DPRD Pekanbaru
MinyaKita Masih Langka di Pekanbaru, Ketua DPRD Warning Disperindag Soal Penting Ini
Hingga pekan ketiga Mei ini, emak-emak di Pekanbaru masih mengeluhkan kelangkaan minyak goreng subsidi, MinyaKita.
Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Muhammad Ridho
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hingga pekan ketiga Mei ini, emak-emak di Pekanbaru masih mengeluhkan kelangkaan minyak goreng subsidi, MinyaKita.
Padahal sejak beberapa pekan lalu pemerintah berjanji akan menormalkan lagi, distribusi minyaKita di Kota Bertuah ini.
"Masih langka, bahkan di pasar tradisional sulit kami mendapatkan. Pemerintah harus jujur la, ke mana sebenarnya hilang MinyaKita, kok nggak ada di pasaran," tegas Puji, IRT warga Jalan Delima kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (19/5/2026).
Keluhan samar juga disampaikan beberapa emak-emak lainnya di Pekanbaru. Mereka berharap, MinyaKita ada lagi di pasaran, dan mudah didapatkan.
Merespon keluhan ini, Ketua DPRD Pekanbaru M Isa Lahamid memberikan warning kepada Disperindag, segera mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi berjalan normal.
Sebab, persoalan kelangkaan minyak subsidi ini tidak boleh dianggap sepele, karena menyangkut kebutuhan pokok masyarakat saat ini.
Harusnya, karena sudah terlalu lama langka, kerja Disperindag makin nampak ke arah lebih baik. Sehingga pernyataan yang disebutkan sebelumnya siap mengawasi dan menormalkan lagi, harusnya sudah terbukti.
“Kasihan masyarakat, sampai hari ini masih kesulitan mendapatkan MinyaKita. Ini pasti ada yang salah. Makanya, jika dugaan ada penimbunan atau permainan distribusi, Disperindag harus turun langsung,” tegasnya.
Baca juga: Operasi Pasar Bakal Digelar Untuk Cegah Gejolak Harga Minyakita di Pasaran
Baca juga: MinyaKita Langka dan Mahal di Batas Kampar-Pekanbaru, Bulog Klaim Tak Ada Penimbunan
Diakui, Disperindag memang sudah melakukan koordinasi dengan distributor maupun pihak terkait, beberapa waktu lalu.
Tapi tidak ada hasil koordinasi itu, justru barang tambah hilang di pasaran. Termasuk juga janji untuk mengawasi Harga Eceran Tertinggi (HET), masyarakat tidak nampak hasilnya.
Politisi PKS ini juga menyarankan, distribusi Minyakita ini harus benar-benar dipantau dengan baik, agar tidak terjadi penyimpangan oleh distributor maupun pihak lain yang tidak bertanggung jawab.
Sebab, karena pengawasan yang terkesan formalitas lah, maka ada permainan di lapangan.
“Kita minta, untuk distributor yang terbukti melakukan pelanggaran, benar-benar ditindak tegas. Apalagi ada penimbunan. Distributor nakal tak boleh dibiarkan," sebutnya.
(Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).
| Makin Meresahkan, Fraksi Demokrat DPRD Pekanbaru Ajukan Ranperda LGBT ke Bapemperda |
|
|---|
| Gepeng Semakin Ramai di Pekanbaru, Apa Kerja Dinsos? DPRD Bilang Banyak Seremonial |
|
|---|
| Polisi Sebut Tiga Daerah di Pekanbaru Rawan Peredaran Narkoba, DPRD Dukung Berantas Penuh |
|
|---|
| Penerimaan Siswa Sudah Dekat, DPRD Pekanbaru Wanti-wanti Sekolah tak Tahan Ijazah Pelajar Lagi |
|
|---|
| Jalan Mulus Sudah Dibangun, DPRD Pekanbaru Ingatkan Jangan Cepat Rusak Gara-gara Tak Ada Parit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/isa-lahamid.jpg)