Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Karhutla di Pelalawan

Karhutla di Kuala Kampar Padam, BPBD Pelalawan Ingatkan Warga Tak Bakar Lahan

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Pelalawan Riau dua pekan ini akhirnya padam

Penulis: johanes | Editor: Sesri
Dok Polsek Kuala Kampar
KARHUTLA - Personil gabungan melakukan pendinginan di lokasi Karhutla di Desa Teluk Beringin, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Pelalawan Riau dua pekan ini akhirnya tuntas.

Titik api terakhir yang dipadamkan di Desa Teluk Beringin, Kecamatan Kuala Kampar.

Api yang membakar lahan masyarakat di Desa Teluk Beringin merupakan yang pertama muncul.

Namun Karhutla itulah yang terlahir padam melalui operasi pemadaman darat oleh tim gabungan dari berbagai instansi.

Selama satu pekan lebih personil gabungan berjibaku memadamkan api dan menghilangkan asap di lapangan. 

"Informasi terakhir kemarin dari anggota di Kuala Kampar, sudah padam total dan tidak ada lagi asap. Hari ini dipantau lagi, tapi belum ada informasi terbaru dari sana," tutur Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (16/2/2025). 

Diterangkannya, Karhutla yang muncul di Pelalawan sempat melanda dua kecamatan, Pangkalan Kerinci dan Kuala Kampar.

Semua titik api telah berhasil ditangani personil gabungan dari TNI, Polisi, BPBD, Damkar, pemerintah setempat, dan warga. Sedangkan titik api baru belum ada terdeteksi sampai saat ini. 

Baca juga: Karhutla Kembali Melanda Pelalawan, Ini Update Kasus Dugaan Kebakaran HGU PT PHI Tahun 2024 

Baca juga: 2 Hektar Lahan Sempat Terbakar, Kepulauan Meranti Segera Tetapkan Siaga Karhutla

"Belum ada kasus baru. Hari ini nihil titik api di Pelalawan. Kita berharap tidak ada lagi Karhutla yang muncul," tambah Zulfan. 

Ia mengakui tidak bisa lagi memprediksi cuaca saat ini. Walau didominasi kemarau kering, tapi potensi hujan masih terpantau dalam dua hari terakhir meskipun tidak merata di seluruh kecamatan. 

Petugas selalu mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pemilik lahan agar melakukan pembakaran dalam mengelola lahan dengan alasan apapun.

Karena bisa menimbulkan Karhutla yang besar dan tidak terkendali. Selain itu, warga yang memancing dan mencari ikan di tepi diminta supaya tidak menimbulkan api yang bisa merembet ke lahan kering hingga terjadi kebakaran.

"Apalagi kalau titik api muncul di lahan gambut, akan sulit dipadamkan dan membutuhkan waktu lama serta personil yang banyak," katanya. 

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved