Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pacu Jalur Kuansing 2025

Pacu Jalur Kuansing Sarat Tradisi: Jalur Diberi 'Obat' Biar Terhindar dari Gangguan Mistis

Ritual ini adalah perpaduan antara kearifan lokal, kepercayaan, dan harapan besar agar jalur mereka melaju kencang

|
KOMPAS.COM/IDO
Utusan dari pawang memasang obat pada Jalur Putri Anggun Sibiran Tulang di arena Teluk Kuantan, Kabupaten Kuansing, Riau, Rabu (20/8/2025). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pada sore yang mendung di tepi Sungai Batang Kuantan, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), sebuah pemandangan tak biasa tampak di tengah hiruk-pikuk persiapan pacu jalur. 

Setiap tim jalur memiliki pawang andalannya, yang bertugas menyiapkan "obat" atau ramuan khusus untuk meningkatkan performa perahu mereka.

Salah satu pawang, Ison (52), seorang pria utusan dari Tim Jalur Putri Anggun Sibiran Tulang, dengan khidmat melakukan ritualnya.

Dengan langkah perlahan, ia turun ke sungai membawa sebotol air dan bungkusan kecil berisi daun kalinjuang dan daun ringan-ringan yang diikat dengan lidi.

Ramuan ajaib itu dipasangnya tegak lurus di bagian depan, tengah, dan belakang jalur, seolah menancapkan kekuatan ke seluruh "tubuh" perahu.

Setelah itu, ia membuka botol berisi air, membacakan doa-doa, dan menyiramkannya ke seluruh bagian jalur.

Setiap tetesan air seakan menjadi mantra yang menyatu dengan kayu perahu.

Ritual ini adalah perpaduan antara kearifan lokal, kepercayaan, dan harapan besar agar jalur mereka melaju kencang, membawa kemenangan bagi tim dan desa mereka.

Baca juga: Boyong Menteri ke Kuansing Wapres Gibran Sebut Pemerintah Pusat Komit Kembangkan Festival Pacu Jalur

Baca juga: Rapper Melly Mike Siap Tampil di Festival Pacu Jalur Kuansing, Senang Musiknya Jadi Bagian Budaya

"Saya utusan pawang. Biasanya disebut sebagai 'Bayu' untuk memasang obat pada jalur," ujar Ison saat ditemui Kompas.com.

Dia mengatakan, pemasangan "obat" pada jalur sebagai bentuk menjaga diri agar terhindar dari gangguan mistis karena dalam permainan Pacu Jalur ini mengandung unsur magis.

"Ini untuk menjaga diri. Biar tidak diganggu orang secara batin karena ada mistik-mistik gitu," kata Ison.

Ison juga ditugaskan untuk menjaga jalur yang parkir di depan kajang atau tenda tim Jalur Putri Anggun Sibiran Tulang.

Ia berdua dengan pengurus lainnya, Oki (47).

Jalur dijaga siang dan malam sebelum diperlombakan. Penjaga tidur bergantian.

"Kami sudah dua hari dua malam di sini. Tidak boleh pulang sampai pacu selesai. Keberadaan jalur terus dikontrol untuk menjaga keamanannya biar tidak diganggu orang," jelas Ison.

Untuk diketahui, hari ini merupakan pembukaan ajang nasional tradisi Pacu Jalur di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuansing, Riau.

Acara pacu akan dibuka oleh Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.

Saat ini, arena pacu jalur sudah padat, dipenuhi warga desa pendukung, juga pengunjung dari berbagai daerah.

(TRIBUNPEKANBARU.COM)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved