Selasa, 5 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Longsor Gunung Kuda Cirebon

Keterlibatan BUMN pada Longsor Gunung Kuda Cirebon Dibongkar Dedi Mulyadi: Singgung Tugas Pokok

Dedi mengingatkan bahwa peristiwa tanah longsor di tambang Galian C Gunung Kuda harus dijadikan pelajaran bagi perusahaan pengelola tambang lainnya.

Tayang:
Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
DEDI MULYADI - Dedi Mulyadi tersenyum santai berjalan di tengah sawah saat menanggapi kritik tajam Rocky Gerung soal visi kepemimpinannya. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendesak Perum Perhutani untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kerja sama penambangan yang berada di wilayah hutan Jawa Barat.

Permintaan tegas ini muncul menyusul tragedi tanah longsor di Galian C, Desa Cipanas, Kecamatan Dukuputang, Kabupaten Cirebon.

Longsor mematikan tersebut diduga kuat akibat penyimpangan fungsi kawasan hutan yang disewakan untuk aktivitas penambangan. 

Dedi Mulyadi berharap evaluasi ini dapat mencegah terulangnya bencana serupa dan memastikan kelestarian hutan di Jawa Barat.

"Saya juga minta jajaran Perhutani untuk segera mengevaluasi berbagai kerja sama penambangan di wilayah hutan seluruh provinsi Jawa Barat," ujar Dedi dalam rekaman video yang diterima Kompas.com, Minggu (1/6/2025).

Dedi menegaskan bahwa Perum Perhutani harus lebih fokus pada pengelolaan hutan ketimbang sektor pertambangan.

Ia mengkhawatirkan, jika izin penambangan di kawasan hutan terus diberikan, peristiwa serupa seperti yang terjadi di Gunung Kuda bisa kembali terulang di masa depan.

Baca juga: Rismon Makin Ngegas, Bakal Laporkan Jokowi Atas Kasus Baru, Firasat Jokowi Jadi Kenyataan

Baca juga: Misteri Mengerikan di Hutan Kalsel: Jasad Pria Tanpa Kepala Ditemukan, Akibat Sengketa Tapal Batas

"Saya minta Perhutani kembali lagi menjadi pengelola hutan, bukan pengelola tambang," katanya.

Gubernur juga mendorong agar setiap perusahaan pengelola tambang memperhatikan standar operasional prosedur (SOP) di lapangan, untuk menghindari dampak fatal bagi pekerja dan lingkungan sekitar.

"Mari kita menjadi alam semesta, kalau kita menjaga alam, maka alam akan bersama kita," tuturnya.

Dedi mengingatkan bahwa peristiwa tanah longsor di tambang Galian C Gunung Kuda harus dijadikan pelajaran bagi perusahaan pengelola tambang lainnya.

"Semoga langkah ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pengelola tambang untuk tidak bertindak sembarangan, mengabaikan prinsip-prinsip keselamatan para pekerjanya, serta mengabaikan prinsip perlindungan alam," ucap Dedi.

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, jumlah korban tewas yang ditemukan dalam peristiwa tanah longsor ini mencapai 19 orang.

Selain itu, tujuh orang mengalami luka akibat terkena material batu dan pasir, sementara enam lainnya masih dalam pencarian.

(TRIBUNPEKANBARU.COM)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved