Selasa, 5 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Pimpin Percepatan Pemulihan TNTN

Proses relokasi TNTN telah berjalan dan mencapai 633 hektare dengan 227 KK sudah berhasil dipindahkan ke lokasi yang disiapkan.

Tayang:
Editor: Sesri
FOTO Humas Pemprov Riau
Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto memaparkan perkembangan pemulihan TNTN di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Selasa (3/3/2026). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau terus menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pemulihan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Hingga saat ini, masih dibutuhkan sekitar 9.966 hektare lahan alternatif untuk mendukung proses relokasi masyarakat dan memastikan pemulihan kawasan konservasi berjalan optimal.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, saat memaparkan perkembangan pemulihan TNTN di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Selasa (3/3/2026).

Dalam paparannya, SF Hariyanto mengungkapkan bahwa hasil pendataan menunjukkan sekitar 10.600 hektare lahan di kawasan TNTN saat ini dikuasai oleh 3.916 kepala keluarga (KK).

Dari jumlah tersebut, proses relokasi telah berjalan dan mencapai 633 hektare dengan 227 KK sudah berhasil dipindahkan ke lokasi yang disiapkan.

“Masih tersisa kebutuhan 9.966 hektare lahan alternatif yang telah dipetakan. Tindak lanjutnya membutuhkan keputusan di tingkat nasional, dan pihak daerah siap mengawal implementasinya,” ujar SF Hariyanto.

Sebagai Ketua Tim Percepatan Pemulihan TNTN (TP2TNTN), ia menegaskan bahwa langkah yang ditempuh pemerintah dilakukan secara bertahap, terukur, dan penuh kehati-hatian.

Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin penyelesaian persoalan kawasan konservasi justru memicu persoalan sosial baru di tengah masyarakat.

Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata penertiban kawasan, tetapi juga penyediaan lahan alternatif yang sah secara hukum, sehingga masyarakat memiliki kepastian tempat tinggal dan sumber penghidupan yang jelas.

Ke depan, Tim Percepatan akan menjalankan tiga fokus utama secara paralel, yakni pengamanan dan penertiban kawasan, penyediaan lahan alternatif, serta reforestasi berbasis zonasi dengan pengawasan berkelanjutan. Langkah ini dinilai menjadi strategi komprehensif untuk mengembalikan fungsi kawasan konservasi tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan.

Pemulihan TNTN sendiri ditargetkan berlangsung hingga 2028 dengan sasaran pemulihan sekitar 66.704 hektare kawasan. Pemerintah optimistis, dengan dukungan kebijakan dan pembiayaan dari pemerintah pusat, target tersebut dapat tercapai secara efektif dan berkelanjutan.

“Pemulihan harus berjalan terukur dan terkendali. Tujuan kami adalah Tesso Nilo kembali menjadi kawasan konservasi yang utuh dan berfungsi optimal,” tegasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, Pemprov Riau menegaskan bahwa penyelamatan TNTN bukan sekadar program, melainkan komitmen jangka panjang untuk menjaga kelestarian lingkungan dan masa depan generasi mendatang. (ADV/Smg)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved