Berita Regional

Pegawai Honorer di DPRD Dairi Ditangkap, Jadi Pelaku Begal Payudara Siswi SMP dan SMA

Pelaku begal payudara yang incar para siswi SMP dan SMA di Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi ternyata merupakan pegawai

Editor: Muhammad Ridho
TRIBUN MEDAN/ALVI
Radinal Kudadiri, pelaku begal payudara saat digiring menuju ruang tahanan Polres Dairi usai menjalani konferensi pers di Mapolres Dairi, Rabu (27/8/2025). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kelakuannya seorang pria bejat telah mencoreng nama baik sekretariat di DPRD Dairi.

Tak disangka, pelaku begal payudara yang terjadi kepada para siswi SMP dan SMA di Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi ternyata merupakan pegawai honorer di DPRD Kabupaten Dairi.

Hal itu diungkapkan Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan saat menggelar konferensi pers di Mapolres Dairi.

"Pekerjaan tersangka adalah pegawai honorer di DPRD Dairi, " ujar Otniel.

RK sendiri sudah bekerja di DPRD Dairi sejak tahun 2020 lalu.

Diberitakan, Polres Dairi menggelar konferensi pers terkait kasus pencabulan kepada siswi SMK yang masih dibawah umur yang terjadi di Jalan Pandu Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi, Rabu (27/8/2025).

Dalam kegiatan yang dilakukan di halaman Mapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan mengatakan tersangka atas nama Radinal Kudadiri alias RK.

"Hari ini kita menggelar konferensi pers, dimana kasus yang saat ini dikenal dengan 'begal' payudara yang sebelumnya sudah viral di media sosial, dan tersangka bernama Radinal Kudadiri alias RK, " ujar Otniel.

Adapun kronologi kejadiannya yakni saat itu korban berinisial N, baru saja turun dari angkutan umum usai pulang dari sekolah di simpang Jalan Pandu.

Karena jarak rumah yang cukup jauh, korban pun menghubungi abang kandungnya untuk dijemput di Simpang Jalan Pandu.

"Saat menunggu kedatangan abang kandungnya, tersangka terlihat berjalan dari arah berlawanan dengan mengendarai sepeda motor Vario berwarna putih, " ungkapnya.

Secara tiba - tiba, tersangka langsung melayangkan tangannya dan meremas bagian intim Dada korban, dan langsung tancap gas.

Beruntung tak lama kemudian abang kandung korban tiba dilokasi.

Korban pun langsung melaporkan peristiwa itu, dan langsung mengejar tersangka.

Pelarian tersangka berhasil dihentikan di depan SMP Negeri 1 Sitinjo. Disana amarah abang kandung korban memuncak hingga menyebabkan masyarakat berdatangan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved