Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kelurahan Mundam dan Bukit Datuk Nikmati Manfaat Program Proklim

Warga Kelurahan Mundam dan Bukit Datuk kini merasakan langsung manfaat dari aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim

Penulis: Alex | Editor: M Iqbal
Foto/Kilang Pertamina Dumai
PROKLIM - Kilang Pertamina Dumai Dukung Kelurahan Mundam dan Bukit Datuk Jalani Verifikasi Proklim Utama 2025 untuk Wujudkan Lingkungan Berkelanjutan. 

TRIBUNPRKANBARU.COM, PEKANBARU -- Warga Kelurahan Mundam dan Bukit Datuk kini merasakan langsung manfaat dari aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, berkat dukungan konsisten dari PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Kilang Dumai dalam Program Kampung Iklim (Proklim) 2025. 


Mulai dari pengelolaan kompos, konservasi satwa, hingga pemberdayaan pesisir, berbagai inisiatif ramah lingkungan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.


Dua kelurahan tersebut menjadi lokasi verifikasi Proklim Kategori Utama yang dilaksanakan oleh tim verifikator dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI pada 29 hingga 30 Juli 2025. 


Verifikasi diawali di Kelurahan Bukit Datuk dengan seremoni pembukaan di kawasan Patra Seroja Eco-Edu Park, salah satu pusat edukasi dan konservasi keanekaragaman hayati milik Kilang Pertamina Dumai.


Program Proklim di dua wilayah ini menunjukkan dampak nyata dari kolaborasi multipihak, terutama antara masyarakat, Pemerintah Kota Dumai, dan Kilang Dumai sebagai mitra strategis sektor swasta. Di Bukit Datuk, program konservasi rusa dan pengelolaan ekosistem melalui Telaga Tirta menjadi contoh praktik adaptasi iklim yang berhasil. 


Sementara di Mundam, program Bedelau Minapolitan menjadi bukti bagaimana pemberdayaan pesisir mampu mendorong ketahanan ekonomi dan lingkungan secara bersamaan.


Senior Manager Operation Manufacturing PT KPI Kilang Dumai, Isnandhi Dwi Saputra, menegaskan bahwa keterlibatan aktif perusahaan dalam Proklim bukan sekadar bentuk kepatuhan regulasi, tapi bagian dari transformasi perusahaan menuju operasional yang lebih hijau dan berkelanjutan. 


"Kami melihat Proklim sebagai ruang bersama untuk menumbuhkan budaya lingkungan, bukan hanya di level warga, tapi juga internal perusahaan," ujarnya.


Verifikator Proklim dari KLHK RI, Koko Wijanarko, menyampaikan bahwa penilaian saat ini tidak hanya berfokus pada kampung secara administratif, tetapi juga mencakup ekosistem partisipasi yang lebih luas. “Kami menilai sejauh mana keterlibatan komunitas dalam adaptasi iklim yang integratif dan inklusif," jelasnya.


Sekretaris Daerah Kota Dumai, Indra Gunawan, yang hadir mewakili Wali Kota Dumai, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Kilang Dumai dalam mendukung agenda iklim pemerintah daerah. “Sinergi dengan pihak swasta seperti ini menjadi fondasi penting untuk menjadikan Dumai lebih tangguh terhadap dampak perubahan iklim,” ungkapnya.


Area Communication, Relations and CSR PT KPI Kilang Dumai, Agustiawan, menambahkan bahwa berbagai program CSR perusahaan akan terus diarahkan untuk mendorong ketahanan iklim dan keberlanjutan masyarakat. “Kami tidak hanya mendukung ketahanan energi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi lingkungan jangka panjang melalui pendekatan ESG dan target Net Zero Emission 2060," tegasnya.


Rangkaian verifikasi ini turut melibatkan tim dari DLH Kota Dumai, DLH Provinsi Riau, lurah, camat, kepala puskesmas, hingga kelompok tani dan komunitas lokal yang selama ini menjadi mitra dalam pelaksanaan Proklim. Kelurahan Mundam dan Bukit Datuk menjadi dua dari tujuh wilayah usulan Proklim oleh Pemerintah Kota Dumai pada tahun 2025. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved