DPRD Pekanbaru
DPRD Minta Pemko Antisipasi Gelombang Pendatang Baru ke Pekanbaru Pasca Idulfitri
Potensi lonjakan pendatang baru ke Kota Pekanbaru, pasca perayaan Idulfitri, sangat terbuka lebar. Termasuk halnya gepeng baru.
Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Muhammad Ridho
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Potensi lonjakan pendatang baru ke Kota Pekanbaru, pasca perayaan Idulfitri, sangat terbuka lebar. Termasuk halnya gepeng baru.
Kondisi ini harus diantisipasi Pemko Pekanbaru, melalui OPD terkait. Legislator di Gedung Payung Sekaki DPRD Pekanbaru meminta, agar Pemko menyiapkan strategi khusus untuk mengantisipasi hal ini.
Sebab, ini dinilai penting, dalam menjaga stabilitas sosial, ekonomi, serta ketertiban umum di ibu kota Provinsi Riau tersebut.
Anggota DPRD Pekanbaru Doni Saputra SH MH menyampaikan, arus urbanisasi pasca Lebaran, sudah menjadi fenomena tahunan yang kerap terjadi.
Banyak masyarakat dari daerah lain datang ke Kota Pekanbaru, dengan harapan memperoleh pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik.
"Tapi sayangnya, banyak di antaranya datang tanpa skil dan koneksi yang mumpuni. Sehingga beberapa di antaranya terpaksa serabutan, dan sebagian jadi gepeng. Tentu ini menjadi persoalan baru," sebut Doni Saputra kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (23/3/2026).
Ya, setiap tahun setelah Idulfitri, tanpa disadari Kota Pekanbaru selalu menjadi tujuan pendatang dari berbagai daerah.
Baca juga: Tanggal 25-27 Maret ASN Pemprov Riau WFA Antisipasi Puncak Arus Balik
Bahkan ini sebenarnya tidak menjadi rahasia umum lagi. Namun lemahnya pengawasan Pemko selama ini, membuat Kota Pekanbaru selalu menjadi incaran para pendatang ini.
"Tahun ini kita minta, Pemko harus memiliki strategi yang jelas, agar tidak terjadi penumpukan penduduk. Pastinya mereka berpotensi menimbulkan masalah sosial,” tambahnya.
Politisi senior PAN ini juga menekankan, pentingnya pendataan yang akurat terhadap para pendatang, termasuk identitas, tujuan kedatangan, serta keterampilan yang dimiliki.
Tentunya ini bisa dilakukan dari tingkat RT, RW hingga petugas kelurahan.
Dengan pendataan ini, pemerintah bisa mengarahkan pendatang, agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di Kota Bertuah ini.
"Jika perlu, gelar razia yang melibatkan aparat terkait, seperti Disdukcapil serta Satpol PP. Titiknya, di pintu masuk kota seperti terminal dan pelabuhan," sarannya lagi.
Lebih dari itu, Doni Saputra juga menyarankan OPD terkait, memperkuat sosialisasi kepada masyarakat, khususnya bagi calon pendatang, mengenai kondisi riil lapangan pekerjaan di Kota Pekanbaru.
“Itu tadi, jangan sampai mereka datang tanpa keterampilan, sehingga akhirnya menambah angka pengangguran dan kemiskinan. Makanya ini harus diantisipasi serius," tegasnya.
Dengan memperkuat langkah-langkah pengendalian urbanisasi, termasuk operasi yustisi dan peningkatan layanan administrasi kependudukan, diharapkan lonjakan pendatang pasca Idulfitri bisa dikelola dengan baik.
Jangan sampai angka pengangguran di Kota Pekanbaru, plus gepeng tiap tahun makin tinggi Tentu ini berpotensi bisa terjadi kejahatan.
(Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).
| Sudah Triwulan Kedua, DPRD Pekanbaru Minta Dinas Perkim Fokus Perbaiki Drainase, Jangan Banyak Teori |
|
|---|
| Penerimaan Siswa Baru 2026 Akhir Juni, Begini Saran DPRD ke Disdik Pekanbaru |
|
|---|
| Kecelakaan Kerja, Komisi IV DPRD Panggil Hearing Manajemen RS Santa Maria, Perkim dan DPM PTSP |
|
|---|
| Perintah Kapolda, DPRD Pekanbaru Dukung Penuh Komitmen Polisi Berantas Narkoba di Kota Bertuah |
|
|---|
| Lampu Jalan di Kota Pekanbaru Masih Banyak yang Padam, Ini Respon Anggota DPRD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/doni-saputra-anggota-dprd-kota-pekanbaru.jpg)