Senin, 18 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

PLN Berhasil Pulihkan Jaringan Transmisi Sumatra–Aceh Pascabencana

PLN berhasil memulihkan jaringan transmisi 150 kV Pangkalan Brandan–Langsa sehingga sistem kelistrikan Aceh kembali terhubung.

Tayang:
Editor: FebriHendra
Foto/Humas PLN
KELISTRIKAN ACEH - PLN berhasil memulihkan jaringan transmisi 150 kV Pangkalan Brandan–Langsa sehingga sistem kelistrikan Aceh kembali terhubung dengan backbone sistem besar Sumatra pascabencana alam di Aceh. 

Ringkasan Berita:
  • PLN berhasil memulihkan jaringan transmisi 150 kV Pangkalan Brandan–Langsa pada Rabu (17/12), sehingga sistem kelistrikan Aceh kembali terhubung dengan backbone sistem besar Sumatra.
  • Setelah interkoneksi tersambung, PLN melanjutkan ke tahap pengoperasian pembangkit listrik, khususnya PLTU Nagan Raya.
  • Pemulihan dilakukan dengan pembangunan tower darurat di medan sulit akibat banjir dan longsor, melibatkan lebih dari 1.600 petugas PLN.

TRIBUNPEKANBARU.COM, ACEH TAMIANG - PT PLN (Persero) berhasil memulihkan jaringan transmisi bertegangan 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan–Langsa pada Rabu (17/12) pukul 13.30 WIB. 

Dengan tersambungnya kembali jalur vital ini, sistem kelistrikan Aceh yang sempat terisolasi kini kembali terhubung dengan backbone sistem besar Sumatra.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pemulihan transmisi tersebut menjadi langkah krusial dalam mengembalikan kekuatan sistem kelistrikan Aceh pascabencana.

“Tersambungnya kembali transmisi Pangkalan Brandan–Langsa adalah titik penting dalam pemulihan kelistrikan Aceh. Jalur ini menjadi backbone interkoneksi Sumatra–Aceh, sehingga pemulihannya membuka jalan bagi tahapan lanjutan pemulihan sistem secara menyeluruh,” ujar Darmawan di Aceh Tamiang.

Baca juga: PLN Minta Maaf Pemulihan Listrik di Aceh Terhambat, Tetap Berkomitmen Percepat Penormalan

Baca juga: Sumut 100 Persen Sudah Menyala: PLN Tuntaskan Pemulihan Kelistrikan Usai Bencana

Pemulihan dilakukan melalui pembangunan tower darurat di sejumlah titik transmisi yang terdampak banjir dan longsor. 

Proses ini bukan tanpa hambatan. Tim PLN harus menghadapi akses lokasi yang terbatas, kontur medan labil, serta curah hujan tinggi yang menimbulkan genangan air dan lumpur ekstrem.

Meski penuh tantangan, tower darurat berhasil berdiri dan jalur transmisi kembali difungsikan dengan aman.

Tahapan Pemulihan Listrik

Setelah interkoneksi tersambung, PLN memasuki tahap pengoperasian kembali pembangkit listrik, khususnya PLTU Nagan Raya. 

Proses ini membutuhkan waktu sekitar 48 jam untuk pemanasan, sinkronisasi, dan pengujian kinerja sebelum pasokan listrik dapat dibebani secara penuh.

“Pemulihan kelistrikan harus dilakukan berurutan. Setelah interkoneksi aman, kami masuk ke pengoperasian pembangkit agar pasokan benar-benar optimal dan menopang sistem secara andal,” tegas Darmawan.

Pasokan listrik nantinya akan disalurkan melalui 20 unit gardu induk, 558 unit penyulang, dan 15.717 unit gardu distribusi yang melayani masyarakat di seluruh wilayah Aceh.

Semangat Masyarakat Jadi Inspirasi

Lebih dari 1.600 petugas PLN masih bersiaga di lapangan untuk memastikan pemulihan berjalan tuntas. Darmawan mengaku semangat masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana menjadi inspirasi bagi tim PLN.

“Kami belajar dari semangat rakyat Aceh yang tidak pernah padam untuk bangkit. Pemulihan listrik ini bukan sekadar soal pasokan energi, tetapi simbol api perjuangan masyarakat Aceh,” ungkapnya.

Darmawan juga menekankan bahwa penormalan jaringan dilakukan dengan penuh kehati-hatian, mengingat masih adanya genangan lumpur dan air di sejumlah wilayah. 

Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat serta meminta dukungan agar seluruh tahapan pemulihan dapat berjalan aman dan cepat.

“Kami memohon doa dan dukungan masyarakat Aceh agar pemulihan kelistrikan ini bisa segera dituntaskan,” tutupnya. (Rilis)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved