Berita Regional

Gibran ke Padang, Temui Langsung Korban Perusakan Rumah Doa GKSI: Anak-anak Ini Berhak Aman

Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar)

Editor: Muhammad Ridho
Pemprov Sumbar
GIBRAN KE PADANG - Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung pelaksanaan proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 4 Padang, Rabu (30/7/2025). Peninjauan itu, merupakan kegiatan pertama Wapres RI dalam rangkaian kunjungan kerja sehari penuh ke Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), pada Rabu (30/7/2025). 

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau sejumlah program kerja dan bertemu langsung dengan warga.

Dalam kunjungannya ini, Wapres Gibran menyempatkan diri bertemu langsung dengan anak-anak korban trauma perusakan rumah doa Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Padang.

Pertemuan di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Padang, Sumatera Barat.

"Kami hadir (utusan Presiden Prabowo) di sini untuk menunjukkan bahwa negara tidak tinggal diam,"ujar Gibran.

"Anak-anak ini berhak merasa aman, bahagia, dan terlindungi di negerinya sendiri,"sambungnya.

Pertemuan yang Mengharukan

Awalnya, jemaat GKSI dijadwalkan bertemu Wapres Gibran di rumah doa mereka pada Rabu pagi.

Namun, lokasi pertemuan dipindahkan ke aula Dinsos Padang.

Sekitar pukul 10.53 WIB, Gibran tiba di lokasi dengan mengenakan kemeja cokelat dan celana panjang hitam.

Di aula, Gibran mendengarkan cerita langsung dari anak-anak yang mengalami trauma.

Ia didampingi oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Rusemy.

Rombongan Wapres membawa bantuan berupa perlengkapan sekolah seperti buku tulis dan mainan anak.

Selain itu, anak-anak juga mendapatkan layanan trauma healing dari tim psikolog.

Hujan dan Harapan

Pertemuan berlangsung sekitar 20 menit.

Saat Gibran meninggalkan aula, hujan ringan mengguyur kawasan Dinsos Padang.

Ia dipayungi anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) sambil berjalan menuju mobil Toyota Kijang Innova putih.

Sebelum bertolak menuju Balai Kota Padang, Gibran sempat melambaikan tangan ke arah awak media.

Agenda Padat Wapres di Padang

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Rusemy menyampaikan bahwa agenda Gibran di Padang masih berlanjut.

“Mas Wapres agendanya di Padang itu ke Sekolah Rakyat, Dinsos, dan ke Balai Kota Padang untuk bertemu FKUB. Saya juga langsung menuju ke sana mendampingi Wapres,” ujar Vasko.

Sebelum ke Dinsos Padang, Gibran terlebih dahulu mengunjungi Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) untuk meninjau kegiatan di Sekolah Rakyat.

Perusakan Rumah Doa GKSI: Kronologi dan Dampak

Sebagaimana diberitakan, insiden perusakan rumah doa GKSI di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat, terjadi pada Minggu (27/7/2025).

Rumah doa yang juga difungsikan sebagai tempat pendidikan agama bagi siswa Kristen itu dirusak oleh sekelompok warga yang menganggap bangunan tersebut tidak memiliki izin.

Peristiwa ini menyebabkan kepanikan di kalangan jemaat, termasuk anak-anak.

Fasilitas seperti kursi dan kaca rumah doa dirusak. Dua anak mengalami luka akibat insiden tersebut.

Langkah Tegas Pemerintah

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan keprihatinannya terhadap insiden ini.

Ia berharap peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.

“Saya akan mengutus tim kami ke Padang. Saya berharap itulah peristiwa yang terakhir kejadian di Indonesia. Ini obsesi kami, kesalahpahaman dan sebagainya itu harus dihentikan,” ujar Nasaruddin.

Sebagai langkah jangka panjang, Kementerian Agama tengah memperkenalkan Kurikulum Cinta untuk menumbuhkan pemahaman lintas kelompok di masyarakat sejak dini.

Menteri HAM Natalius Pigai juga memerintahkan Kantor Wilayah Kementerian HAM Sumatera Barat untuk meninjau lokasi kejadian.

Ia menegaskan bahwa segala bentuk diskriminasi dan intoleransi harus dihilangkan dari Indonesia.

Penegakan Hukum

Pihak kepolisian telah menangkap 9 orang yang diduga terlibat dalam aksi perusakan.

Wakapolda Sumbar, Brigjen Solihin, menyatakan bahwa pengembangan kasus masih terus dilakukan.

Kuasa hukum GKSI, Yutiasa Fakho, menyayangkan kondisi TKP yang sudah kembali seperti semula tanpa koordinasi dengan pihaknya.

Fakho menegaskan bahwa bukti-bukti harus dijaga untuk proses hukum lebih lanjut.

Harapan untuk Masa Depan

Sementara, Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Gerindra, Martin Daniel Tumbelaka, menegaskan bahwa negara harus hadir dan tegas dalam menghadapi tindakan intoleransi.

“Rumah ibadah, apa pun agamanya, adalah tempat yang harus dilindungi. Keberagaman adalah fondasi negara ini,” ujar Martin.

Insiden ini kata dia, menjadi pengingat pentingnya menjaga kerukunan beragama dan rasa aman bagi seluruh warga negara.

Dengan langkah-langkah yang diambil pemerintah, diharapkan kejadian serupa tidak terulang lagi.

 Wakil Presiden RI Gibran saat bertemu anak-anak jemaat GKSI Padang di Aula Dinsos Kota Padang, Sumbar, Rabu (30/7/2025). Mereka menjadi korban perusakan rumah doa beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Kronologi Perusakan Rumah Doa GKSI Padang

Minggu, 27 Juli 2025 sore:

  • Sekelompok warga mendatangi rumah doa milik jemaat GKSI di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Padang. Massa menganggap bangunan tersebut merupakan gereja tanpa izin.
  • Rumah tersebut juga digunakan sebagai tempat pendidikan agama bagi siswa Kristen.
  • Massa membawa balok kayu dan melakukan perusakan terhadap fasilitas rumah doa. 
  • Massa memecahkan kaca jendela, memutus aliran listrik, dan merusak fasilitas seperti kursi dan meja.
  • Jemaat yang sedang beribadah, termasuk anak-anak, panik, histeris, dan berlarian keluar.
  • Dua anak mengalami luka dalam insiden tersebut.
  • Kejadian terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial.

Senin, 28 Juli 2025:

  • Polda Sumbar menangkap 9 orang terduga pelaku berdasarkan video yang beredar.
  • Lokasi kejadian dijaga ketat oleh aparat kepolisian dari Satbrimob Polda Sumbar.
  • Kuasa hukum GKSI mengungkapkan keprihatinan atas TKP yang sudah dirapikan tanpa koordinasi.

Selasa, 29 Juli 2025:

  • Menteri HAM Natalius Pigai memerintahkan Kantor Wilayah Kementerian HAM Sumbar untuk meninjau lokasi dan membuat laporan.
  • Natalius Pigai menegaskan bahwa pelaku perusakan dan penganiayaan harus diproses secara hukum.
  • Kementerian HAM mendorong UU untuk melindungi kebebasan beribadah di Indonesia.
  • Pendeta Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Padang, Sumatera Barat, F Dachi, menyatakan akan melanjutkan kegiatan pendidikan di rumah doa miliknya setelah kasus perusakan selesai ditangani.
  • Dachi mengaku telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Padang dan aparat kepolisian. “Saya sudah dapat izin dari Pak Wali Kota untuk melanjutkan pendidikan di rumah doa itu. Pak Kapolsek juga mendukung dan bahkan siap menempatkan anggotanya di sana,” ujar Dachi.
  • Dukungan juga datang dari warga sekitar yang turut membantu memulihkan kondisi rumah doa usai kejadian tersebut. “Warga juga mendukung. Mereka membantu membersihkan rumah doa yang berantakan saat itu dan sekarang kaca yang pecah sudah diganti lagi,” ucapnya.
    Dachi berharap kejadian serupa tidak terulang dan menekankan bahwa kegiatan yang dilakukan di rumah doa tersebut murni bertujuan untuk memberikan pendidikan.

Rabu, 30 Juli 2025:

  • Wapres Gibran Rakabuming Raka berkunjung ke Kota Padang.
  • Pagi: Meninjau kegiatan di Sekolah Rakyat (BBPPKS).
  • Siang: Bertemu 23 anak-anak jemaat GKSI, korban trauma di aula Dinsos Padang.
  • Anak-anak menerima bantuan perlengkapan sekolah dan layanan trauma healing.
  • Sore: Melanjutkan kunjungan ke Balai Kota Padang dan bertemu Foruk Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan keprihatinan dan mengutus tim ke lokasi. Ia juga memperkenalkan pendekatan Kurikulum Cinta sebagai solusi jangka panjang. 

( Tribunpekanbaru.com / Tribunpadang )

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved