Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

PT Dirgantara Indonesia Perluas Kolaborasi Industri Pertahanan Global, Ikuti IDEX 2025

Eksistensi PT Dirgantara Indonesia ditunjukkan dalam ajang industri pertahanan global yakni event International Defence Exhibition 2025.

|
Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Foto Ilustrasi AI
ILUSTRASI DRONE : Foto olahan kecerdasan buatan (AI) 18/02/2025. PT Dirgantara Indonesia baru saja mengikuti ajang pameran pertahanan global bergengsi di Abu Dhabi, 17-21 Februari 2025. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) terus memperluas kolaborasi dengan industri pertahanan global. 

Eksistensi itu ditunjukkan dengan berpartisipasi dalam ajang industri pertahanan global yakni event International Defence Exhibition (IDEX) 2025. 

Pameran pertahanan bergengsi ini berlangsung pada 17-21 Februari di Abu Dhabi National Exhibition Centre (ADNEC), Abu Dhabi. 

PTDI hadir di bawah naungan Kementerian Pertahanan RI dan dukungan Kedutaan Besar RI untuk Uni Emirat Arab (UEA) dalam booth Indonesia Defence Industries, bersama anggota Holding Defend ID dan industri pertahanan swasta lainnya.

Di Pameran IDEX 2025 PTDI membuka kerja sama dengan Milkor (Perusahaan di Afrika Selatan) untuk eksplorasi kolaborasi yang lebih strategis, yaitu joint development untuk produk Unmanned Aerial Vehicle (UAV) kelas ringan dan sedang. 

Dalam hal ini, Milkor akan mendukung PTDI dalam melakukan improvement kemampuan UAV produksi PTDI, yaitu Wulung dan MALE (Medium Altitude Long Endurance).

UAV Wulung

Awal mula pengembangan Wulung di PTDI tahun 2014 (sebelumnya dikembangkan pertama kali oleh BPPT, kemudian diindustrialisasikan oleh PTDI).

Produk UAV Wulung ini merupakan kerja bersama antara PTDI, BPPT, Balitbang Kemhan RI dan telah memperoleh IMAA certification tahun 2016.  

UAV Wulung telah melalui serangkaian uji terbang di berbagai lokasi di Indonesia dan mendapatkan dukungan penuh dari BRIN dalam pengembangan kedepannya.

UAV MALE 

Awal mula conceptual design dari UAV MALE ini pada tahun 2017. 

Proyek strategis yang dikembangkan oleh konsorsium, dimana PTDI sebagai Lead Integrator, bersama Kemhan RI, BRIN, TNI AU, ITB dan PT Len Industri (Persero).

Saat ini juga PTDI menjalin kerja sama dengan Pothan Kemhan RI dalam program offset atas kontrak pengadaan UAV ANKA oleh Kemhan RI ke Turkish Aerospace. 

Kerja sama mencakup alih teknologi dan peningkatan kemampuan produksi serta perawatan produk UAV di dalam negeri. 

( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved