Hotspot Hari Ini
Firespot dan Hotspot Nihil di Pelalawan, BPBD: Cuaca Belum Bisa Diprediksi
berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG Pekanbaru, seharusnya pertengahan April ini sudah mulai transisi ke musim kemarau kering.
Penulis: johanes | Editor: Theo Rizky
TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Hari ini, Senin (14/4/2025), pantauan hotspot atau titik panas dan firespot atau titik api masih nihil di wilayah Kabupaten Pelalawan Riau.
Sejak Bulan Maret lalu belum ada kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pelalawan.
Sebab curah hujan masih cukup tinggi sampai awal April ini.
Bahkan hotspot dan firespot juga masih minim serta belum terdeteksi, termasuk di daerah yang selama ini rawan terjadi kebakaran.
"Cuaca masih normal. Belum ada peningkatan jumlah hotspot. Kasus Karhutla masih nihil hampir dua bulan ini," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (14/4/2025).
Dijelaskannya, kondisi cuaca saat ini belum bisa diprediksi.
Sebab antara kemarau dan hujan masih seimbang serta belum ada yang mendominasi.
Padahal berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, seharusnya pertengahan April ini sudah mulai transisi ke musim kemarau kering.
Tentu berpotensi menimbulkan titik panas maupun titik api yang berakibat terjadinya Karhutla.
Baca juga: Dari Fun Run Hingga Minta Bantuan Helikopter WB, Cara Pemprov Riau Antisipasi Karhutla Ekstrem 2025
Baca juga: Waspada, Tahun ini Riau Dihadapkan dengan Ancaman Kathutla Ekstrem
"Ini anomali cuaca terjadi. Seharusnya kemarau, masih hujan atau sebaliknya. Yang pasti kita tetap siaga," paparnya.
Pihaknya mengingatkan kepada seluruh masyarakat, khususnya pemilik lahan agar melakukan pembakaran dalam mengelola lahan dengan alasan apapun.
Karena bisa menimbulkan Karhutla yang besar dan tidak terkendali.
Selain itu, warga yang memancing dan mencari ikan di tepi diminta supaya tidak menimbulkan api yang bisa merembet ke lahan kering hingga terjadi kebakaran.
"Termasuk para pemancing, kita imbau jangan meninggalkan api di sekitar sungai. Itu bisa memicu kebakaran. Sudah sering terjadi," tambah Zulfan.
(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)
| Hari Ini Hotspot Riau Turun Jadi 46 Titik, Tapi Masih Tertinggi di Sumatera |
|
|---|
| Dari 405 Hotspot di Sumatera, 310 Titik Berada di Riau dan Didominasi Bengkalis |
|
|---|
| Hotspot di Riau Kembali Naik Jadi 229 Titik, Bengkalis Mendominasi |
|
|---|
| Hotspot Riau Menurun, Namun Masih Dominasi Sumatera |
|
|---|
| Riau Kembali Dominasi Hotspot di Sumatera dengan 302 Titik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Tak_Ada_Lagi_Api_dan_Asap_Polsek_Kuala_Kampar_Pastikan_Dua_Titik_Karhutla_Padam_Total.jpg)