Sabtu, 25 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Ramadhan

Hilal Ramadhan 1446 H Terlihat di Aceh: Awal Puasa Pemerintah dan Muhammadiyah Bisa Sama

Dengan keyakinan yang kuat, Alfirdaus Putra menyatakan bahwa hilal tetap memiliki peluang untuk terlihat meskipun langit tertutup awan

Kompas.com/Zuhri Noviandi
HILAL TERPANTAU: Pusat pemantauan hilal di gedung Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang-Lhoknga, Aceh Besar, Jumat (28/2/2025). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Titik terang penentuan awal Ramadan 1446 Hijriah muncul dari Aceh.

Dari titik ini hilal berhasil diidentifikasi, membuka harapan bagi umat Islam di seluruh Indonesia untuk memulai ibadah puasa secara serentak.

Meskipun kondisi cuaca sempat diselimuti awan mendung, tim Falakiyah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh dengan gigih melakukan pengamatan menggunakan berbagai peralatan canggih.

Alfirdaus Putra, anggota tim Falakiyah Kemenag Aceh, mengungkapkan bahwa mereka telah menyiapkan tujuh alat pemantauan, meskipun baru empat yang berhasil dioperasikan.

Dengan keyakinan yang kuat, Alfirdaus Putra menyatakan bahwa hilal tetap memiliki peluang untuk terlihat meskipun langit tertutup awan, asalkan ada celah di antara awan mendung.

"Kami terus melakukan pelacakan, dan kami optimis bahwa hilal akan terlihat jika ada sedikit celah di antara awan," ujarnya dari lokasi pemantauan.

Terlihatnya hilal di Aceh ini dapat menjadi penentu awal puasa di Indonesia.

Berdasarkan data di markaz Lhoknga, posisi hilal sudah berada 4,67 derajat di atas ufuk dengan elongasi 6,4 derajat secara geosentris. Di seluruh wilayah Indonesia, ketinggian hilal telah melebihi 3 derajat, tetapi syarat elongasi geosentris minimal 6,4 derajat hanya terpenuhi di Aceh, khususnya Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang.

Baca juga: LINK Live Streaming Sidang Isbat Penentuan Awal Puasa Ramadhan 2025

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Ramadan 1446 H, Lengkap Arti dan Waktu yang Tepat Membaca Niat Puasa

“Merujuk kepada data di atas, sebagian wilayah Aceh sudah memenuhi kriteria Imkanurukyat MABIMS dengan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat," jelas Alfirdaus.

Ia menambahkan bahwa jika hasil rukyatul hilal juga membenarkan keberadaan hilal, maka kemungkinan besar awal Ramadhan akan jatuh pada 1 Maret 2025. Namun, bagi pihak yang menggunakan metode rukyatul hilal murni, kepastian masih menunggu hasil pengamatan langsung.

"Keputusan sidang isbat tergantung pada hasil musyawarah anggota sidang isbat Kemenag terhadap kondisi imkanrukyat yang sudah terpenuhi di sebagian wilayah Indonesia dan hasil laporan rukyatul hilal hari ini," imbuhnya.

Peluang Awal Puasa Bersamaan

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar sebelumnya menyampaikan harapan agar awal puasa tahun ini bisa dimulai serempak. Ia menilai posisi hilal di Indonesia berada dalam rentang yang memungkinkan adanya kesamaan antara metode hisab dan rukyat.

"Ini mohon doanya supaya kita bisa berpuasa di awal sama satu Ramadhan. Kemungkinan besarnya itu bisa sama, karena kita berada pada posisi 2,5 derajat sampai 4 derajat," kata Nasaruddin saat memberikan keterangan di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (28/2/2025).

Meski demikian, keputusan resmi tetap akan menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kemenag RI di Jakarta. Sidang ini akan mempertimbangkan laporan pemantauan hilal dari berbagai titik di Indonesia, termasuk hasil pengamatan di Aceh.

 

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved