Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Siak

Budidayakan Ikan Patin, Kelompok Ini Bisa Jual Pakan yang Diproduksi Sendiri

Untuk pakan ikan kami sudah membuat sendiri, dari bahan dedak ditambah dengan ikan atau sisa dari sortir. Pakan ini bisanya akan kami buat 2 hari

Penulis: Mayonal Putra | Editor: M Iqbal
Humas Setdakab Siak
FotoDarmanto menunjukan pakan ternak kepada seseorang, di tempat produksinga, Kampung Sei Mempura, kecamatan Mempura, Siak. 

 
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK  - Kelompok pembudidaya ikan patin di kabupaten Siak sudah mulai merambah bisnis multidimensi. Selain dari dimensi panen ikannya, mereka juga memproduksi pakan secara mandiri, bahkan dijual untuk kelompok lainnya.

Hal tersebut sudah dilakukan oleh kelompok budidaya ikan (Pokdakan) Tuah Agung, kelurahan Sungai Mempura, kecamatan Mempura. Kelompok ini salah satu kelompok yang sukses membudidayaka  ikan patin di Siak. Sekali panen, mereka dapat meraih keuntungan mencapai Rp 50 juta. 

Darmanto,  seorang Penyuluh di daerah setempat mengaku sangat senang dengan kelompok Tuah Agung itu. Apa yang disampaikannya selalu dijalani oleh masyarakat. 

Ia menerangkan, ikan patin biasanya bisa dipanen setiap 6 bulan sekali. Jika pengelolaannya baik, hasilnya akan maksimal.

"Sampai saat ini, kami memiliki 10 kolam yang masing-masing kolam berisi 6000 ekor ikan patin. Jika dipanen, hasil 1 kolam mencapai 1 ton," kata dia, Jumat (21/7/2017).

Ia katakan, dalam pembudidayaan ikan patin ini yang menjadi sorotan adalah kolam, air kolam, bibit dan juga pakan.

“Untuk pakan ikan kami sudah membuat sendiri, dari bahan dedak ditambah dengan ikan atau sisa dari sortir. Pakan ini bisanya akan kami buat 2 hari sekali," kata Darmanto.

Rata-rata per 2 hari lelompok Tuah Agung tersebut membuat pakan ikan menghasilkan sebanyak 300 Kg. Hebatnya, kelompok itu juga memproduksk pakan untuk pihak lain. Tidak heran, bila ada pesanan pakan sampai 2,5 ton. 

Dikatakannya,  kelompok itu sudah beberapa kali mendapatkan bantuan dari CSR perusahaan setempat. Salah satunya adalah bantuan mesin untuk membuat pakan ikan itu.

Sementara pemilik kolam sekaligus ketua kelompok Tuah Agung Munir mengatakan, berawal dari satu kolam dan terus berkembang hingga menjadi 10 kolam. 

Ia mengaku, dahulu untuk mendapatkan bibit harus ia beli sendiri ke Pekanbaru. Tapi sekarang sudah ada yang mengantar ke rumahnya.

"Kelebihan budidaya ikan patin ini adalah bisa menghasilkan hasil panen yang melimpah sehingga keuntungan yang didapat bisa berlipat-lipat dari modal usaha yang dikeluarkan. Sementara untuk kekurangannya adalah masa panen yang lebih lama, yaitu sekitar 6-7 bulan," kata dia. 

Selain itu ikan patin ini termasuk ikan yang mempunyai protein yang tinggi. Rasanya yang khas hingga membuat ikan ini banyak diminati.

Dalam pemasarannya Munir mengaku sudah ada pelanggan tetap yang langsung datang ke kolamnya. (*)


Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved