Umat Hindu India Sepakat Boikot Bisnis Umat Muslim Sebagai Aksi Balas Dendam

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Umat Hindu India sepakat boikot bisnis umat Muslim

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebuah rapat umat Hindu India di tingkat desa sepakat untuk memboikot segala jenis bisnis dan usaha umat Islam di India.

Rapat tersebut digelar di sebuah kuil di Haryana's Manesar pada hari Minggu (3/6/2022).

Pertemuan itu juga mengeluarkan ultimatum kepada pemerintah, pemerintah desa mendesak pertemuan tersebut untuk membentuk komite tingkat desa untuk menegakkan boikot di desa masing-masing.

Lebih dari 200 orang, termasuk anggota Bajrang Dal dan Vishva Hindu Parishad (VHP), ambil bagian dalam rapat tersebut. 

Para peserta juga termasuk orang-orang dari desa-desa terdekat seperti Manesar, Dharuhera dan Gurgaon. 

Para perwakilan desa menyerahkan sebuah memorandum kepada hakim jaga yang menyatakan bahwa para imigran ilegal harus diusir.

“Harus ada penyelidikan segera atas hal ini dan mereka yang ditemukan tinggal secara ilegal harus diusir. Mereka terlibat dalam konversi agama dan tindakan tegas harus diambil terhadap mereka,” bunyi memorandum itu.

Devender Singh, sekretaris jenderal, VHP Manesar, mengatakan bahwa para peserta adalah masyarakat Hindu yang melawan fundamentalisme agama kekuatan jihad.

“Hindu dibunuh. Banyak Rohingya, Bangladesh, dan bahkan Pakistan secara ilegal tinggal di Gurgaon dan Manesar dengan menyembunyikan identitas asli mereka.

Mereka telah mendirikan bisnis di berbagai sektor.

Kami memberikan waktu satu minggu kepada pemerintah untuk menyelidiki ini dan mengidentifikasi mereka yang memiliki dokumen ilegal.

Jika tidak ada tindakan, maka masyarakat Hindu akan mengambil tindakan. Panchayat lain akan dipanggil dalam skala yang lebih besar dan tindakan di masa depan akan diputuskan, ”kata Singh seperti dilansir dari Indian Express.

Beberapa pembicara juga menyerukan boikot ekonomi terhadap vendor Muslim yang menuduh bahwa banyak toko jus dan salon yang dijalankan oleh Muslim di Manesar memiliki nama dewa Hindu sebagai bagian dari konspirasi.

“Boikot ekonomi adalah satu-satunya solusi. Mengingat fundamentalisme agama dan jihad mereka, kita harus mengambil keputusan ini. Perlu dibentuk komite di desa-desa yang dapat berdiskusi dan mengambil tindakan. Kami sudah memulai ini dari Manesar,” tambah Singh.

Pada hari Jumat, polisi Gurgaon menegur penyelenggara pawai protes karena diduga mengangkat slogan-slogan kasar dan mempromosikan permusuhan antar komunitas.

Pawai diadakan pada hari Rabu oleh anggota Bajrang Dal dan VHP untuk menuntut hukuman berat bagi terdakwa dalam pembunuhan seorang penjahit, Kanhaiya Lal, di Udaipur.

Dalam video unjuk rasa yang diklaim, pengunjuk rasa terdengar mengangkat slogan-slogan provokatif terhadap komunitas Muslim di dekat Masjid Jama.

Polisi mengatakan mereka mengetahui kejadian tersebut setelah video aksi unjuk rasa menjadi viral di media sosial.(Tribunpekanbaru.com).