Berita Nasional
Abu Janda Jadi Komisari BUMN, Ternyata Lulusan Inggris: Berapa Gajinya?
Sementara komposisi tantiem/IK/intensif khusus bagi dewan komisaris juga mengikuti komposisi faktor jabatan dengan rincian berikut:
TRIBUNPEKANBARU.COM - Permadi Arya, yang lebih dikenal dengan nama panggung Abu Janda, adalah seorang tokoh yang aktif dan berpengaruh di media sosial.
Pria kelahiran Cianjur, Jawa Barat, pada 14 Desember 1973, dengan nama asli Heddy Setya Permadi ini, kini ramai diperbincangkan terkait kabar pengangkatannya sebagai Komisaris PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO).
Sebelum dikenal sebagai pegiat media sosial sejak tahun 2015, Abu Janda menempuh pendidikan di Diploma Ilmu Komputer Informatics IT School Singapura (lulus April 1997) dan meraih gelar Sarjana Business & Finance dari University of Wolverhampton, Inggris (tahun 1999).
Pada 2018, anak dari pasangan HM Sudjatna dan Lina Herlin itu bergabung menjadi influencer tim sukses Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Sementara pada 2023, Permadi Arya menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto, yang sebelumnya telah dideklarasikan Partai Gerindra untuk maju pada Pemilihan Presien 2024.
Ia kemudian bergabung ke dalam Rumah Besar Relawan Prabowo 08 bersama Fauzi Baadila, Haris Rusly Moti, dan Ricky Tamba.
Sebelum menjadi pegiat media sosial, Abu Janda sempat bekerja sebagai karyawan di berbagai perusahaan, mulai dari perusahaan sekuritas, bank swasta, hingga tambang batu bara sejak tahun 1999-2015.
Baca juga: Membusuk di Tengah Botol Miras dan Aroma Arak: Kisah Tragis Pemuda Ponorogo Ditemukan Tak Bernyawa
Baca juga: Jejak Digital Eki, Ponakan yang Bunuh Tante di Bogor, Emosi Meluap 10 Tahun Jadi Yatim Piatu
Prakiraan Haji Abu Janda
Mengutip dari Kompas.com, Senin (7/4/2025) penetapan remunerasi berupa gaji atau honorarium, tunjangan, dan fasilitas bagi komisaris perusahaan BUMN diatur melalui Peraturan Menteri BUMN Nomor Per-3/mbu/03/2023 Tahun 2023 tentang Organ dan Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara.
Dalam Pasal 83 Permen BUMN tersebut tertulis, anggota dewan komisaris/dewan pengawas BUMN akan diberikan honorarium yang ditetapkan dengan komposisi faktor jabatan sebagai berikut:
Komisaris utama/ketua Dewan Pengawas BUMN sebesar 45 persen dari direktur utama BUMN.
Wakil komisaris utama/wakil ketua Dewan Pengawas BUMN sebesar 42,5 persen dari direktur utama BUMN
Anggota dewan komisaris/Dewan Pengawas BUMN sebesar 90 persen dari komisaris utama/ketua Dewan Pengawas BUMN.
Besaran honorarium komisaris utama/ketua Dewan Pengawas BUMN ditetapkan oleh RUPS/Menteri setiap tahun selama 1 (satu) tahun terhitung sejak bulan Januari tahun berjalan.
Pedoman perhitungan honorarium komisaris utama/ketua Dewan Pengawas BUMN ditetapkan oleh Menteri.
Sementara komposisi tantiem/IK/intensif khusus bagi dewan komisaris juga mengikuti komposisi faktor jabatan dengan rincian berikut:
Komisaris utama/ketua Dewan Pengawas BUMN sebesar 45 persen dari direktur utama BUMN
Wakil komisaris utama/wakil ketua Dewan Pengawas BUMN sebesar 42,5 persen dari direktur utama BUMN
Anggota dewan komisaris/Dewan Pengawas BUMN sebesar 90 persen dari komisaris utama/ketua Dewan Pengawas BUMN.
Mengutip dari berbagai sumber, gaji jasa marga untuk jabatan Direktur Utama: Rp130 juta, sementara Anggota Direksi: Rp117 juta
Pegiat sejarah dan seorang reenactor
Namun jauh sebelum dikenal sebagai pegiat media sosial, Permadi juga seorang reenactor, seorang penghobi reka ulang sejarah atau Historical Re-enactment dengan memerankan figur tertentu.
Permadi kerap memeragakan aksi prajurit dari negara lain dan pelbagai zaman, dari prajurit Romawi Kuno, kerajaan Inggris abad pertengahan, tentara pendudukan Jepang, hingga tentara Nazi Jerman.
Paling kontroversial, pernah beredar foto Permadi Arya tengah melakukan salam hormat Nazi (Hitlergruss) di samping patung lilin pemimpin Nazi, Adolf Hitler, yang dilarang di negara-negara Eropa.
Tak hanya itu, dia juga seorang kolektor benda antik militer.
Abu Janda Dikabarkan jadi Komisaris PT Jasamarga Toll Road Operation
Sebelumnya, Pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda dikabarkan diangkat menjadi Komisaris PT Jasamarga Toll Road Operation atau JMTO.
Saat dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, Permadi Arya tidak memberikan banyak komentar.
Ia hanya menyampaikan harapan agar dirinya dapat menjalankan amanah tersebut dengan baik.
"Insyaallah, doakan semoga amanah," ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (7/4/2025).
Saat dimintai keterangan lebih lanjut mengenai kapan tepatnya ia resmi ditunjuk sebagai komisaris, Permadi menjelaskan bahwa informasi resmi akan segera disampaikan oleh pihak terkait.
"Akan ada pengumuman resminya nanti," ucapnya singkat.
Sementara, terpantau akun Instagram resmi JMTO @jasamargatollroadoperator sontak dibanjiri berbagai pertanyaan terkait pengangkatan Permadi Arya tersebut.
Akan tetapi, kebenaran pengangkatan itu sempat dibantah. “Halo sobat JMTO, informasi tersebut tidak benar ya. Sampai saat ini, tidak ada pengangkatan Saudara Permadi Arya sebagai Komisaris PT JMTO. Mohon selalu cek info resmi hanya di @jasamargatollroadoperator atau www.jmto.co.id. Terima kasih,” jawab akun JMTO.
Namun dalam pantauan Kompas.com, jawaban tersebut sudah dihapus.
Sebelumnya, informasi mengenai penunjukan tersebut pertama kali beredar lewat sebuah poster yang menampilkan foto Permadi beserta ucapan “Selamat dan Sukses atas terpilihnya Permadi Arya sebagai Komisaris PT Jasamarga Tollroad Operation”
| Resmi, Pemerintah Buka Rekrutmen Manajer KMP dan Pengelola Kampung Nelayan, Butuh 35.476 Formasi |
|
|---|
| Berlaku di Seluruh Indonesia, Polri Resmi Hapus Syarat KTP Pemilik Lama untuk Pajak Kendaraan Bekas |
|
|---|
| Resmi Dilantik, Ini Rekam Jejak Liliek Prisbawono Adi, Hakim MK Baru Pengganti Anwar Usman |
|
|---|
| Harga Plastik Naik, Tiket Pesawat Juga Diizinkan Naik 13 Persen, Ini Respon Menteri Zulhas |
|
|---|
| 'Masak Negara Kalah Sama yang Beginian', Kronologi Maruarar vs Hercules Debat Soal Lahan Tanah Abang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ABU-JANDA-KOMISARIS-BUMN.jpg)