Rabu, 20 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Karhutla di Riau

Api Padam, Tim Gabungan Operasi Pendinginan Karhutla di Desa Kuala Panduk Pelalawan 

Karhutla di Desa Kuala Panduk, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau tampaknya sudah mulai terkendali

Tayang:
Penulis: johanes | Editor: Sesri
Dok BPBD Pelalawan
KARHUTLA - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Kuala Panduk, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau tampaknya sudah mulai terkendali pada Rabu (23/7/2025). Tim gabungan melanjutkan pendinginan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Kuala Panduk, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau tampaknya sudah mulai terkendali pada Rabu (23/7/2025). 

Api berhasil dipadamkan setelah tim gabungan dari berbagai instansi berjibaku di lapangan selama 6 hari lamanya.

Proses pemadaman melibatkan puluhan personil gabungan dan berbagai alat Damkar.

Meski api telah padam, beberapa titik di areal bekas terbakar masih mengeluarkan asap yang cukup pekat.

"Hari ini dilanjutkan pendinginan. Api sudah tidak ada lagi, tapi asap masih muncul. Harus dipastikan betul-betul hilang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (23/7/2025).

Diterangkannya, api berhasil dipadamkan tim pada Selasa (22/7/2025) dengan upaya pemadaman yang maksimal sejak firespot terdeteksi 17 juli yang lalu.

Petugas menerjunkan alat berat jenis ekskavator milik perusahaan terdekat. Untuk melokalisir dan membloking kepala api agar mudah dipadamkan. 

Baca juga: Peserta Lulus PPPK Tahap ll Pelalawan Segeralah Lengkapi Dokumen, Isi DRH, Jangan Sampai Terlambat

Baca juga: Sesosok Mayat Ditemukan Membusuk di Konsesi HTI di Pelalawan, Polisi Selidiki Identitasnya

Kemudian membuat embung air darurat untuk mengatasi krisis air yang menjadi kendala selama pemadaman. Kanal yang kering dan berlumpur dijadikan embung alami.

Agar air lebih banyak dan jernih sehingga penyiraman tidak tersendat-sendat. 

"Mudah-mudahan dua hari ini bisa tuntas. Karena lahannya gambut yang dalam, sampai 5 meter. Harus maksimal pendinginan supaya bara api padam total," kata Zulfan.

Pihaknya belum bisa memastikan luas lahan gambut yang telah hangus dilalap api.

Pasalnya, drone untuk pengukuran belum bisa diterbangkan mengingat asap masih pekat dan mengepul. Jika kondisi telah memungkinkan, pengukuran baru bisa dilaksanakan. 

"Dari pandangan kasat mata, luasnya di atas 5 hektar. Tapi nanti dipastikan lagi kalau drone sudah bisa dipakai," pungkasnya.

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved