Berita Viral

Hina Profesi Guru, Tiktoker Riezky Kabah Dijemput Paksa Polisi, Masih Sempat Ejek Netizen

Seperti diketahui sebelumnya, Iky dilaporkan ke polisi lantaran konten videonya yang menyebut semua guru korupsi.

Editor: Muhammad Ridho
TikTok @riezkykabah
BAWA DUIT SEGEPOK: TIKTOKERS HINA GURU: Tangkapan layar kabar terbaru TikTokers Riezky Kabah Nizar yang viral menghina guru, disadur pada Senin (3/3/2025). Riezky Kabah kini akhirnya dijemput paksa polisi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - TikToker Riezky Kabah akhirnya dijemput paksa polisi.

Usai hina profesi guru, kini TikToker Riezky Kabah resmi ditangkap polisi.

Sebelum ditangkap dan dijemput paksa polisi, Riezky Kabah masih sempat mengejek netizen.

Kini usai ditangkap, ia meminta maaf kepada aparat dan warga yang mengerubunginya.

Seperti diketahui sebelumnya, Iky dilaporkan ke polisi lantaran konten videonya yang menyebut semua guru korupsi.

Dalam konten yang telah dihapus itu Iky bahkan mengajak kepada khalayak untuk jangan menghormati guru.

Gara-gara konten tersebut, Iky panen hujatan hingga menuai protes dari banyak guru di Indonesia.

Kendati demikian, Iky justru tak merasa bersalah dengan terus membanggakan aksinya yang viral itu.

Hingga akhirnya ia pun dilaporkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pontianak, Kalimantan Barat.

Beberapa hari setelah dilaporkan, Iky akhirnya diciduk Polda Kalbar.

Dalam tayangan video viral di akun Twitter @dhemit_is_back, terlihat momen saat Iky diamankan pihak kepolisian.

Terlihat Iky sempat berpamitan kepada aparat dan warga yang mengerubunginya.

"Minta maaf semua," kata Iky.

Mendengar ucapan Iky, aparat dan warga pun meledeknya.

"Enggak ada, enggak ada. Belum lebaran," ujar aparat.

Terkait dengan penangkapan Iky, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bayu Suseno mengungkap fakta sebenarnya.

Bahwa Iky digelandang ke Polda Kalbar guna diminta keterangan.

"Saat ini ybs sedang diperiksa di Direktorat Krimsus Polda Kalbar," kata Kombes Pol Bayu Suseno.

Disisi lain beberapa jam sebelum diciduk polisi, Iky sempat membagikan postingan yang mengejutkan publik.

Pasalnya di dalam konten terbarunya, Iky tampak meledek netizen.

Dengan penuh percaya diri, Iky mengaku sudah siap jika bertemu diwawancara wartawan terkait kasusnya.

Alih-alih malu atau takut, Iky justru siap dan sangat ingin bertemu wartawan.

Dalam videonya itu, Iky terlihat mengenakan busana putih yang penuh dengan aksesoris.

Sembari tertawa, Iky mengaku tak sabar bertemu awak media guna membincangkan kasusnya yang viral yakni menghina guru.

"Inces Iky kalau ketemu wartawan pas diwawancara. Oh jelas Inces akan tampil cetar mempesona, slay. Makin suka inces kalau difoto-foto say, oh my god," pungkas Iky.

Tak cuma itu, Iky bahkan mengirimkan pesan untuk para pembencinya.

Bahwa Iky yakin tidak akan bisa dijerat hukum atas perbuatannya.

"Aku superstar, dan gue bakal bilang 'kamu bakal menjatuhkan diriku? enggak bisa say'," ujar Iky.

Namun sayang, kepercayaan diri Iky itu tampaknya membuat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) wilayah Pontianak Kalimantan Barat kian gusar.

Karenanya baru-baru ini PGRI Pontianak resmi melaporkan Iky ke Polda Kalbar.

"Kami sudah menerima pengaduannya (PGRI). Saat ini Ditreskrimsus sudah melakukan penyelidikan, apabila nanti benar dari proses penyelidikan ini ada untur pidana maka akan ditingkatkan ke proses penyidikan," imbuh Kombes Pol Bayu Suseno dikutip dari Tribun Pontianak.

Riezky Kabah yang Hina Guru Kini Cerita Pilu, Dicambuk Guru karena Kemayu

Sebelumnya diberitakan Iky akhirnya mengurai klarifikasi panjang lebar soal konten viralnya yang menghina profesi guru.

Dalam klarifikasi tersebut, Iky menjelaskan soal alasannya sering membuat konten buruk soal guru.

Ternyata semua itu bermula saat Iky mendapatkan perundungan saat masih sekolah.

"Halo saya Riezky Kabah Nizar, alumni siswa (SMAN * Pontianak) sejak tahun 2020 - 2023 dan (SMAS M Pontianak) sejak tahun 2018 - 2019. 

Izinkan saya terlebih dahulu menjelaskan mengapa saya menjadi content creator dengan personal branding anak sekolah yang suka cerita berlatar sekolah dan guru yang negatif," ungkap Iky dalam klarifikasinya dilansir Tribun-medan.com dari Tribun Bogor, Kamis (27/2/2025).

"Info yang beredar cukup keliru, SMAS M Pontianak adalah sekolah lama saya yang terpaksa saya mengambil keputusan untuk putus sekolah karena faktor bullying terhadap diri saya yang terjadi di sekolah itu," sambungnya.

Diungkap Iky, ia sempat dibully di sekolah pertamanya.

Penyebabnya karena Iky berperangai seperti perempuan alias kemayu.

"Faktor saya putus sekolah dikarenakan lingkunan di sekolah saya dulu sangat over religius hingga buta akan kemoralan manusiawi. 

Pada tahun 2018 saya hadir sebagai siswa yang terlihat kemayu, namun kemayunya hanya saat saya sedang berteman dengan para perempuan," ujar Iky.

Gara-gara kemayu, Ia mengaku sampai mendapatkan penyiksaan dari guru di sekolah.

"Puncaknya saya dibawa ke ruangan BK dan dicambuk menggunakan rotan seperti hukuman di Aceh yang sesuai dengan syariat islam kata para oknum (guru)," imbuh Iky.

"Dulu saya merasa saat itu hukuman cambuk terhadap saya sangatlah pantas dikarenakan para oknum bilang hukuman tersebut sesuai dengan syariat islam untuk membuat saya jera di usia saya masih 15 tahun," sambungnya.

Tak kuat, Iky akhirnya pindah sekolah SMA di tahun 2019.

"Satu tahun saya menganggur hingga di tahun 2020 tepat di saat Covid melanda saya kembali menjalani takdir saya sebagai pelajar di usia pada umumnya," akui Iky.

Awalnya tidak dibully, namun di tahun 2022 Iky mengaku kembali mendapatkan perundungan dari gurunya.

"Terkadang para oknum dengan sadar terang-terangan memperlakukan saya seperti siswa yang hina karena terlihat kemayu dan menjijikan di mata para oknum,"

Namun karena sudah duduk di kelas 3, Iky menahan amarahnya dan tetap melanjutkan sekolah.

Hingga akhirnya lulus, Iky pun mulai berani bercerita di media sosial tentang pembully-an yang ia alami.

Tak disangka, konten Iky tersebut meledak dan disukai netizen.

Iky akhirnya meneruskan konten tersebut dan rutin membuat video soal cerita guru-guru yang membully-nya namun tanpa identitas.

"Tanpa disangka semua video saya viral hingga membuat saya menemukan personal branding saya yang kini sudah membawa diri saya hingga di titik ini dengan followers 2,5 juta. 

Jadi begitulah faktor utama yang membuat saya berkonten negatif tentang guru dan sekolah," pungkasnya.

( Tribunpekanbaru.com )

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved