Rabu, 6 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kapal Terbakar di Batam

Selamat dari Kobaran Api yang Melahap Kapal di Batam, Alatas Silaban Beri Pengakuannya

Proses olah TKP dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran, serta memastikan tidak ada korban lainnya yang terjebak di dalam kapal. 

Tayang:
Tribunbatam.id/Ucik Suaibah
KESAKSIAN KORBAN SELAMAT - Korban Kapal terbakar yang selamat dari maut, Alatas Silaban. Ia menceritakan perjuangannya keluar dari kepulan asap tebal saat insiden kebakaran kapal MV Federal II yang di PT ASL Tanjunguncang Kota Batam, Selasa (24/6/2025). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kobaran api yang melalap kapal MV Federal II di PT ASL Tanjunguncang, Kota Batam pada Selasa (24/6/2025).

Peristiwa itu menyisakan kisah pilu dan kesaksian mengerikan.

Alatas Silaban, salah satu korban selamat, tak menyangka bahwa api yang tiba-tiba membesar itu akan mengubah hari biasa menjadi neraka.

"Api tiba-tiba sudah membesar hingga para pekerja berlarian," ungkapnya, menggambarkan kepanikan yang melanda saat musibah itu terjadi.

Tragedi ini dilaporkan menewaskan empat orang pekerja dan melukai lima lainnya, beberapa di antaranya menderita luka bakar serius.

Kapolsek Batuaji Raden Bimo Dwi Lambang menyatakan kejadian kebakaran kapal yang menimbulkan ledakan itu terjadi pada pukul 14.15 WIB.

Kapal yang terbakar diketahui jenis kapal pengangkut CPO minyak Sawit dengan nama MV Federal II, yang sedang melakukan perbaikan di lokasi.

Tim investigasi gabungan dari kepolisian, Disnaker, dan pihak BP Batam telah turun ke lokasi kejadian. 

Baca juga: Teka-teki Peristiwa Wanita Pemotor di Kampar Dijambret Sampai Jatuh, Polisi Ungkap Fakta Ini

Baca juga: Polisi Masih Selidiki Penyebab Kapal Terbakar di Batam, 4 Korban Pekerja Meninggal Dunia

Proses olah TKP dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran, serta memastikan tidak ada korban lainnya yang terjebak di dalam kapal. 

Salah seorang korban, Alatas Silaban, dirawat di RS Mutiara Aini. Ia menjadi saksi hidup yang menyampaikan kesaksian mengerikan saat insiden terjadi.

“Kami lagi kerja motong bagian tangki kapal. Tiba-tiba api langsung menyambar dan meledak."

"Banyak pekerja di dalam saat itu. Suasana panik, kami lari menyelamatkan diri,” ujarnya dengan suara terbata di ranjang perawatan.

Alatas terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit Mutiara Aini, Batuaji, Kota Batam.

Tangannya sesekali menyentuh telinga kirinya yang terluka. 

Luka yang ia dapatkan saat berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api yang melalap bagian dalam kapal di kawasan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batam, Selasa (24/6/2025) sore.

Ia mengingat kembali kejadian waktu itu, lewat sedikit dari jam makan siang, sekira pukul 14.30 WIB. 

Alatas dan sejumlah rekan kerjanya tengah menjalankan tugas rutin memotong plat kapal. 

Kapal tempat mereka bekerja bernama Federal II.

"Yang saya lihat api sudah menyebar. Kalau yang meledak saya nggak dengar. Tiba-tiba saja api udah besar," ujar Alatas lirih saat ditemui di ruang perawatan.

Ia bercerita, sebelum kejadian, ia berada di lantai bawah bersama rekannya Gunawan. 

Sejumlah rekan lain juga berada di area berbeda dalam kapal, seperti Gulo yang ada satu tingkat di bawahnya, serta Upik yang posisinya berada tepat di depan.

"Kami udah bagi tugas masing-masing. Tugasnya motong plat. Kalau kami waktu itu ada lima orang. Ada juga yang lagi ambil air minum," katanya.

Saat insiden terjadi, Alatas sempat terjebak dalam gelapnya asap tebal. 

Namun ia berhasil keluar karena sudah hafal seluk-beluk ruang kerja di kapal. 

Dalam kondisi panik, ia terburu-buru keluar dan sempat terbentur tangga hingga kaki kanannya memar.

"Saya jalan buru-buru juga, kebentur tangga. Tapi saya terus paksa diri keluar," tuturnya.

Beberapa rekan kerjanya belum ditemukan saat ia menyelamatkan diri. 

"Si Upik di depan saya waktu kerja, dia bagian motong plat saya yang angkat. Si Gulo ada di bawah, Januarius juga,” ucapnya sambil menunduk.

Tangannya kembali mengusap luka di telinga kiri. 

Di lantai, sepasang sepatu boot yang ia kenakan saat bekerja.

Korban diketahui merupakan tenaga kerja dari dua subkontraktor, yakni PT Mancar Marine Batam dan Ocean Pulse Solution (OPS). 

Mereka tengah melakukan pekerjaan perbaikan kapal (repair) di bagian tangki saat kebakaran terjadi.

Daftar Korban

Inilah daftar korban kapal tanker terbakar di Batam.

Sebanyak 4 orang meninggal dalam insiden ini.

Ada yang terjebak dalam blok kapal saat asap hitam membakar kapal tersebut.

Musibah Kapal Federal II yang tebakar di PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang Kota Batam diketahui menyebabkan sembilan orang menjadi korban.

Dari sembilan orang tersebut 4 empat orang dinyatakan meninggal Dunia di TKP.

Sementara itu lima orang berhasil selamat dan dirawat di dua rumah sakit yang ada di Batam.

Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang saat ditemui di rumah sakit menyebutkan, sejumlah korban yang meninggal saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.

"Korban yang meninggal dibawa ke RS Bhayangkara. yang selamat masih dirawat di dua rumah sakit berbeda yang ada disini. Yaitu di RS Muatiara Aini dan RS Graha Hermine," sebut Bimo menjelaskan, Selasa (24/6/2025) malam.

Berikut identitas semibilan pekerja di PT ASL Shipyard yang menjadi korban kapal Federal II.

Korban Meninggal
1. Gunawan

2. Berkat Setiawan gulo

3. Hermansyah Putra

4. Janu

Korban Selamat

1. Atalas Silaban

2. Upik Hidayat 

3. Amel Rivensky Gembiran Nababan

4. Benni Silaban

5. Rezki harianto Butarbutar

(TRIBUNPEKANBARU.COM)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved