Berita Pelalawan

Jumlah Pendaftar Lebihi Kuota, Hampir 400 Pelamar akan Tersisih pada Seleksi PPPK Guru di Pelalawan

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pelalawan, Abu Bakar FE

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Hampir 400 pelamar akan tersisih pada seleksi PPPK guru di Pelalawan.

Seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) tahun 2022 masih diproses panitia seleksi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Setelah pendaftaran ditutup dan hasil seleksi administrasi diumumkan melalui website BKN sscasn.bkn.go.id, tahapan dilanjutkan ke masa sanggah.

Dari 1.454 guru honor yang mendaftar PPPK guru, hanya 1.394 yang lolos dan memenuhi syarat. Sedangkan 60 Pelamar tidak lulus atau tak memenuhi syarat.

Saat ini memasuki masa sanggah yang berikan kesempatan kepada pelamar yang tak lulus seleksi administrasi.

"Sekarang tinggal menunggu tahapan selanjutnya sesuai dengan arahan dari BKN. Ada tahap penilaian nantinya," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pelalawan, Abu Bakar FE kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (23/11/2022).

Abu Bakar merincikan, penilaian yang dimaksud yakni penilaian kesesuaian dari pengawas sekolah, Kepala Sekolah (Kepsek), dan guru senior.

Mereka dilibatkan lantaran para peserta seleksi PPPK merupakan guru honorer yang telah bekerja dan mengajar di sekolah-sekolah minimal tiga tahun terakhir.

Sehingga perlu diminta penilaian dari pihak-pihak terkait mengenai absensi, tingkah laku atau attitude, hingga hal-hal lainnya sebagaimana tenaga pengajar yang layak. Itu akan berlangsung mulai tanggal 27 sampai 28 November mendatang.

"Di sini akan terlihat guru yang malas, jarang hadir, atau pembangkang, bahkan yang tak mau mengajar selama ini. Itu semua masuk penilaian," papar Abu Bakar.

Kemudian dilanjutkan dengan tahap penilaian kesesuaian dari BKPSDM dan Disdikbud mulai 29 November sampai 3 Desember.

Tim seleksi yang telah dibentuk akan memeriksa setiap peserta sesuai kompetensi masing-masing berdasarkan formasi guru yang dibutuhkan. Nilai dari setiap tahapan akan digabungkan untuk ditetapkan sebagai dasar kelulusan.

"Jika merujuk jumlah kuota hanya 1.056, berarti hampir 400 peserta yang akan tersisih. Itu yang akan didapatkan dalam proses seleksi," beber Abu Bakar. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung).

Berita Terkini