Senin, 4 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Serangan Harimau di Pelalawan

Harimau Sumatera Serang Pekerja di Pelalawan, Tim dari BBKSDA Riau Terjun ke Lokasi

Seorang pekerja bernama Abdul Susanto (40) di Pelalawan diserang satwa harimau sumatera

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Foto/Dok Polda Riau
SERANGAN HARIMAU - Seorang pekerja bernama Abdul Susanto (40) mengalami luka parah akibat dugaan serangan harimau sumatera, Jumat (1/8/2025) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Terkait dengan peristiwa seorang pekerja bernama Abdul Susanto (40) di Pelalawan diserang satwa harimau sumatera, Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau telah menerjunkan tim ke lokasi.

Peristiwa pekerja diserang satwa liar dilindungi ini terjadi saat korban sedang bekerja di Distrik Merawang PT Arara Abadi, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Jumat (1/8/2025). 

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB ketika korban sedang menyemprot gulma di area Petak 178 Kanal 9.

Akibatnya, korban mengalami luka parah akibat dugaan serangan harimau sumatera tersebut.

Korban, yang merupakan pekerja dari PT Theo Charles Ertilizer, langsung mendapatkan pertolongan dari dua rekannya, Ridwan Firdaus (42) dan Ujang (45), yang mendengar teriakan dan auman harimau.

Setelah harimau menjauh, korban dievakuasi ke klinik perusahaan untuk penanganan awal.

Karena luka robek di kepala, pelipis, dan leher, serta patah pada lengan atas, Abdul Susanto kemudian dirujuk ke Puskesmas Teluk Meranti dan selanjutnya ke RSUD Selasih Pelalawan untuk perawatan intensif.

Petugas Lakukan Peninjauan

"Kami telah menerjunkan tim ke lokasi untuk menindaklanjuti kasus konflik harimau di areal PBPH ini," ujar Kabid Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, Sabtu (2/8/2025).

“Langkah-langkah yang kami lakukan antara lain berkoordinasi dengan pihak terkait di lapangan, terutama manajemen PBPH untuk memastikan kronologi kejadian,” tambah dia.

Lebih lanjut, Ujang menjelaskan, tim BBKSDA Riau juga akan melakukan peninjauan dan identifikasi lokasi kejadian.

"Kami akan memasang camera trap untuk mengidentifikasi harimau sumatera yang berkonflik, serta memasang boxtrap di lokasi kejadian. Ini penting untuk menilai situasi dan menentukan tindak lanjut yang tepat," bebernya.

BBKSDA Riau juga akan berkoordinasi dengan pihak manajemen perusahaan untuk mengintensifkan sosialisasi kepada para pekerja.

"Penerapan SOP (Standar Operasional Prosedur) harus lebih diperketat untuk mencegah kejadian serupa terulang," tegas Ujang.

Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan bagi para pekerja di area yang merupakan habitat alami harimau sumatera.

Seluruh pihak diimbau untuk selalu berhati-hati dan mengikuti prosedur keselamatan yang telah ditetapkan. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved