereka yang kontra mengaku khawatir dengan dampak lingkungan, seperti asap dari cerobong pabrik hingga bau limbah padat dan cair.
Sementara masyarakat yang pro menganggap keberadaan PKS tersebut menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian warga sekitar.
Pabrik kelapa sawit yang sedang dibangun oleh PT. Pancaran Cahaya Sejati (PCS) di dataran tinggi yang tidak cukup dekat dengan permukiman warga dan juga SDN 004.
Mualaimin, warga Kecamatan Singingi mengatakan bahwa jarak antara bangunan PKS dengan SDN 004 dan permukiman warga tidak sampai 1 kilometer.
Anak-anak murid dan guru dapat melihat jelas PKS tersebut dari depan gerbang sekolah.
Jarak PKS dengan jalan lintas Kuansing itu pun hanya sekitar ratusan meter saja.
Saking dekatnya dengan jalan, warga dapat melihat jelas dua tanki timbun penampungan CPO PKS tersebut dari jalan.
"Yang membuat kami heran mengapa Pemkab Kuansing mengeluarkan izinnya. Padahal jarak PKS dengan permukiman cukup dekat," ujar Mualaimin, Jumat (16/1/2025).
Baca juga: Komplotan Ninja Sawit di Kuansing Riau Nekat Gasak TBS di Siang Bolong, Satu Diringkus
Baca juga: Daftar Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Periode 15-21 Januari 2025, Alami Penurunan
Mualaimin pun mengaku resah dengan dampak pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh PKS tersebut.
Menurut Mualaimin, PKS tersebut mulai dibangun pada penghujung 2023 lalu dan kabarnya akan beroperasi pada Mei 2025.
"Jujur saya resah dengan dampak lingkungannya, bau dan asap dari cerobong pabrik pastinya tindak baik untuk kesehatan. Saya semakin khawatir karena saya akan memasukan anak saya sekolah di dekat PKS itu. Sementara anak saya punya riwayat asma, sedangkan sekolah SD lain cukup jauh dari sini," ujar Mualaimin.
Mualaimin pun mengaku tidak hanya dirinya yang khawatir dengan keberadaan PKS tersebut.
Ada ratusan warga lainnya yang mulai resah jika PKS itu beroperasi.
Mereka, kata Mualaimin sepakat akan menggelar aksi jika keberadaan pabrik tersebut ternyata bakal berdampak buruk bagi lingkungan.
"Bukan saya sendiri, banyak yang risau. Apalagi saat pertemuan dengan pihak perusahaan pada 2023 lalu, mereka tidak tegas menjamin kualitas udara akibat cerobong asap dan bau limbahnya," ujarnya.
(Tribunpekanbaru.com/Guruh Budi Wibowo)
| Banjir Sungai Kuantan Meluas, Tiga Kecamatan di Kuansing Terdampak |
|
|---|
| MPP Kuansing 2026 akan Hadirkan Layanan SIM Keliling dan Laporan Kehilangan Barang |
|
|---|
| Kuansing Usulkan Sapi Limousin Seberat 820 Kg ke Presiden Prabowo untuk Kurban Idul Adha 2026 |
|
|---|
| Bukan Sekedar Tarkam, Tokoh Pemuda Kenegerian Kari Apresiasi Suksesnya RMKK Cup ke-27 |
|
|---|
| Sekda Kuansing Tegaskan Utang Tunda Bayar Tak Sampai Rp 200 Miliar, Sudah Menghemat Untuk Mencicil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Kawasan-PKS-PT-PCS-di-Desa-Logas-Hilir-Kecamatan-Singingi-Kuansing.jpg)