Kamis, 16 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Perkuat Langkah Pencegahan, APRIL Group Umumkan Periode Rawan Karhutla di Area Konsesi

Sejak 2014, APRIL telah menjalankan Program Desa Bebas Api (Fire Free Village Program / FFVP) sebagai inisiatif edukatif dan kolaboratif

Editor: Sesri
FOTO/DOK
APRIL Group Umumkan Periode Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan di Area Konsesi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - APRIL Group mengumumkan periode rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh area konsesinya di Provinsi Riau, yang berlaku sejak 4 Juli hingga 30 September 2025.

Kendati prakiraan cuaca menunjukkan kondisi normal, perusahaan terus memperkuat langkah pencegahan dan manajemen karhutla sesuai dengan prosedur standar yang telah ditetapkan.

Selama periode rawan kebakaran ini, APRIL akan meningkatkan intensitas patroli darat dan udara untuk memantau potensi titik panas dan kebakaran, serta memperkuat kolaborasi dengan masyarakat sekitar guna mengurangi risiko karhutla.

Setiap tahun, APRIL secara rutin mengumumkan periode rawan kebakaran sebagai bentuk kesiapsiagaan tim operasi kebakaran untuk memantau dan memadamkan titik panas serta kebakaran di area konsesi.

Selain itu, perusahaan berkomitmen untuk membantu pemadaman api yang terjadi dalam radius 3 kilometer dari batas wilayah konsesinya.

Pengumuman ini merupakan bagian penting dari pendekatan terpadu APRIL dalam pengelolaan kebakaran hutan dan lahan, serta mencerminkan komitmen berkelanjutan perusahaan untuk bekerja sama dengan pemerintah, pemegang konsesi lainnya, dan masyarakat dalam menghadapi risiko kebakaran di musim kemarau.

Pencegahan tetap menjadi pilar utama strategi manajemen karhutla APRIL. Sejak 2014, APRIL telah menjalankan Program Desa Bebas Api (Fire Free Village Program / FFVP) sebagai inisiatif edukatif dan kolaboratif dengan masyarakat desa untuk meningkatkan kesadaran tentang pengelolaan hutan yang bertanggung jawab.

Hingga saat ini, FFVP telah menjangkau 42 desa dengan cakupan area lebih dari 900.000 hektare dan berhasil menurunkan lebih dari 90 persen  insiden karhutla sejak program dimulai.

"Pengalaman kami selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dengan masyarakat, serta dukungan dari pemerintah daerah, pemegang konsesi lainnya, dan para pemangku kepentingan merupakan faktor paling penting dalam pencegahan kebakaran.

Komitmen untuk berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan ini tetap menjadi kunci dalam pendekatan kami terhadap pengelolaan dan pencegahan karhutla secara menyeluruh,” ujar Sihol Aritonang, Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), unit operasional APRIL Group

Sejak 1993, APRIL telah menerapkan kebijakan ‘Tanpa Bakar’ dan mematuhi seluruh ketentuan hukum Indonesia terkait penanganan risiko kebakaran. Untuk mendukung upaya deteksi dan pemadaman, perusahaan telah menginvestasikan teknologi mutakhir, seperti pemantauan citra satelit dan 26 unit menara CCTV yang tersebar di berbagai titik area konsesi.

Upaya ini juga diperkuat lewat sumber daya berupa, satu unit helikopter, dua unit airboat, 345 personel pemadam kebakaran profesional, 196 pompa air, serta melatih 735 relawan dari 49 desa di Riau untuk memperkuat upaya penanggulangan di tingkat masyarakat.

Perusahaan juga menyediakan Hotline Kebakaran 24 jam di nomor +62 811 707 2121 untuk menerima laporan terkait potensi karhutla di sekitar wilayah konsesi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved