Panitia Waisak Bersama Audiensi dengan Gubernur Riau
Panitia Waisak Bersama Umat Buddha Pekanbaru 2569 BE mengadakan audiensi dengan Gubernur Riau Abdul Wahid di rumah dinasnya pada Sabtu (17/5/2025).
TRIBUNPEKANBARU.COM - Panitia Waisak Bersama Umat Buddha Pekanbaru 2569 BE yang diketuai oleh KetTjing dari Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (MAPANBUMI) Riau, didampingi ketua Dewan Pembina PSMTI Riau-Peng Suyoto, ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Riau-Kurniadi, ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI Riau yang diwakili Sidik, pengurus FKUB Riau-Jono, dua tokoh perempuan Tionghoa yakni Tifany dan Fransisca Juliana, mengadakan audiensi dengan Gubernur Riau Abdul Wahid di rumah dinasnya pada Sabtu (17/5/2025) pagi.
Dalam kunjungan tersebut, Panitia Waisak Bersama yang terbentuk dari berbagai komponen Buddhis itu menyampaikan berbagai kegiatan yang telah digelar seperti Baksos donor darah, pengobatan gratis, penanaman tunas pohon, karya bakti di Taman Makam Pahlawan, Dharmayatra ke Candi Muara Takus, bazar vegetarian, pawai Waisak, dan lainnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan bersempena perayaan Hari Trisuci Waisak 2569 Buddhist Era, Panitia mengundang Gubernur Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau lainnya hadir dalam acara puncak bertajuk Dharmasanti (Sannipata) Waisak pada Sabtu, 31 Mei mendatang.
Gubernur Abdul Wahid menyambut baik kegiatan dan undangan dari Panitia.
Ia akan menjadwalkan agenda untuk bersilaturahmi dalam momen Waisak bersama para tokoh dan umat Buddha pada umumnya.
“Saya akan menyempatkan diri untuk hadir dalam acara (Dharmasanti) Waisak bersama umat Buddha,” jawab gubernur pilihan mayoritas rakyat Riau pada tahun 2024 tersebut.
Dalam kesempatan pertemuan langsung dengan para tokoh yang hadir, Gubernur Abdul Wahid menyampaikan bahwa dengan anggaran yang minim ia akan lebih memprioritaskan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
“Termasuk rencana penataan bagian kota tua menjadi kawasan Water Front City di tepian Sungai Siak, termasuk area ‘chinatown’ yakni Kampung Tionghoa Melayu Pekanbaru,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui umum, Kampung Tionghoa Melayu Pekanbaru di sekitar Pasar Bawah dan Jalan Dr. Leimena (dahulu bernama Jalan Karet) dalam
Kelurahan Sago merupakan salah satu ikon Kota Bertuah.
Lokasi tersebut sering dijadikan pusat berbagai kegiatan seperti perayaan sempena Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh, Waisak, dan kegiatan seni budaya lainnya.
Pertemuan dan perbincangan dalam suasana penuh keakraban itu diakhiri dengan foto bersama karena Gubernur Riau masih ada agenda lainnya. (rls).
| Riau Kembali Dominasi Hotspot di Sumatera dengan 302 Titik |
|
|---|
| Peserta Tetap Antusias Walau Puasa, PSMTI Riau Gelar Donor Darah Ramadan |
|
|---|
| 888 Lampion Dipasang Semarakkan Imlek Bersama Tionghoa Pekanbaru 2026 |
|
|---|
| PSMTI Riau Masuki Babak Baru di Bawah Kepemimpinan Lindawati |
|
|---|
| Sekretaris Umum PSMTI Pusat Buka Musprov V PSMTI Riau, Tekankan Tiga Agenda Utama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Panitia-Waisak_Bersama_Audiensi_dengan_Gubernur_Riau.jpg)