Jumat, 10 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Hotspot Hari Ini

Firespot dan Hotspot Nihil di Pelalawan, BPBD: Cuaca Belum Bisa Diprediksi 

berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG Pekanbaru, seharusnya pertengahan April ini sudah mulai transisi ke musim kemarau kering.

|
Penulis: johanes | Editor: Theo Rizky
Foto/Dok Polsek Kuala Kampar
KARHUTLA - Personel Polsek Kuala Kampar bersama tim gabungan melakukan pendinginan titik api Karhutla di Desa Tanjung Sum pada Minggu (9/2/2025) lalu. Hari ini, Senin (14/4/2025), pantauan hotspot atau titik panas dan firespot atau titik api masih nihil di wilayah Kabupaten Pelalawan Riau.  

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Hari ini, Senin (14/4/2025), pantauan hotspot atau titik panas dan firespot atau titik api masih nihil di wilayah Kabupaten Pelalawan Riau. 

Sejak Bulan Maret lalu belum ada kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pelalawan.

Sebab curah hujan masih cukup tinggi sampai awal April ini.

Bahkan hotspot dan firespot juga masih minim serta belum terdeteksi, termasuk di daerah yang selama ini rawan terjadi kebakaran.

"Cuaca masih normal. Belum ada peningkatan jumlah hotspot. Kasus Karhutla masih nihil hampir dua bulan ini," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (14/4/2025).

Dijelaskannya, kondisi cuaca saat ini belum bisa diprediksi.

Sebab antara kemarau dan hujan masih seimbang serta belum ada yang mendominasi.

Padahal berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, seharusnya pertengahan April ini sudah mulai transisi ke musim kemarau kering.

Tentu berpotensi menimbulkan titik panas maupun titik api yang berakibat terjadinya Karhutla. 

Baca juga: Dari Fun Run Hingga Minta Bantuan Helikopter WB, Cara Pemprov Riau Antisipasi Karhutla Ekstrem 2025

Baca juga: Waspada, Tahun ini Riau Dihadapkan dengan Ancaman Kathutla Ekstrem 

"Ini anomali cuaca terjadi. Seharusnya kemarau, masih hujan atau sebaliknya. Yang pasti kita tetap siaga," paparnya.

Pihaknya mengingatkan kepada seluruh masyarakat, khususnya pemilik lahan agar melakukan pembakaran dalam mengelola lahan dengan alasan apapun.

Karena bisa menimbulkan Karhutla yang besar dan tidak terkendali.

Selain itu, warga yang memancing dan mencari ikan di tepi diminta supaya tidak menimbulkan api yang bisa merembet ke lahan kering hingga terjadi kebakaran.

"Termasuk para pemancing, kita imbau jangan meninggalkan api di sekitar sungai. Itu bisa memicu kebakaran. Sudah sering terjadi," tambah Zulfan.

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved