Sabtu, 9 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Waspada Karhutla di Riau

Antisipasi Karhutla, Pemprov Riau Ajukan Bantuan 8 Unit Helikopter ke BNPB

Pemprov Riau telah menetapkan status siaga darurat Karhutla yang akan berlaku hingga akhir November mendatang.

Tayang:
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Theo Rizky
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
WATER BOMBING - Helikopter untuk operasi water bombing berada di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, beberapa waktu lalu. Pemerintah Provinsi Riau mengajukan permintaan bantuan helikopter untuk water bombing, patroli udara, dan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

TRIBUNPEKANBARU.COM PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengajukan permintaan bantuan helikopter untuk water bombing, patroli udara, dan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diperkirakan akan lebih ekstrim pada tahun 2025. 

Langkah ini diambil setelah Pemprov Riau menetapkan status siaga darurat Karhutla yang akan berlaku hingga akhir November mendatang.

“Status siaga darurat Karhutla sudah kami tetapkan. Saat ini, kami tengah mempersiapkan surat permintaan bantuan helikopter water bombing dan patroli udara kepada BNPB. Insya Allah, surat tersebut akan kami kirimkan dalam pekan ini,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau, M. Edy Afrizal, Jumat (11/04/2025).

Ia menyebut jika keputusan ini merupakan respons cepat untuk menghadapi potensi kebakaran lahan yang diprediksi bakal meningkat.

Baca juga: Riau Masih Musim Hujan, Masyarakat Diimbau Manfaatkan Air Hujan untuk Cegah Karhutla

Edy mengungkapkan, Pemprov Riau mengajukan delapan helikopter, yang terdiri dari enam unit helikopter untuk operasi water bombing dan dua unit helikopter lainnya untuk patroli udara.

Patroli udara ini bertujuan untuk memantau dan mendeteksi potensi kebakaran secara dini.

“Jumlah helikopter yang akan diberikan BNPB nantinya akan disesuaikan dengan ketersediaan dan prioritas dari pihak pusat. Kami mengajukan ini sebagai langkah antisipasi, mengingat BMKG memprediksi Riau akan memasuki musim panas pada periode Mei hingga Juni mendatang,” jelas Edy Afrizal.

Selain pengajuan helikopter, Pemprov Riau juga mengusulkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) kepada BNPB dan BMKG pusat.

Tujuannya adalah untuk mengantisipasi potensi kebakaran dengan meningkatkan curah hujan melalui teknologi modifikasi cuaca, terutama saat musim kemarau tiba.

Baca juga: Waspada, Tahun ini Riau Dihadapkan dengan Ancaman Kathutla Ekstrem 

"Dengan adanya TMC, diharapkan jika curah hujan berkurang namun kondisi awan masih memungkinkan, operasi ini dapat segera dilaksanakan untuk meningkatkan curah hujan dan mencegah Karhutla," tambah Edy.

Sebelumnya Gubernur Riau Abdul Wahid mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari BMKG dan hasil rapat koordinasi dengan Kemenko Polhukam pada bulan Ramadhan lalu, potensi Karhutla di tahun 2025 diperkirakan akan lebih ekstrim. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya langkah antisipasi sejak dini.

"Kalau dari info BMKG dan hasil rapat dengan Kemenko Polhukam bulan puasa kemarin, Karhutla tahun ini diprediksi lebih ekstrem. Kami diminta untuk berhati-hati karena kemungkinan terjadinya kebakaran lahan cukup tinggi, jadi kita perlu melakukan antisipasi dengan melibatkan seluruh unsur," tegasnya.

(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved